Mengulik Sejarah Balai Kota Limoges: Ikon Abad ke-19 yang Runtuh Akibat Kerusuhan di Prancis

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 19 Oktober 2026 | 15:32 WIB
Mengulik Sejarah Balai Kota Limoges: Ikon Abad ke-19 yang Runtuh Akibat Kerusuhan di Prancis
Balai Kota Limoges terbakar dalam kerusuhan di Prancis, Sabtu (17/10/2026). [Kementerian Dalam Negeri Prancis]

astakom.com, Jakarta - Kerusuhan besar yang melanda Prancis pada Sabtu (17/10/2026) tak cuma meninggalkan kekacauan di jalanan, tetapi juga menghancurkan warisan sejarah berharga. Balai Kota Limoges (Hôtel de Ville de Limoges), bangunan bersejarah berusia lebih dari 140 tahun yang megah berdiri sejak abad ke-19, mengorbankan bagian atap dan menara jamnya yang roboh dilalap si jago merah.

Aksi protes masyarakat yang awalnya menyoroti melonjaknya biaya hidup dan persoalan layanan publik mendadak berujung anarkis. Mengutip laporan Reuters, sekelompok orang bertopeng dilaporkan nekat menerobos masuk ke dalam gedung sebelum api membesar dan membumihanguskan bangunan simbol identitas Kota Limoges tersebut.

Berdiri dari warisan Alfred Fournier hingga sentuhan arsitek istana Versailles

Dihimpun dari catatan sejarah bangunan, Balai Kota Limoges bukan sekadar kantor administrasi biasa. Pembangunan gedung ini bermula dari kemurahan hati Alfred Fournier, seorang pemilik tanah kaya asal Limoges yang meninggal tanpa keturunan pada 24 Juli 1875 dan mewariskan seluruh propertinya kepada kota.

Sebelum gedung permanen berdiri, pelayanan kota sempat menumpang di Hôtel de la Bastide di Rue Turgot. Dewan kota kemudian menunjuk arsitek Charles-Alfred Leclerc pemenang Grand Prix de Rome sekaligus mantan kepala arsitek Istana Versailles untuk merancang gedung baru.

Diresmikan pada 14 Juli 1883, bangunan ini memadukan gaya Neo-Renaisans dan Louis XIII yang terinspirasi langsung dari Balai Kota Paris (Hôtel de Ville). Menara lonceng setinggi 43 meter dan tiga bagian bangunan beratap batu tulis menjadi ciri khas paling menawan dari kompleks ini.

Mahakarya seni abad ke-19: fasad mewah, lukisan bersejarah, dan air mancur porselen

Keindahan arsitektur Balai Kota Limoges tersimpan rapi pada detail fasad hingga interiornya. Jam depan gedung dihiasi lambang Kota Limoges dan diapit dua patung karya Tony Noel yang melambangkan industri kriya emas serta kerajinan enamel (enameling). Bagian parapet atapnya juga dipercantik empat medali buatan Giandomenico Facchina yang menggambarkan tokoh-tokoh besar seperti Léonard Limosin dan Jean-Baptiste Jourdan.

Di dalam gedung, pengunjung disambut lantai marmer merah muda dan tangga ganda yang megah. Dindingnya dihiasi lukisan sejarah mahakarya Henri-Paul Motte, Abel Trinocq, Jean-Joseph Weerts, hingga Urbain Bourgeois. Tak berhenti di situ, di area luar gedung berdiri air mancur ikonik buatan tahun 1892-1893 karya Charles Genuys yang memadukan porselen, perunggu, dan granit hasil kolaborasi sekolah seni Paris dan Limoges.

Atas nilai sejarah dan estetikanya yang amat tinggi, pemerintah Prancis resmi mendaftarkan Balai Kota Limoges sebagai Monumen Bersejarah (monument historique) sejak 15 Januari 1975.

Menara jam 43 meter roboh, wali kota ngamuk & pelayanan publik lumpuh total

Tragedi pembakaran pada Sabtu (17/10/2026) mengubah segalanya. Seperti dilaporkan Reuters, kobaran api menyebabkan atap gedung runtuh total dan menara jam setinggi 43 meter roboh tak tersisa. Walau sayap barat gedung dilaporkan masih utuh, hancurnya sebagian besar bangunan menjadi pukulan telak bagi warisan budaya Prancis.

Prefek Haute-Vienne, Maurice Barate, menegaskan bahwa ada unsur kesengajaan dari sekelompok orang yang menerobos masuk sebelum menyalakan api. Sementara itu, Wali Kota Limoges Guillaume Guérin mengecam keras aksi tersebut dan menegaskan bahwa perusakan fasilitas umum tidak bisa dibenarkan atas alasan menyampaikan aspirasi.

Imbas dari kebakaran tragis ini, Pemerintah Limoges Métropole mengumumkan bahwa pelayanan publik di balai kota tidak dapat beroperasi normal dan harus disesuaikan secara darurat. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Bener-bener bikin nyesek banget! Demo biaya hidup di Prancis berujung tragedi budaya setelah Balai Kota Limoges yang berstatus Monumen Bersejarah sejak 1975 sengaja dibakar kelompok bertopeng pada Sabtu (17/10/2026). Gedung mahakarya arsitek Istana Versailles berusia 140 tahun lebih ini harus kehilangan atap dan menara jam 43 meternya yang roboh total, bikin Wali Kota Guillaume Guérin ngamuk keras dan layanan publik kota lumpuh seketika.

perancis Balaikota Perancis Penjarahan Aksi kerusuhan Biaya Hidup

Infografis

Terkini