Bukan Cuma Terima Bansos! KPM Kini Punya Peluang Usaha Lewat Kopdes Merah Putih
astakom.com, Jakarta - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus di-push dan diarahkan supaya jadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya bisa menjadi harapan maju buat keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial.
Lewat koperasi, masyarakat nggak cuma dapat kemudahan mengakses kebutuhan sehari-hari, tetapi juga masyarakat punya peluang mengembangkan usaha produktif buat menambah pendapatan keluarga.
Seperti yang terlihat di KDKMP Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sejumlah KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako justru dilibatkan sebagai anggota koperasi.
Keluarga penerima manfaat diberdayakan
Nggak sampai di situ, keluarga penerima manfaat juga dapat support buat mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. Salah satunya lewat pemberian bantuan usaha ayam petelur kepada anggota KPM.
Bantuan itu meliputi 24 ekor ayam petelur, kandang, serta pakan sebanyak 50 kilogram. Hasil produksi telur nantinya bisa disetorkan ke koperasi buat diserap dan dipasarkan.
Salah satu penerima manfaat, Siti Supaida, warga Dusun Bandungan, Desa Gejugjati, mengaku senang dapat terlibat sebagai anggota koperasi sekaligus memperoleh bantuan produktif tersebut. Dia berharap usaha ayam petelur yang dijalankannya bisa ngasih tambahan penghasilan buat keluarganya.
Meningkatkan keuangan keluarga
“Harapan saya dengan adanya Koperasi Desa Gejugjati ini, telur-telur dari ayam saya ini bisa masuk Kopdes dan saya bisa mendapatkan keuntungan yang lebih,” kata Siti seperti dikutip Jumat (30/10/2026).
Menurut Siti, keberadaan koperasi menjadi peluang bagi penerima manfaat untuk memasarkan hasil produksi sekaligus memperoleh tambahan pendapatan. Ia berharap hasil penjualan telur dapat disisihkan sebagai tabungan bagi masa depan keluarga dan anak-anaknya.
“Dengan adanya telur yang kita setor ke Koperasi, semoga kita sebagai penerima, keuangan bisa meningkat dan bisa menabung buat masa depan dan anak-anak,” tuturnya.
Dapat penghasilan tambahan
Harapan yang sama juga disampaikan Fatema, ibu rumah tangga yang juga aktif sebagai kader Posyandu. Menurutnya, keterlibatan KPM di koperasi dan bantuan ayam petelur membuka peluang buat keluarga penerima manfaat buat bisa ngasih penghasilan tambahan.
“Saya dari kelompok penerima manfaat, ada PKH juga (penerima bantuan) sembako. Dikasih ayam petelur supaya bisa berkolaborasi sama koperasi, nanti setelah ayamnya bertelur bisa disetor ke koperasi,” kata Fatema.
Harapannya hasil peternakan itu bisa dijual buat menambah penghasilan keluarga, termasuk bantu buat memenuhi kebutuhan anak-anak. Dia juga ingin agar koperasi bisa terus berkembang dan ngasih manfaat buat seluruh anggotanya.
“Harapannya setelah menjadi anggota koperasi, semoga koperasi Merah Putih bisa jaya, tetap maju dan sukses gitu Pak,” katanya.
KDKMP menghubungkan produksi dengan pemasaran
Lewat skema pemberdayaan ini, KDKMP diharapkan nggak cuma jadi pusat aktivitas perdagangan desa, tetapi juga punya peran penting dalam menghubungkan kegiatan produksi masyarakat dengan akses pemasaran.
Sehingga keberadaan koperasi bisa menjadi wadah bagi anggota untuk mengembangkan usaha, memasarkan hasil produksi, dan memperoleh nilai tambah secara ekonomi.
Keterlibatan KPM di kegiatan produktif ini diharapkan membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Maka penerima bantuan sosial juga punya kesempatan untuk berkembang menjadi pelaku usaha produktif dan secara bertahap meningkatkan kesejahteraan keluarga. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Koperasi Desa Merah Putih nggak cuma jadi tempat belanja kebutuhan sehari-hari, tetapi juga punya potensi besar buat membuka peluang usaha bagi masyarakat. Lewat program pemberdayaan di Desa Gejugjati, Pasuruan, KPM penerima PKH dan bantuan sembako dilibatkan sebagai anggota koperasi sekaligus mendapat bantuan usaha ayam petelur. Hasil produksinya bisa disetorkan ke koperasi untuk dipasarkan, sehingga membuka peluang tambahan penghasilan bagi keluarga. Skema ini jadi langkah positif agar penerima bansos nggak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga punya kesempatan membangun usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.









