Cara Gubernur Pramono ‘Pecut’ Disiplin ASN Jakarta: Zero Tolerance Langsung Kunci Pintu Rapat buat yang Terlambat

Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 26 Oktober 2026 | 12:03 WIB
Cara Gubernur Pramono ‘Pecut’ Disiplin ASN Jakarta: Zero Tolerance Langsung Kunci Pintu Rapat buat yang Terlambat
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meninjau langsung kualitas layanan di Mal Pelayanan Publik di Karet Kuningan, Jakarta, Jumat (02/10/2026).[Dok. Pemprov DKI Jakarta]

astakom.com, Jakarta -  Pemprov DKI Jakarta makin strict soal kedisiplinan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bikin aturan main baru buat para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta: siap pun yang datang terlambat alias ngaret, fix enggak diizinkan buat join rapat.

Langkah tegas ini diambil sebagai cara Pemprov DKI mendisiplinkan para ASN sekaligus menerapkan budaya kerja baru.

"Apa yang dibangun? Corporate culture. Begitu sekarang acara di DKI Jakarta, semuanya sudah disiplin," ujar Pramono di Jakarta Timur, Minggu (25/10/2026).

Pramono menjelaskan bahwa penerapan corporate culture ini punya orientasi jelas, yaitu membiasakan jajarannya buat respect sama waktu dan menaikkan level profesionalisme ASN. Harapannya, kualitas pelayanan publik dan pelaksanaan tugas pemerintahan bisa jauh lebih maksimal.

Bye-Bye Budaya Ngaret

Mengilas balik pengalaman awalnya saat memimpin rapat di Balai Kota, Pramono mengungkapkan kalau budaya ngaret hingga 30 menit dulu dianggap hal yang biasa dan lumrah. Namun, kebiasaan lama itu kini disapu bersih lewat penegakan aturan yang serba tepat waktu.

Bahkan, keterlambatan tipis-tipis pun enggak bakal lolos dari komitmen disiplin ini.

"Sekarang begitu terlambat 1-2 menit, saya dengan halus akan mengatakan: lebih baik tidak ikut rapat daripada rapat terlambat," tegas Pramono.

Transparansi dalam Pengambilan Keputusan

Selain urusan waktu, Pramono juga menggarisbawahi pentingnya transparansi. Ia memastikan seluruh kebijakan Pemprov DKI selalu digodok dan disepakati bersama dalam forum rapat resmi, bukan atas keputusan sepihak atau personal.

"Dan saya enggak pernah memutuskan sesuatu hal yang bersifat bukan di rapat tapi pribadi, enggak pernah.Semua keputusan adalah keputusan secara terbuka," pungkasnya. (RaM)

Gen Z Takeaway

Intinya, Pemprov DKI under kepemimpinan Pak Pramono lagi upgrade budaya kerja ala korporat yang super disciplined. Buat para ASN DKI, budaya ngaret udah resmi di-cancel—karena telat 1-2 menit aja langsung auto-lock-out dari ruangan rapat. Selain bikin skema kerja jadi lebih profesional dan menghargai waktu, semua eksekusi kebijakan juga dijamin transparent hasil kesepakatan rapat bareng, no secret-secret club.

pramono anung pemprov dki jakarta Aparatur Sipil Negara (ASN)

Infografis

Terkini