Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Beri Solusi Nyata

Penulis: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:08 WIB
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Beri Solusi Nyata
Menpora Erick Thohir. [Kemenpora]

astakom.com, Jakarta — Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan urgensi penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepemudaan yang komprehensif. Regulasi baru ini dirancang untuk menjawab kompleksitas tantangan zaman sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi masa depan generasi muda Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Menpora Erick saat berbicara di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin (26/10/2026). Ia memaparkan bahwa lanskap perjuangan pemuda saat ini telah bergeser drastis dibandingkan era Sumpah Pemuda 1928. Jika dahulu pemuda berjuang melawan penjajahan fisik, generasi masa kini dan masa depan dihadapkan pada turbulensi geopolitik, pergeseran geoekonomi, hingga disrupsi digitalisasi.

“Tantangan generasi muda sekarang ini dengan masa Sumpah Pemuda 1928 jelas berbeda. Kala itu, pemuda berjuang menghadapi perbudakan. Sementara, generasi mendatang bakal menghadapi perubahan geopolitik, geoekonomi, serta digitalisasi,” ujar Menpora Erick dalam rilis yang diterima redaksi astakom.com.

Lebih lanjut, Erick membeberkan data global yang mengkhawatirkan, di mana sekitar 65 juta anak muda di seluruh dunia saat ini berada dalam kondisi menganggur. Selain itu, rasio tekanan psikologis juga kian mengkhawatirkan dengan catatan satu dari tujuh anak muda mengalami masalah kesehatan mental.

Pendekatan partisipatif dan deregulasi 191 aturan

Menghadapi tantangan masif tersebut, pemerintah memandang perlunya desain besar (grand design) kepemudaan yang dirumuskan secara partisipatif. Menpora menekankan bahwa penyusunan kebijakan tidak boleh bersifat top-down, melainkan harus melibatkan ruang dialog terbuka untuk mendengarkan langsung aspirasi dari para pemuda.

“Inilah alasan mengapa dalam menyusun desain besar kepemudaan, kita mengajak semua pihak untuk mendengarkan aspirasi pemuda,” terang Menpora Erick.

Sebagai bagian dari komitmen reformasi tata kelola, Kemenpora telah mengambil langkah berani berupa deregulasi besar-besaran. Sebanyak 191 aturan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) dipangkas dan disederhanakan menjadi hanya empat aturan utama guna menghapus birokrasi yang kaku dan mempercepat akselerasi program kepemudaan.

Langkah strategis ini turut diperkuat melalui pelaksanaan forum seperti Indonesia Youth Summit serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar eksekusi program kepemudaan menjadi lebih tepat sasaran.

Penyelarasan kebijakan pusat dan daerah

Di sisi lain, Menpora Erick juga menyoroti pentingnya sinkronisasi arah kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Pihaknya secara proaktif mengumpulkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dari berbagai wilayah di Indonesia untuk memastikan tidak ada dislokasi program yang justru merugikan pemuda di tingkat lokal.

“Pusat dan daerah harus punya kebijakan yang sama. Jangan pusat dan daerah beda, kasihan anak mudanya,” pungkas Menpora Erick. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway

Isu lapangan kerja global dan mental health jadi red flag utama anak muda masa kini! Lewat dorongan RUU Kepemudaan dan aksi berani pangkas 191 aturan Permenpora jadi cuma empat, Menpora Erick ngegas transisi birokrasi biar makin sat-set ngadepin tantangan digitalisasi dan geoekonomi. Plus, pelibatan suara anak muda langsung lewat forum-forum dialog buktiin kalau regulasi ke depan bener-bener dirancang relate sama realitas zaman now!

Menpora Menpora Erick Thohir kemenpora RUU Kepemudaan

Infografis

Terkini