Bekali Siswa Vokasi, Wamensos: Lulus SMA Harus Punya Keterampilan Mandiri

Penulis: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 30 Oktober 2026 | 11:02 WIB
Bekali Siswa Vokasi, Wamensos: Lulus SMA Harus Punya Keterampilan Mandiri
Wamensos Agus Jabo meninjau langsung pelaksanaan pelatihan vokasional dan kemandirian siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan di Kota Makassar, Rabu (28/10/2026). [Kemensos]

astakom.com, Jakarta — Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) terus memperkuat pilar vokasi bagi peserta didik Sekolah Rakyat agar memiliki kesiapan memasuki dunia kerja secara mandiri. Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa penguasaan keterampilan terapan menjadi kunci strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi, sekaligus menopang kemandirian ekonomi keluarga siswa selepas lulus sekolah.

Penegasan tersebut disampaikan Wamensos saat meninjau langsung pelaksanaan pelatihan vokasional dan kemandirian siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan di Kota Makassar, Rabu (28/10/2026).

Melalui pembekalan keterampilan yang diselaraskan dengan bakat serta potensi personal, para siswa diharapkan memiliki fleksibilitas masa depan yang terjamin, baik untuk langsung terserap di pasar tenaga kerja maupun melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi secara mandiri.

“(Apakah) dia mau melanjutkan sekolah di perguruan tinggi, silakan, karena dia sudah bisa mandiri. Atau dia mau mengembangkan pekerjaannya, silakan,” kata Agus Jabo, dikutip dari laman Kemensos.

Kemitraan industri dan kurikulum terpadu berbasis bakat

Pelatihan vokasi yang ditinjau kali ini menggandeng mitra profesional, Collins Hair Studio, dengan melibatkan 35 siswa terpilih dari berbagai Sekolah Rakyat di penjuru Sulawesi Selatan. Pelatihan intensif berlangsung selama satu pekan terhitung sejak Senin (26/10/2026), dengan membagi peserta ke dalam dua kelas praktik yang beranggotakan masing-masing 15 dan 20 siswa. Guna memastikan program tepat sasaran, seluruh peserta diwajibkan melalui tahapan psikotes sehari sebelum agenda pelatihan dimulai.

Materi pelatihan berfokus pada keahlian tata rias atau makeup artist (MUA), pemangkasan rambut (barbering), hingga penataan gaya rambut (hairstyling) modern. Program ini disiapkan sebagai modal portofolio keahlian siswa untuk bersaing di industri kreatif dan jasa kecantikan yang terus bertumbuh.

Agus Jabo menambahkan bahwa program pelatihan kerja semacam ini akan terus digulirkan secara terencana dan berkala lintas sektor industri.

“Kita terus bekerja sama dengan berbagai macam pihak supaya anak-anak memiliki keterampilan, sehingga begitu nanti dia lulus dari SMA, itu sudah bisa terampil, punya bekal untuk bekerja,” ujar Agus Jabo.

Tiga pilar pendidikan dan penyelarasan potensi lokal

Wamensos memaparkan bahwa konsep pendidikan Sekolah Rakyat bertumpu pada tritunggal pendekatan, yakni proses rehabilitasi, edukasi, dan vokasi. Integrasi ketiga aspek ini dirancang khusus untuk mencetak generasi berkarakter kuat, berwawasan akademik memadai, sekaligus menguasai keahlian teknis bernilai jual.

Inisiatif ini selaras dengan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang mendorong agar para lulusan Sekolah Rakyat memiliki kesiapan mental dan keterampilan untuk bekerja terlebih dahulu, sehingga mampu mengangkat perekonomian orang tua sekaligus menumbuhkan kemandirian hidup.

Lebih jauh, Agus Jabo menggarisbawahi pentingnya kurikulum vokasi yang adaptif terhadap potensi komoditas dan karakteristik wilayah masing-masing sekolah. Ragam keahlian yang diajarkan mencakup spektrum luas, mulai dari tata rias, agribisnis dan pertanian, sektor kelautan dan kemaritiman, hingga keahlian teknik perbengkelan dan teknologi digital.

Ia mencontohkan karakteristik Kota Makassar yang strategis di jalur perairan nusantara sehingga sangat potensial diarahkan pada sektor kemaritiman dan pelayaran sebagai basis kurikulum vokasi serta kolaborasi dunia usaha.

“Disesuaikan dengan kebutuhan sekolahnya masing-masing, sesuai dengan potensi daerahnya plus potensi anak-anaknya,” tuturnya.

Guna mempercepat serapan kerja para lulusan, Kemensos kini mengintensifkan penjajakan kerja sama dengan entitas swasta, asosiasi industri, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam penyediaan sertifikasi kompetensi, program magang, hingga pembukaan akses rekrutmen kerja formal. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway

Nggak cuma modal ijazah, lulus sekolah langsung pegang skill cuan! Kunjungan Wamensos Agus Jabo di Makassar buktiin keseriusan pemerintah ngawinin kurikulum Sekolah Rakyat sama dunia industri nyata. Mulai dari MUA hits sampai kemaritiman, pelatihannya disesuaikan sama potensi daerah dan minat anak. Jadi pas lulus SMA nanti, mereka udah punya hard skill konkret buat mandiri: mau langsung kerja bantu ekonomi ortu siap, mau lanjut kuliah modal keringat sendiri pun gas!

Vokasi Pelatihan Vokasi Pendidikan Vokasi Sekolah Rakyat

Infografis

Terkini