1 Tahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Negara Hadir Putus Kemiskinan

Penulis: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:03 WIB
1 Tahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Negara Hadir Putus Kemiskinan
Kemensos RI menggelar peringatan satu tahun berjalannya program Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). [Kemensos]

astakom.com, Jakarta — Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menggelar peringatan satu tahun berjalannya program Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). Mengusung tema besar "Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita", momentum ini menjadi penegasan komitmen negara dalam memutus mata rantai transmisi kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan terpadu dan penjangkauan langsung ke akar rumput.

Acara dipimpin langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 7.000 peserta secara luring yang terdiri atas siswa Sekolah Rakyat, orang tua murid, kepala sekolah, tenaga pendidik, SDM PKH, Tagana, TKSK, PSM, serta pilar-pilar sosial lainnya, sementara puluhan ribu peserta lainnya menyimak secara daring dari Sentra Kemensos dan Sekolah Rakyat di seluruh penjuru tanah air.

Dalam amanatnya, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan manifestasi konkret dari implementasi Pasal 31, Pasal 34 ayat (1), dan Pasal 33 UUD 1945.

"Di Sekolah Rakyat, ketiga pasal itu bertemu dalam satu tubuh: seorang anak," tegas Gus Ipul, dikutip dari laman Kemensos.

Sebanyak 741 siswa utusan dari berbagai pelosok Nusantara turut unjuk kebolehan membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan halangan untuk berprestasi. Mulai dari tarian tradisional Aceh, Sulawesi, Papua, dan Nusa Tenggara Timur, hingga demonstrasi seni bela diri karate, pencak silat, kepanduan pramuka, serta baris variasi yang memukau penonton di tribun GOR Sudiang. Panggung peringatan juga diwarnai dengan pementasan drama teatrikal, deklamasi puisi, paduan suara, dan pembacaan ikrar Teks Sumpah Pemuda.

“Kebanggaan kami sederhana, ketika mereka tampil dengan percaya diri, kembali bisa membaca, kembali mengenal bangku sekolah,” ucap Mensos.

Sentuhan untuk the invisible people dan model penjangkauan door-to-door

Gus Ipul mengungkapkan bahwa gagasan Sekolah Rakyat berakar dari visi fundamental Presiden Prabowo Subianto yang menolak pasrah terhadap pewarisan garis kemiskinan serta mengajak seluruh elemen bangsa untuk berpaling kepada mereka yang selama ini kerap terabaikan (the invisible people).

"Kalau bapaknya pemulung, anaknya tidak boleh jadi pemulung. Kalau bapaknya tukang becak, anaknya tidak perlu harus jadi tukang becak," tegas Gus Ipul mengutip arahan Presiden.

Berbeda dari institusi pendidikan konvensional, Sekolah Rakyat tidak menerapkan sistem pendaftaran administratif terbuka, melainkan berbasis penjangkauan aktif (outreach). Berbekal basis data terpadu, para pendamping sosial menyisir rumah keluarga miskin secara door-to-door di 497 kabupaten/kota. Dari proses ini, terungkap fakta miris di mana lebih dari 180 ribu anak usia sekolah terpaksa putus sekolah dan bekerja demi menyokong nafkah keluarga.

Setelah dijangkau, anak-anak tersebut melewati proses pemulihan komprehensif, mulai dari pemeriksaan kesehatan fisik, rehabilitasi psikologis, matrikulasi akademik, hingga pemetaan potensi genetik (Talent DNA). Dari 11 ribu anak yang telah melalui pemetaan bakat, teridentifikasi fakta bahwa 4 dari 10 anak memiliki potensi unggul di bidang sains dan teknologi.

Ekosistem asrama dan pembelajaran ini ditopang oleh hampir 5.000 guru, 7.000 wali asuh, dan lebih dari 2.000 wali asrama dengan menitikberatkan pada tiga pilar transformasi: fisik (gizi dan kesehatan), mental (kepercayaan diri dan karakter), serta akademik.

“Mereka bukan sekadar pendidik dan pengasuh. Mereka adalah ayah dan ibu kedua bagi anak-anak,” puji Gus Ipul.

Jejaring 182 sekolah, prestasi global, dan intervensi keluarga menyeluruh

Dalam kurun waktu setahun, Sekolah Rakyat telah berekspansi ke 182 titik layanan di Indonesia yang mendidik 44 ribu siswa. Angka tersebut mencakup 100 titik Sekolah Rakyat Permanen (93 telah beroperasi penuh dan 7 unit dalam tahap konstruksi akhir) serta 82 unit Sekolah Rakyat Rintisan.

Sepanjang tahun pertama, para murid berhasil menyumbangkan 11 prestasi di level internasional, lebih dari 200 torehan prestasi nasional, serta lebih dari 1.100 capaian di bidang seni, sains, dan olahraga. Jaminan masa depan lulusan juga mulai terwujud nyata, di mana 12 lulusan perdana jenjang SMA tahun ini langsung terserap: 7 siswa mengantongi beasiswa penuh di perguruan tinggi dan 5 siswa lainnya langsung memasuki dunia kerja profesional sesuai minat dan bakatnya.

Di saat yang sama, Kemensos memastikan intervensi dilakukan secara holistik dengan memberdayakan keluarga siswa. Seluruh keluarga murid dipastikan menerima jaring pengaman sosial reguler, lebih dari 10.000 hunian orang tua telah direnovasi lewat program bedah rumah, lebih dari 11.000 orang tua menerima stimulus modal usaha, serta lebih dari 9.000 kepala keluarga menerima layanan rehabilitasi sosial Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen pemerintah pusat dalam pengentasan kemiskinan terintegrasi ini. Ia menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk terus mengawal dan mendukung alokasi anggaran pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Sulsel.

“Maka kami apresiasi, atas nama pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, selaku Gubernur, mengucapkan terima kasih, Kepada Pak Presiden Prabowo Subianto, beserta seluruh jajaran yang telah menginisiasi, melaksanakan program ini, untuk generasi emas kita 2045,” pungkas Sudirman. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway

Bongkar transmisi kemiskinan struktural lewat aksi nyata, bukan sekadar teori! Sekolah Rakyat membuktikan komitmen gokil negara di Hari Sumpah Pemuda ke-98: sistem jemput bola door-to-door buat nyelamatin ratusan ribu anak putus sekolah, dipetakan Talent DNA-nya, hingga sukses cetak 11 prestasi dunia dan tembus beasiswa kuliah. Pendekatannya bener-bener 360 derajat karena nggak cuma ngedidik muridnya, tapi rumah orang tuanya dibedah dan dikasih modal usaha. Ini baru nama intervensi sosial yang impactful!

Sekolah Rakyat Kemensos Mensos Mensos Gus Ipul

Infografis

Terkini