Cegah Kebakaran Hebat, BRIN dan YKAN Restorasi Gambut Kalimantan Barat

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:02 WIB
Cegah Kebakaran Hebat, BRIN dan YKAN Restorasi Gambut Kalimantan Barat
Cegah Kebakaran Hebat, BRIN dan YKAN Restorasi Gambut Kalimantan Barat [BRIN]

astakom.com, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bareng Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) makin solid menekan emisi gas rumah kaca dan mencegah kebakaran hutan di Kalimantan Barat. Lewat restorasi lahan gambut yang berkelanjutan, langkah ini sekaligus jadi booster buat meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal di sana.

Kolaborasi lintas lembaga

Kesepakatan ini makin mantap setelah penandatanganan perubahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan oleh Pusat Riset Ekologi (PRE) Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL) BRIN bersama YKAN di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong, Kamis (29/10/2026). Kolaborasi yang sudah berjalan sejak 2023 ini diproyeksikan bakal terus melaju sampai 2029.

Gak cuma formalitas, kerja sama ini fokus pada sederet aksi nyata, mulai dari riset penurunan emisi, penanganan kebakaran, pemulihan kawasan gambut, hingga dorongan ekonomi buat warga sekitar. Pengembangan sistem pemantauan kebakaran, kalkulasi gas rumah kaca, dan manajemen data karbon berbasis sains dan teknologi modern juga masuk dalam agenda utama.

Pemulihan berbasis riset

Kepala Pusat Riset Ekologi BRIN, Asep Hidayat, menyoroti pentingnya studi mendalam agar proses pemulihan ekosistem benar-benar bisa mengembalikan fungsi alami lahan yang sempat terbakar.

Menurutnya, penanganan bencana kebakaran ga cukup berhenti di aksi pemadaman semata, melainkan butuh analisis mendalam atas kondisi ekosistem pascabencana, termasuk fungsi hidrologis lahan dalam menyimpan cadangan air.

“Setelah kebakaran dipadamkan, kita perlu melihat bagaimana kondisi ekosistem gambut dan apakah fungsinya masih berjalan. Hal ini membutuhkan penelitian dan bukti ilmiah agar upaya pemulihan yang dilakukan benar-benar dapat mengembalikan fungsi ekosistem,” ucapnya dikutip oleh astakom pada Jumat, (30/10/2026).

Strategi perlindungan gambut

Direktur Program Terestrial YKAN, Ruslandi, mengungkapkan kalau ekosistem gambut memegang peranan vital sebagai penyimpan cadangan karbon, pengatur siklus air, dan benteng keanekaragaman hayati. Walaupun begitu, kawasan ini terus terancam oleh kerusakan lahan, kebakaran hutan, hingga krisis iklim.

Ia menekankan pentingnya strategi ganda dalam konservasi gambut, yakni membentengi area yang masih alami sekaligus merehabilitasi wilayah yang sudah rusak, tanpa mengesampingkan mata pencaharian masyarakat lokal.

Dampak nyata konservasi

Sementara itu, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekologi BRIN sekaligus penanggung jawab kegiatan, Wahyu Catur Adinugroho, memparkan kalau kolaborasi periode 2023–2026 sudah membuahkan sederet evaluasi teknis serta analisis sosial-ekonomi. Output-nya mencakup peninjauan dampak restorasi, sokongan fasilitas fisik, penerapan metode tani ramah lingkungan, hingga terbitnya berbagai publikasi ilmiah.

“Pemantauan emisi menjadi salah satu aspek penting untuk mengevaluasi keberhasilan restorasi gambut. Penelitian juga mencakup kajian kebakaran, manfaat pemulihan ekosistem, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat,” sambung Wahyu.

Melalui perpanjangan masa kerja sama ini, BRIN dan YKAN optimistis data serta temuan ilmiah yang terkumpul bisa jadi pijakan kuat buat pemulihan lahan gambut yang presisi, sekaligus menyokong mitigasi krisis iklim dan melipatgandakan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Kerusakan lahan gambut tuh gak cuma bikin polusi kabut asap makin parah, tapi juga ngerusak benteng utama kita dalam menyerap emisi karbon. Kolaborasi BRIN dan YKAN ini bukti nyata kalau aksi penyelamatan lingkungan gak bisa cuma modal pemadaman sesaat, tapi butuh riset sains yang presisi biar dampaknya berjangka panjang dan tetep bikin warga lokal makin sejahtera!

BRIN Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kebakaran Gambut Kalimantan Barat

Infografis

Terkini