Patung Bundaran HI, Ikon Jakarta yang Punya Cerita dari Asian Games 1962

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:02 WIB
Patung Bundaran HI, Ikon Jakarta yang Punya Cerita dari Asian Games 1962
Patung Bundaran HI, Ikon Jakarta yang Punya Cerita dari Asian Games 1962 [Dok. GNI-Kemenbud]

astakom.com, Jakarta – Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, bukan sekadar landmark yang sering muncul di foto media sosial. Monumen yang menampilkan dua figur manusia ini menyimpan cerita sejarah yang berkaitan dengan penyelenggaraan Asian Games IV di Jakarta pada 1962.

Melansir dari keterangan resmi Galeri Nasional Indonesia pada Minggu (18/10/2026), Kementerian Kebudayaan, Monumen Selamat Datang dibangun untuk menyambut para atlet dan tamu yang datang ke Jakarta dalam rangka Asian Games IV. Lokasinya berkaitan dengan jalur kedatangan tamu dari Bandara Kemayoran menuju Hotel Indonesia dan kawasan olahraga Senayan.

Di balik tampilannya yang ikonik, monumen ini juga melibatkan sejumlah tokoh, mulai dari Presiden Soekarno sebagai penggagas hingga Edhi Sunarso sebagai pematung. Sejumlah detail tentang sejarah dan bentuk patung ini menarik untuk diketahui, terutama bagi warga yang selama ini mengenalnya sebagai ikon ibu kota.

Berawal dari Asian Games 1962

Patung Selamat Datang dibangun pada 1962 dalam rangka penyelenggaraan Asian Games IV di Jakarta. Saat itu, Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat Asia dan bersiap menyambut atlet serta tamu internasional.

Presiden Sukarno menggagas pembangunan monumen tersebut sebagai simbol penyambutan. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperlihatkan keramahan Indonesia kepada para pengunjung yang datang dari berbagai negara.

Lokasi monumen di tengah Bundaran HI juga berkaitan dengan keberadaan Hotel Indonesia, yang menjadi salah satu tempat penting bagi para tamu Asian Games. Pada masa itu, para tamu yang datang melalui Bandara Kemayoran menuju Hotel Indonesia akan melewati kawasan tersebut.

Monumen pun menjadi simbol penyambutan yang terlihat di jalur kedatangan menuju hotel. Nama Bundaran HI sendiri merujuk pada Hotel Indonesia yang berada di kawasan tersebut. Hubungan antara hotel, monumen, dan Asian Games memperlihatkan bahwa kawasan yang kini ramai dikunjungi masyarakat ini memiliki sejarah yang saling berkaitan.

Tujuh fakta menarik di balik patungnya

Henk Ngantung merancang sketsa awalnya

Pembangunan monumen melibatkan sejumlah tokoh dengan peran berbeda. Henk Ngantung, yang ketika itu menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, mengerjakan pradesain atau sketsa awal Patung Selamat Datang.

Sementara itu, pengerjaan patung dilakukan oleh Edhi Sunarso bersama tim Pematung Keluarga Arca Yogyakarta. Keduanya memiliki peran berbeda dalam proses lahirnya monumen yang kini menjadi landmark Jakarta.

Bunga yang dibawa figur perempuan punya makna penyambutan

Salah satu detail yang mudah dikenali adalah rangkaian bunga di tangan figur perempuan. Unsur tersebut, bersama gestur tangan kedua figur yang melambai, memperkuat pesan penyambutan dan keramahan kepada para tamu.

Tinggi patung berbeda dengan tinggi dudukannya

Menurut katalog Galeri Nasional Indonesia, tinggi patung tercatat sekitar tujuh meter, sedangkan tinggi dudukan atau voetstuk-nya sekitar sepuluh meter. Kedua angka ini mengacu pada bagian yang berbeda, sehingga tidak boleh disamakan ketika membahas ukuran monumen.

Patungnya berbahan perunggu

Monumen ini menggunakan perunggu sebagai bahan utama. Bentuknya menampilkan dua figur manusia, laki-laki dan perempuan, yang berdiri berdampingan dengan gestur melambaikan tangan.

Menghadap ke arah utara

Patung Selamat Datang menghadap ke arah utara, menuju kawasan yang terhubung dengan Monumen Nasional. Arah hadap ini berkaitan dengan konteks kawasan dan jalur kedatangan pada masa pembangunannya.

Kini menjadi salah satu landmark Jakarta

Seiring perkembangan ibu kota, Patung Selamat Datang semakin dikenal sebagai penanda visual Jakarta. Kawasan Bundaran HI juga menjadi tempat yang ramai dikunjungi warga dan wisatawan untuk menikmati suasana pusat kota maupun mengabadikan momen.

Bisa dilihat dari sudut pandang berbeda

Selain dari area sekitar bundaran, pengunjung dapat menikmati pemandangan monumen dari Sky Deck Halte Bundaran HI. Tempat ini menjadi salah satu pilihan untuk melihat patung dari sudut pandang berbeda sekaligus mengambil foto dengan latar ikon Ibu Kota. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Patung Selamat Datang di Bundaran HI ternyata punya cerita lebih dari sekadar tempat foto yang ikonik. Monumen ini dibuat untuk menyambut atlet Asian Games 1962, melibatkan sejumlah seniman Indonesia, dan dirancang dengan gestur yang merepresentasikan keramahan. Jadi, saat melewati Bundaran HI, ada sejarah di balik dua figur yang melambaikan tangan tersebut.

Monumen Monumen selamat datang Bundaran HI Patung di Jakarta

Infografis

Terkini