Singapura Bakal Usut Perusahaan Dalang Asap Karhutla Indonesia!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 19 Oktober 2026 | 01:08 WIB
Singapura Bakal Usut Perusahaan Dalang Asap Karhutla Indonesia!
Singapura Bakal Usut Perusahaan Dalang Asap Karhutla Indonesia! [Ilustrasi/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta – Polusi kabut asap lintas batas kembali bikin gempar kawasan Asia Tenggara. Kali ini, Singapura nggak mau tinggal diam dan siap mengambil langkah tegas terhadap dalang di balik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bikin udara mereka makin bikin sesak.

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, secara gamblang menegaskan kalau pemerintahannya sedang memata-matai sekaligus menyelidiki perusahaan-perusahaan penanggung jawab karhutla di Indonesia. Jika terbukti bersalah, Singapura nggak segan-segan menyeret mereka ke jalur hukum menggunakan regulasi khusus.

"Jika diperlukan, kami akan mengambil tindakan berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act) Singapura, serta menjajaki langkah bersama dengan negara-negara lain," demikian pada sebuah postingan di media sosial seperti dilansir Channel News Asia, Minggu (18/10/2026).

Singapura ancam tempuh jalur hukum

Sebagai informasi, Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas ini sudah berlaku sejak September 2014. Aturan super ketat ini memberikan kekuatan bagi otoritas Singapura untuk menindak hukum perusahaan mana pun yang bikin gara-gara hingga menyebabkan polusi asap, meskipun markas atau tempat operasi perusahaan tersebut berada di luar wilayah Singapura.

Cuaca ekstrem turut memperkeruh suasana. Wong menuturkan bahwa kekeringan yang berkepanjangan bikin situasi kabut asap tahun ini makin out of control. Walaupun begitu, Singapura tetap berinisiatif mengulurkan tangan ke Indonesia serta merangkul mitra ASEAN demi memadamkan titik api.

Cuaca ekstrem perparah situasi

Dampak kabut asap ini emang nggak main-main. Pada Rabu lalu, kualitas udara di wilayah barat Singapura memburuk parah hingga tingkat PM 2.5 per jam menyentuh angka 288 pada jam 15.00 waktu setempat rekor tertinggi sejak 2015. Tak berhenti di situ, Indeks Standar Polusi (PSI) 24 jam di wilayah yang sama juga melonjak ke angka 212 pada hari Kamis, menembus rekor terburuk sepanjang tahun ini.

Rekor polusi dan aksi pemerintah

Merespons kondisi yang makin memicu kekhawatiran warga, pemerintah Singapura langsung sat-set membagikan masker N95 gratis untuk kelompok rentan. Selain itu, tempat berlindung ber-AC (cooling shelter) juga dibuka di berbagai community club serta titik-titik strategis warga.

"Kami akan memastikan dukungan tersedia bagi mereka yang membutuhkannya," tutur Wong.

"Kita tidak bisa mengendalikan cuaca atau angin, ataupun apa yang terjadi di luar perbatasan kita. Namun, kami akan melakukan segala upaya untuk melindungi warga Singapura, sembari bekerja sama dengan negara-negara tetangga untuk menangani akar penyebab kabut asap tersebut," sambungnya.

Buka Pintu Kerja Sama dan Bantuan

Di sisi lain, Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, memastikan pihak berwenang terus memantau dan mengumpulkan data terkait paparan asap ini sebelum mengeksekusi sanksi hukum.

Fu pun menaruh harapan besar agar pemerintah Indonesia bisa segera menundukkan api di tengah cuaca yang kurang bersahabat, sembari menyisipkan pesan bahwa bantuan Singapura selalu siap meluncur kapan saja.

"Tawaran bantuan kami tetap ada, dan kami dengan senang hati akan mendiskusikannya dengan pihak terkait jika mereka menginginkannya," jelasnya. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Udara Singapura lagi parah banget gara-gara kabut asap karhutla, sampai bikin mereka pasang mode strict buat investigasi perusahaan yang jadi dalangnya lewat regulasi lintas batas. Meskipun cuaca lagi nggak bersahabat dan bikin rekor polusi terburuk, Singapura tetap gercep bagi-bagi masker N95 gratis, nyiapin cooling shelter, sekaligus siap kirim bantuan buat Indonesia biar apinya cepat padam.

singapura Asap Karhutla Karhutla Asean update

Infografis

Terkini