Tingkat Kepercayaan Publik ke Pemerintah Presiden Prabowo Tembus 67 Persen, Apa Saja Indikatornya?
astakom.com, Jakarta – Tren kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan angka optimistis. Berdasarkan laporan survei terbaru dari Parameter Politik Indonesia (PPI), mayoritas masyarakat yakin pasangan ini mampu mengeksekusi program kerja nasional dengan optimal.
Survei yang melibatkan responden dari berbagai penjuru tanah air ini memotret peta persepsi publik mengenai kinerja, ekspektasi, serta evaluasi terhadap jalannya roda pemerintahan.
Publik masih sangat optimis
Optimisme publik menjadi pilar utama dalam temuan survei kali ini. Mayoritas responden memberikan respons positif terhadap kemampuan pasangan pimpinan negara dalam menuntaskan agenda-agenda strategis pemerintah.
"Sebanyak 67,0 persen masyarakat masih optimis bahwa pemerintah akan mampu menjalankan kewajibannya dengan baik," ucap Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno di Jakarta, Minggu (18/10/2026), dikutip astakom.com.
Di sisi lain, potret suara responden mencatat 24,4 persen mengaku tidak percaya, sementara 8,6 persen sisanya memilih tidak memberikan jawaban.
Rincian kepuasan terhadap Presiden dan Wapres
Selain mengukur tingkat kepercayaan, riset PPI juga membedah tingkat kepuasan (satisfaction rate) publik secara terpisah terhadap figur Presiden dan Wakil Presiden:
- Kinerja Presiden Prabowo Subianto: Sebanyak 65,2 persen responden menyatakan puas, sedangkan 32,5 persen merasa kurang puas.
- Kinerja Wapres Gibran Rakabuming Raka: Sebanyak 49 persen responden mengekspresikan kepuasan, sementara 38,5 persen berada di posisi tidak puas.
Melihat kalkulasi persepsi tersebut, pimpinan riset PPI menekankan pentingnya sinergi untuk mendongkrak capaian kinerja di masa mendatang.
"Hal ini menunjukkan bahwa untuk mampu mengembalikan level kepuasan hingga di atas 70 persen dibutuhkan peningkatan kinerja bersama," kata Adi.
Metodologi dan data lapangan survei
Pengumpulan data survei PPI ini dirancang melalui pendekatan statistik yang terukur:
- Populasi Responden: Warga negara Indonesia yang genap berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
- Jumlah Sampel: 1.200 responden.Sebaran Wilayah: Mencakup 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, hingga 120 desa/kelurahan.
- Metode Sampling: Multistage random sampling.
- Teknik & Waktu Lapangan: Wawancara tatap muka langsung (face-to-face) pada rentang waktu 26 September hingga 6 Oktober 2026. (aNs)
Gen Z Takeaway
Era baru pemerintahan ini terbukti masih dapat green flag besar dari masyarakat—sebab 67% warga percaya penuh dan optimis kalau kabinet baru ini bakal sanggup deliver janji-janji politiknya secara maksimal.









