Pertama Kalinya! Gas Blok Natuna 100% Mengalir Langsung ke Dalam Negeri
astakom.com, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) baru saja merilis laporan penting terkait kedaulatan energi nasional. Saat ini, 100% gas bumi hasil kegiatan produksi migas dari Blok Natuna dipastikan mengalir langsung ke Indonesia, alias nggak lagi dikirim ke Singapura.
Berdasarkan kumpulan data dari berbagai sumber yang dihimpun astakom.com, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto ngespill momen ini sebagai pencapaian bersejarah.
Menurutnya, ini adalah momen pertama kali sejak Indonesia merdeka di mana gas alam yang berada di Laut Natuna yang selama ini 100% dialirkan ke Singapura akhirnya resmi dialirkan langsung ke dalam negeri.
Kebijakan pengurangan ekspor
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, ngasih penjelasan secara soal kabar pemotongan ekspor gas ke Singapura.
Bahlil bilang kalau langkah pengurangan pasokan itu sama sekali tidak melanggar kesepakatan tertulis yang ada. Ia menyampaikan kalau pihak Indonesia sangat patuh terhadap semua isi kontrak yang telah ditandatangani bersama negara mitra kerja sama.
"Masih dalam batas kontrak minimum. Batas kontrak minimum kita itu adalah sekitar 91-92. Dan kita baru sekitar 8 persen. Ketika itu kita potong 10 persen, nah itu berarti melanggar kontrak," ungkap Bahlil.
Prioritas domestik
Penyesuaian volume ini dilakukan bukan tanpa alasan. Pemotongan pasokan gas tersebut dipicu oleh adanya aktivitas pemeliharaan (maintenance), sekaligus komitmen pemerintah untuk mengutamakan pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri sebagai prioritas utama negara.
Lebih lanjut, Bahlil menerangkan bahwa total ekspor gas melalui jalur pipa dari Indonesia sejatinya berasal dari dua kawasan utama, yaitu Laut Natuna dan wilayah Sumatera.
Dari total seluruh volume ekspor tersebut, kebijakan pengurangan pasokan yang terjadi adalah sebesar 31 BBTUD. Bahlil kembali menegaskan bahwa angka pengurangan tersebut masih sepenuhnya berada di batas aman kontrak minimum yang telah disepakati. (Shnty/RaM)
Gen Z Takeaway
Gas Blok Natuna kini 100% dialirkan ke dalam negeri, jadi pasokan gas yang sebelumnya dikirim ke Singapura kini diprioritaskan untuk kebutuhan nasional. SKK Migas menyebut langkah ini sebagai momen bersejarah sejak Indonesia merdeka. Sementara itu, pengurangan ekspor gas sebesar 31 BBTUD disebut masih sesuai batas kontrak minimum dengan negara mitra. Langkah ini jadi sinyal bahwa kebutuhan energi domestik makin diprioritaskan, tanpa mengabaikan komitmen kerja sama internasional.









