Houthi Klaim Penyerangan 6 Fasilitas Vital Arab Saudi
astakom.com, Jakarta - Meskipun pejabat senior Arab Saudi dan Iran baru aja ketemu di Teheran buat bahas perdamaian, situasi di Timur Tengah malah makin heating up.
Pasukan Houthi yang didukung Iran nekat meluncurkan serangan masif dan mengklaim telah menghantam enam titik vital di Arab Saudi, mulai dari bandara internasional sampai fasilitas minyak raksasa. Aksi berani ini membuktikan kalau ketegangan di kawasan tersebut masih jauh dari kata calm down.
Kilang minyak hingga bandara jadi sasaran, udara Riyadh sempat alert
Juru bicara Houthi, Yahya Saree, spill lewat akun X miliknya kalau mereka menargetkan infrastruktur komersial dan militer dari pesisir timur ke barat. Deretan sasarannya gak main-main, kilang minyak Ras Tanura, fasilitas Aramco di Abqaiq, kilang Rabigh, Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh, Bandara Raja Fahd di Dammam, sampai markas militer di Najran! Meski koalisi Arab Saudi berhasil mencegat rudal di udara, pecahan serpihan dilaporkan sempat melukai seorang warga dan merusak rumah serta mobil di Riyadh. Dikutip aljazeera, Jumat (30/10/2026).
Negosiasi Teheran auto terancam, Pemerintah Yaman minta PBB turun tangan
Padahal, awal pekan ini perwakilan Arab Saudi, Turki, Pakistan, dan Iran baru aja kelar meeting buat menurunkan tensi konflik lewat jalur dialog. Tapi dengan adanya hujan rudal dan drone dari Houthi ini, upaya diplomasi jelas kena plot twist berat.
Merasa situasi makin gak kondusif, pemerintah resmi Yaman langsung call out Dewan Keamanan PBB untuk segera memberikan sanksi tegas dan tindakan pencegahan demi menghentikan aksi brutal Houthi. (RaM)
Gen Z Takeaway
Intinya, kesepakatan damai di meja perundingan Teheran kemarin mendadak terasa gimmicksetelah Houthi malah makin makin nekat mengklaim serangan rudal dan drone ke berbagai fasilitas vital Arab Saudi. Meskipun pertahanan udara koalisi berhasil intercept ancaman tersebut, konflik ini fix makin toxic dan bikin prospek perdamaian kawasan makin abu-abu.









