Menjelang 2 Tahun Presiden Prabowo, Program Sekolah Rakyat Rangkul 44.000 Anak di 182 Titik Indonesia
astakom.com, Jakarta - Menyambut dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pencapaian luar biasa berhasil dicetak oleh program Sekolah Rakyat. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 44.000 anak di 182 lokasi yang tersebar di 34 provinsi.
Program ini emang dirancang khusus buat membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, termasuk mereka yang sempat putus sekolah atau berisiko berhenti mengecap pendidikan.
Sebagai langkah memperkenalkan program ini secara lebih luas, Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar Open House Sekolah Rakyat secara serentak di 182 titik se-Indonesia pada Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan Open House dibuka langsung secara daring dan luring oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat. Turut hadir Sekjen Kemensos Hasan Chabibie beserta jajaran Kemensos. Momen ini terasa makin istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto, di mana Gus Ipul memimpin doa bersama agar Presiden senantiasa diberi kesehatan, umur panjang, keberkahan, serta kesuksesan dalam memimpin bangsa.
Visi Presiden Prabowo: putus rantai kemiskinan lewat fasilitas sekolah berasrama
Inisiatif Sekolah Rakyat murni lahir dari kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap warga yang paling membutuhkan dan kurang berdaya. Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada 7 Juni 2026, Prabowo menegaskan bahwa arah pembangunan bangsa adalah mewujudkan kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat, dengan pendidikan sebagai pilar utamanya.
Komitmen tersebut kembali disampaikan dalam pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR pada 14 Agustus 2026. Prabowo memaparkan bahwa Sekolah Rakyat berkonsep sekolah berasrama dengan fasilitas lengkap, mulai dari ruang kelas, asrama tempat tinggal, santapan bergizi, perangkat komputer, tenaga pengajar berkualitas, hingga lingkungan belajar yang aman. Ia menekankan bahwa anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung tidak boleh terus-menerus terpuruk dalam kemiskinan.
Dampak positif dari program ini sudah dirasakan langsung oleh para siswa. Di antaranya Muhammad Rizky Pratama dari SRMP 2 Medan yang sebelumnya sempat putus sekolah demi jualan ikan, serta Citra Nur Ramadhani asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, yang hampir berhenti sekolah untuk membantu ibunya yang disabilitas berjualan kacang usai ayahnya wafat.
Tak hanya itu, keberhasilan program ini dibuktikan oleh tujuh murid Sekolah Rakyat di Makassar yang sukses memboyong prestasi pada Olimpiade Nasional Indonesia ke-15 di bidang matematika, biologi, bahasa Indonesia, sejarah, dan sosiologi.
Ekspansi program & pentingnya pengawasan bersama masyarakat
Berjalan sejak tahun 2025, Sekolah Rakyat tidak sekadar menyajikan pembelajaran formal, tetapi juga memadukan pengembangan karakter dan rehabilitasi sosial. Pendekatan ini terbukti ampuh membangkitkan kembali rasa percaya diri serta membangun asa anak-anak yang sempat terpuruk.
Gus Ipul menyampaikan rasa syukurnya melihat perkembangan anak-anak yang kini lebih berani dan percaya diri saat tampil di hadapan publik. Meski begitu, ia menyadari bahwa perjalanan program ini masih panjang serta masih dihadapkan pada berbagai tantangan dan kekurangan yang perlu terus diperbaiki.
Melalui Open House serentak ini, Kemensos mengundang jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga warga sekitar untuk datang melihat langsung aktivitas anak-anak di Sekolah Rakyat. Gus Ipul mengharapkan dukungan berupa doa, masukan, dan pengawasan dari publik, sembari menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan TNI-Polri, pemda, LSM, serta seluruh elemen yang telah menyokong keberhasilan program gagasan Presiden Prabowo ini. (RaM)
Gen Z Takeaway
Aksi nyata yang patut diacungi jempol! Menyambut 2 tahun masa kepemimpinan Prabowo-Gibran, program Sekolah Rakyat terbukti berhasil merangkul lebih dari 44 ribu anak kurang mampu dan rentan putus sekolah di 182 lokasi pada 34 provinsi. Gak cuma menyediakan fasilitas sekolah berasrama gratis yang super lengkap mulai dari hunian, makanan bergizi, hingga akses komputer program ini juga sukses menggembleng mental dan karakter para siswa hingga mampu mencetak prestasi keren di ajang olimpiade tingkat nasional.









