Pasar Tenaga Kerja Singapura Plot Twist: Penyerapan Pekerja Tumbuh, Tapi PHK Malah Meroket
astakom.com, Jakarta - Kondisi pasar tenaga kerja Singapura di kuartal ketiga 2026 lagi bikin geleng-geleng kepala gara-gara dapet mixed signals. Di satu sisi, total penyerapan tenaga kerja di sana berhasil tumbuh ekspansif selama 20 kuartal berturut-turut dengan tambahan 27.700 pekerja baru. Angka ini melonjak tajam dibanding kuartal sebelumnya yang cuma 11.400 orang. Tapi di sisi lain, angka PHK justru mendadak melonjak tajam sampai nyentuh rekor tertinggi dalam hampir enam tahun terakhir!
Sektor esensial jadi penyelamat, sektor ekspor kena impact ekonomi global
Berdasarkan data resmi Kementerian Tenaga Kerja (MOM) Singapura per Jumat (30/10/2026), pertumbuhan pekerja lokal (resident) masih didominasi sama sektor layanan publik dan kebutuhan esensial.
Sementara itu, sektor yang berorientasi ekspor (outward-oriented) jalannya cenderung lambat gara-gara unpredictable-nya ekonomi global. Nah, penambahan pekerja di kuartal ini utamanya disumbang oleh kelompok non-lokal (non-resident), khususnya yang kerja di sektor konstruksi dan manufaktur.
Rekor PHK tertinggi sejak 2020, reorganisasi bisnis jadi biang keroknya
Yang bikin shock, angka PHK di Singapura naik jadi 4.800 orang pada kuartal III-2026, alias tembus rekor tertinggi sejak kuartal IV 2020 lalu. Menurut penuturan MOM, gelombang PHK ini sebagian besar dipicu gara-gara reorganisasi bisnis di internal perusahaan serta tekanan tinggi di sektor ekspor.
Alhasil, tingkat pengangguran warga lokal dan warga negara naik tipis jadi 3% dan 3,1%. Walau begitu, rasio PHK secara umum masih relatif terjaga di level 2 per 1.000 pekerja dan pengangguran keseluruhan tetap bertahan di angka 2%. (RaM)
Gen Z Takeaway
Singkatnya, pasar kerja Singapura lagi dalam fase rollercoaster karena meski lapangan kerja baru terus kebuka buat puluhan ribu orang, badai PHK malah ikut melesat ke titik tertinggi sejak era pandemi. Biarpun angka pengangguran total masih aman terkendali, fenomena reorganisasi perusahaan dan lesunya ekonomi global fix bikin para pekerja di sektor ekspor harus ekstra waspada.








