Investasi PMDN Nyaris Tembus Rp2.000 T, Bukti Pengusaha Kian Pede di Era Presiden Prabowo

Editor: Anri Syaiful
Minggu, 1 November 2026 | 08:40 WIB
Investasi PMDN Nyaris Tembus Rp2.000 T, Bukti Pengusaha Kian Pede di Era Presiden Prabowo
Presiden Prabowo memberikan taklimat kepada sekitar 400 peserta P3MDI Batch 1 Tahun 2026 dan 250 anggota Kadin di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jabar, Sabtu sore, 31 Oktober 2026. [BPMI Setpres]

astakom.com, Jakarta – Optimisme para pelaku usaha lokal terhadap prospek ekonomi Indonesia makin menyala. Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kepercayaan pengusaha dalam negeri terbukti terus menanjak pesat. Bukan sekadar wacana, hal ini dibuktikan lewat angka investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang angkanya nyaris menyentuh Rp2.000 triliun hanya dalam dua tahun pertama kepemimpinannya. Menariknya lagi, porsi investasi domestik ini mendominasi dan mengambil alih lebih dari separuh total investasi nasional.

Kelas menengah jadi kunci ketahanan ekonomi

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa besarnya porsi investasi dari dalam negeri ini menjadi bukti nyata betapa krusialnya peran pengusaha lokal—termasuk para pelaku bisnis kelas menengah—dalam menjaga fondasi dan benteng pertahanan ekonomi nasional dari guncangan dunia.

“Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” ujar Anindya dalam laporannya pada acara Taklimat Presiden Republik Indonesia kepada Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan Peserta Rapimnas Kadin Seluruh Indonesia di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Spill sektor masa depan: Dari EV sampai data center

Gak cuma fokus mempertahankan sektor bisnis yang sudah berjalan, dunia usaha saat ini juga makin gencar membidik industri masa depan yang punya prospek cerah. Kadin mencatat beberapa sektor potensial yang bakal jadi pendorong utama perekonomian baru, mulai dari kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan (renewable energy), hingga pusat data (data center). Sektor-sektor ini dinilai sangat strategis karena menyerap banyak komponen lokal.

“Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak. Bapak dan tentunya Pak Presiden, tema rapimnas kali ini adalah ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia,” imbuh Anindya, dikutip astakom.com pada Minggu (01/11/2026).

Swasta ambil peran 85 persen PDB nasional

Peran sektor swasta dalam memutar roda perekonomian Indonesia memang gak bisa dipandang sebelah mata. Anindya membeberkan bahwa ruang kontribusi dunia usaha sangatlah besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, membuka lapangan kerja baru, dan mencetak entrepreneur handal yang siap bersaing di kancah internasional.

“Ekonomi kerakyatan sudah berjalan di dunia usaha. Kami menyadari dan ini merupakan tanggung jawab kami bahwa 4.000 triliun dari 25.000 triliun PDB adalah APBN. Sehingga sisanya atau sekitar 85 persen adalah uang yang dunia usaha bisa berkontribusi, dan inilah yang kita inginkan bukan hanya pengusaha-pengusaha daerah dan juga di asosiasi himpunan bisa tumbuh bersama-sama, naik kelas, tapi mereka juga bisa menjadi pemain besar kemudian hari,” ungkap Anindya.

Indonesia masih jadi "bright spot" ekonomi dunia

Meskipun kondisi geopolitik dan ekonomi global sering kali diliputi ketidakpastian, fundamental ekonomi Indonesia terbukti tetap tangguh dan solid. Anindya menilai Indonesia berhasil mempertahankan predikatnya sebagai titik terang perekonomian global, sebuah julukan bernada pujian yang sebelumnya sempat disematkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF).

“Indonesia continues to be the bright spot. Ini telah disampaikan tahun lalu oleh IMF, dan terbukti bahwa Indonesia juga tetap menjadi bright spot. Di dalam lima guncangan ekonomi selama bisa dibilang 25 tahun, Indonesia adalah dari waktu ke waktu justru lebih kuat. Ini menandakan daya tahan kita sangat resilient,” ungkap Ketua Kadin tersebut.

Komitmen kuat Kadin dan para pelaku usaha dalam negeri ini mempertegas bahwa dunia usaha siap menjadi motor pendorong utama pembangunan nasional. Lewat penguatan investasi lokal, penguasaan industri masa depan, dan pemberdayaan pebisnis daerah, ekonomi kerakyatan diproyeksikan akan makin solid sekaligus membawa brand Indonesia makin diperhitungkan di panggung dunia. (aNs)

Gen Z Takeaway

Kinerja investasi dalam negeri (PMDN) yang nyaris nembus Rp2.000 triliun di dua tahun pertama era Prabowo bukti valid kalau pebisnis lokal—termasuk middle class—lagi high key confident buat spill cash dan nge-drive ekonomi nasional. Gak cuma stay safe di sektor konvensional, dunia usaha yang megang porsi 85% PDB ini juga makin hyped nggarap industri future-proof kayak EV, renewable energy, dan data center demi bikin Indonesia tetap jadi bright spot yang super resilient di panggung global.

Presiden Prabowo Prabowonomics Hambalang KADIN P3MDI P3MDI Batch 1 Taklimat Presiden Prabowo

Infografis

Terkini