Hari Sumpah Pemuda, Presiden Prabowo Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:28 WIB
Hari Sumpah Pemuda, Presiden Prabowo Dorong Pengembangan Potensi Generasi Muda
Anak-anak Sekolah Dasar saat menerima Makan Bergizi Gratis di SDN 247 Sukapura, Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/07/2026).[astakom/str-Budi Yanto]

astakom.com, Jakarta – Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, (28/10/2026) menjadi momentum untuk menyoroti upaya pengembangan generasi muda melalui pendidikan, peningkatan keterampilan, hingga perluasan peluang kerja. Sejumlah program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencakup berbagai bidang tersebut, mulai dari pemenuhan gizi hingga penguatan kompetensi calon tenaga kerja.

Melansir dari keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) yang diterima pada Rabu, (28/10/2026), Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan menjelaskan bahwa pengembangan anak muda menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia untuk masa depan Indonesia.

Program pendidikan dan pemenuhan gizi jadi perhatian

Salah satu program yang disorot adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan data yang disampaikan Bakom RI per 9 Oktober 2026, program tersebut telah menjangkau 57,5 juta penerima melalui 26.385 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Penerimanya mencakup 46,2 juta siswa, 3,9 juta tenaga pendidik, serta 7,4 juta kelompok rentan. Pemerintah juga menargetkan jangkauan program ini mencapai 72,4 juta penerima pada 2027.

Di bidang pendidikan, Sekolah Rakyat tercatat beroperasi di 182 titik per 23 September 2026, dengan lebih dari 90 lokasi permanen dan sekitar 44.000 siswa. Program tersebut ditargetkan menjangkau lebih dari 150.000 siswa pada 2027, sementara pembangunan sekolah permanen ditargetkan mencapai 500 lokasi pada 2029.

Pemerintah turut menjalankan revitalisasi sekolah dan penyediaan sarana pembelajaran digital. Bakom RI mencatat, revitalisasi dilakukan terhadap 16.167 sekolah pada 2025. Untuk 2026, program tersebut menyasar 11.744 sekolah dengan progres sekitar 70 persen, sedangkan target keseluruhan yang disampaikan mencapai 71.744 sekolah.

Sementara itu, papan interaktif digital telah didistribusikan ke 288.865 satuan pendidikan pada 2025. Pada 2026, pemerintah merencanakan tambahan tiga perangkat per sekolah, dengan empat ruang kelas menjadi sasaran penggunaan perangkat tersebut.

Peluang kerja dan peningkatan keterampilan

Selain pendidikan, pengembangan keterampilan dan kesiapan memasuki dunia kerja juga menjadi bagian dari program yang dipaparkan Bakom RI. Salah satunya melalui program magang nasional selama enam bulan.

Program tersebut memiliki target 100.000 peserta pada 2025 dan 150.000 peserta pada 2026. Bakom RI juga menyebut sekitar 30.000 peserta program magang 2025 telah direkrut secara permanen oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.

Pemerintah turut memperkenalkan program SMK Go Global untuk membuka peluang bagi lulusan sekolah menengah kejuruan dan masyarakat agar dapat mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan. Pendaftaran program ini dibuka pada 12 Agustus 2026. Hingga data yang disampaikan Bakom RI, jumlah peserta yang dijangkau tercatat 7.239 orang dari target 40.000 orang pada 2026.

Dalam jangka panjang, program tersebut menargetkan pengembangan 500.000 talenta hingga 2029, yang terdiri dari 300.000 lulusan SMK dan 200.000 orang dari masyarakat umum.

Bakom RI soroti pembentukan karakter anak muda

Syahganda menekankan bahwa pembangunan generasi muda tidak hanya berkaitan dengan akses pendidikan atau kesempatan bekerja, tetapi juga pembentukan karakter dalam menghadapi tantangan.

“Negara menempatkan karakter anak muda sebagai titik awal kemajuan. Pemerintah membentuk generasi yang tidak menyerah saat menghadapi kesulitan dan tidak runtuh saat gagal. Negara membuka jalan agar pemuda berani bermimpi setinggi langit dan bekerja sekeras mungkin sampai memberi yang terbaik bagi bangsa,” jelas Syahganda, dalam keterangannya, pada Rabu (28/10/2026).

Berbagai program yang dipaparkan tersebut mencakup pemenuhan gizi, akses pendidikan, peningkatan sarana belajar, serta pengembangan keterampilan untuk memasuki dunia kerja. Data dan target yang disampaikan Bakom RI menunjukkan sejumlah langkah yang diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia, meski pencapaian setiap program tetap perlu dilihat berdasarkan perkembangan pelaksanaannya. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Hari Sumpah Pemuda bukan cuma soal mengenang perjuangan generasi terdahulu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa anak muda membutuhkan akses pendidikan, gizi yang memadai, keterampilan, dan kesempatan kerja untuk berkembang. Program-program pemerintah tersebut menjadi salah satu upaya yang disampaikan untuk mendukung kebutuhan itu, sementara hasil akhirnya akan terlihat dari pelaksanaan dan manfaat nyata yang dirasakan generasi muda.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto Sumpah Pemuda Hari Sumpah Pemuda Hari Sumpah Pemuda 2026 generasi muda Generasi Muda Indonesia Program Presiden

Infografis

Terkini