Trump Resmi Dukung Netanyahu di Pemilu Israel, Ancam Lepas Tangan Kalau 'Bibi' Kalah
astakom.com, Jakarta - Menjelang detik-detik akhir gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) nasional Israel, konstelasi politik Timur Tengah mendadak makin sengit! Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi memberikan dukungannya (endorsement) kepada Perdana Menteri Israel yang tengah diterpa berbagai tekanan, Benjamin Netanyahu, pada Minggu (18/10/2026).
Langkah dukungan ini menjadi suntikan amunisi yang sangat dinantikan oleh Netanyahu mengingat tingginya popularitas Trump di Israel. Menariknya, endorsement ini sempat ditahan oleh Trump selama berbulan-bulan menjelang hari pemungutan suara pada 27 Oktober 2026 kelak yang sekaligus menjadi pemilu nasional pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Sempat pecah kongsi soal isu Iran & Gaza
Bukan rahasia lagi kalau hubungan kedua pimpinan ini sempat diwarnai dinamika panas. Selama delapan bulan perang dengan Iran tahun ini, strategi Trump dan Netanyahu sempat berseberangan. Trump sempat mengkritik langkah Israel menyerang ladang gas penting Iran, menyebut Netanyahu "gila" pada Juni lalu, hingga dibuat gusar oleh pertempuran Israel dengan Hizbullah di Lebanon yang dinilai menghambat perundingan damai. Tak cuma itu, pada Agustus lalu Netanyahu juga menolak rencana gencatan senjata Gaza yang diajukan Trump. Dikutip Eurones, Senin (19/10/2026).
Namun, lewat unggahan di media sosialnya, Trump akhirnya luluh dan memberikan pujian setinggi langit. Ia menyebut Netanyahu sebagai "perdana menteri pejuang yang hebat dan mitra perdamaian yang bahkan lebih hebat lagi dalam melawan Republik Islam Iran."
Netanyahu pun langsung merespons dukungan tersebut lewat pernyataan berbahasa Ibrani di platform X. "Terima kasih, Presiden Trump, atas dukungan luar biasa dan kerja samanya. Bersama-sama kita akan menyelesaikan misi ini!" tulis Netanyahu sembari menyertakan video singkat berisi momen kebersamaan mereka.
"Kalau bukan Bibi yang pimpin, AS malas bantu Israel!"
Dalam unggahan yang sama, Trump melontarkan ancaman terbuka terkait konfrontasi dengan Iran. Ia menyatakan bakal "segera menyelesaikan pekerjaan" melawan Iran kecuali negara tersebut mengubah sikapnya dengan cepat. Namun, Trump memberikan syarat keras yang bergantung pada hasil pemilu Israel.
"Jika Israel dipimpin oleh orang yang salah, yaitu siapa pun selain Bibi (Netanyahu), Amerika harus melakukan pekerjaan ini sendiri, dan saya tidak condong untuk melakukan itu," tegas Trump.
Ia menilai Netanyahu sebagai sosok yang kuat, pemberani, dan brilliant di tengah gelombang oposisi yang sangat besar, termasuk dari dalam negeri Israel sendiri. Gertakan Trump ini dinilai menjadi kartu AS buat mendongkrak posisi Partai Likud di tengah ketidakpastian dampak endorsement tersebut pada persaingan pemilu yang diprediksi bakal berjalan super ketat.
Jejak endorsement Trump di Pemilu mancanegara
Pola memberikan stempel persetujuan kepada kandidat pemimpin luar negeri memang makin gencar dilakukan Trump pada masa jabatan keduanya. Sebelum mengarahkan dukungannya kepada Netanyahu di Israel, Trump tercatat pernah memberikan dukungan politiknya kepada sejumlah tokoh dunia lainnya.
Di antaranya adalah Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán (yang sayangnya gagal mengamankan masa jabatan kelima), Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Presiden Polandia Karol Nawrocki, hingga beberapa pemimpin di kawasan Amerika Latin. (RaM)
Gen Z Takeaway
Plot twist politik internasional yang makin seru buat disimak! Setelah sempat saling sentil dan beda pandangan soal strategi perang Iran serta masa depan Gaza, Donald Trump akhirnya resmi all outmendukung Benjamin Netanyahu sembilan hari menjelang Pemilu Israel 27 Oktober 2026. Gak main-main, Trump bahkan mengancam bakal lepas tangan membantu konflik kawasan kalau sampai kursi PM Israel jatuh ke tangan figur selain Netanyahu.









