Krisis Biaya Hidup Merembet ke Italia dan Portugal, Kerusuhan Pecah!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 19 Oktober 2026 | 06:06 WIB
Krisis Biaya Hidup Merembet ke Italia dan Portugal, Kerusuhan Pecah!
Krisis Biaya Hidup Merembet ke Italia dan Portugal, Kerusuhan Pecah! (Ilustrasi bendera Italia pexels)

astakom.com, Jakarta – Gelombang aksi menentang lonjakan biaya hidup yang belakangan melanda Spanyol dan Prancis kini resmi merembet ke Italia dan Portugal sepanjang akhir pekan.

Di Milan, Italia, aksi protes yang awalnya santai mendadak chaotic hingga memicu bentrokan dengan aparat dan pembakaran properti. Sementara di Lisbon, Portugal, para massa aksi memilih mendirikan kamp tenda demi menyuarakan keresahan atas krisis hunian yang kian gak real.

Bentrok pecah di Milan

Mengutip dari Guardian, Minggu, (18/10/2026), demo di pusat Kota Milan mulanya berlangsung kondusif. Namun, suasana berubah tegang setelah sejumlah perusuh bertopeng mulai melempar batu, bongkahan paving, dan benda berbahaya lainnya ke arah polisi antihuru-hara. Tak cuma itu, barikade yang dirakit dari meja-meja bar juga dibakar di tengah jalan.

Aparat kepolisian terpaksa melepaskan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Rekaman seusai kerusuhan menunjukkan satu unit mobil milik kepolisian Carabinieri mengalami kerusakan parah.

Kantor berita LaPresse melaporkan setidaknya dua polisi mengalami luka-luka dan sekitar 50 demonstran berhasil diamankan, di mana banyak di antaranya masih tergolong di bawah umur.

Kecaman keras PM Italia

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menegaskan kalau menyampaikan pendapat adalah hak warga negara, tetapi ia memberi batasan tegas.

“Membakar kota-kota kita bukan hak warga,” ujar Meloni.

Melalui unggahan di media sosial, Meloni menuding kelompok "perusuh" tersebut sengaja memanfaatkan momen demonstrasi untuk “menebar kekacauan, menyerang mereka yang bertugas menjaga keamanan, dan menyandera seluruh kota.”

Tenda protes di Lisbon

Di sisi lain, Wali Kota Milan dari kubu kiri tengah, Giuseppe Sala, menilai bahwa tuntutan di balik aksi tersebut pada dasarnya masuk akal. Namun, aksi anarkis terhadap penegak hukum dan kerusakan fasilitas kota tetap tidak dapat dibenarkan.

Berpindah ke Lisbon, para peserta aksi mendirikan kamp tenda untuk mendesak pemerintah segera mengatasi krisis perumahan dan kenaikan biaya hidup yang mencekik. Gerakan ini sekilas mengingatkan pada aksi pendudukan serupa di Madrid, Spanyol, tiga pekan sebelumnya.

Ratusan demonstran memadati Lapangan Rossio area populer yang menjadi pusat wisata ibu kota Portugal pada malam hari. Aksi ini merupakan kelanjutan dari gelombang demo besar-besaran yang sebelumnya diikuti ribuan orang di berbagai sudut negara tersebut.

Massa bertekad untuk stay dan menginap di lokasi. Ratusan orang tampak duduk melingkari patung Raja Pedro IV yang megah di tengah lapangan sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

Krisis hunian Portugal

“Kelas sosial Portugal yang membayar pajak, yang menjaga negara ini tetap berjalan, sedang diserang dan kehilangan hak-haknya, terutama hak atas tempat tinggal,” tegas Elena Costa seorang pekerja sosial berusia 46 tahun.

“Jadi, kami semua berkumpul di sini untuk mencoba menjelaskan bahwa kami sedang tercekik.” sambungnya.

Senada dengan Elena, Antonio Margado, seorang insinyur berusia 52 tahun, melayangkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah kanan tengah yang mengarahkan pada "liberalisasi sewa secara total".

“Pemilik properti semakin dilindungi, sementara penyewa yang membutuhkan rumah justru semakin sedikit mendapat perlindungan,” ucapnya.

Berdasarkan data resmi, harga hunian di Portugal melonjak hingga 124 persen sepanjang rentang tahun 2015–2024. Angka lonjakan ini tercatat hampir dua kali lipat lebih cepat jika dibandingkan dengan rata-rata kawasan Uni Eropa.

Dampak kenaikan tarif perumahan ini paling memukul anak-anak muda dan warga lokal Lisbon. Sebagai catatan, sekitar seperempat dari 11 juta lebih total penduduk Portugal mendiami kawasan metropolitan ibu kota tersebut.

Aksi pendudukan tenda di Lisbon pada hari Sabtu ini memperluas gerakan protes perumahan yang sebelumnya sudah start lebih dulu di Kota Porto, Portugal utara, di mana puluhan tenda telah berdiri di area publik.

Sebelumnya, dalam demonstrasi di Lisbon yang diinisiasi oleh konfederasi serikat pekerja CGTP, para peserta menuntut pembenahan layanan publik, jaminan pensiun, perbaikan upah, serta regulasi konkret untuk menekan lonjakan harga rumah.

Menanggapi eskalasi ini, Perdana Menteri Portugal Luís Montenegro menyatakan kalau pemerintahannya memahami kejenuhan dan amarah masyarakat atas hal-hal yang dianggap sebagai celah dalam kebijakan publik.

Meski demikian, ia mengingatkan para rival politiknya agar tidak “mengimpor suasana ketidakstabilan dan protes ke Portugal yang pada kenyataannya tidak mendapat dukungan di masyarakat Portugal.” Pernyataan tersebut disinyalir mengarah pada insiden kerusuhan yang sempat melanda Prancis. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Gusar karena harga sewa kos dan biaya hidup makin naik nggak ngotak tapi gaji stuck di situ-situ aja? Warga Milan dan Lisbon juga udah di titik puncak sabar sampai turun ke jalan dan dirikan tenda karena merasa masa depan dan hak tinggal mereka dirampas keadaan.

Italia Krisis ekonomi Italia Portugal Krisis ekonomi portugal

Infografis

Terkini