Malu dan Marah! Begini Reaksi Keras Presiden Emmanuel Macron Soal Kerusuhan Parah di Prancis

Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 19 Oktober 2026 | 13:05 WIB
Malu dan Marah! Begini Reaksi Keras Presiden Emmanuel Macron Soal Kerusuhan Parah di Prancis
Macron Speak Up! Prajurit Prancis Tewas di Irak Akibat Serangan Iran (Astakom / Ilustrasi Gemini)

astakom.com, Jakarta - Gelombang kerusuhan besar secara mengejutkan melanda sejumlah kota di Prancis sepanjang akhir pekan. Bentrokan sengit antara massa dan aparat keamanan hingga penjarahan toko tak terelakkan dalam salah satu insiden kekerasan perkotaan terburuk di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Presiden Emmanuel Macron pada Minggu (18/10/2026) secara tegas mengecam seluruh tindakan kekerasan tersebut dan menyatakan bahwa aksi anarkis itu sama sekali tidak dapat dibenarkan.

Kronologi memanasnya kerusuhan: dari aksi sabtu hingga bentrokan minggu

Berdasarkan rentetan fakta yang terjadi di lapangan sepanjang akhir pekan:

  1. Aksi Sabtu (17/10/2026): Berbagai elemen masyarakat mulai dari serikat pekerja, gerakan rompi kuning (yellow vests), hingga kaum pelajar turun ke jalan menyuarakan protes atas melonjaknya biaya hidup dan minimnya prospek masa depan bagi generasi muda. 
  2. Eskalasi & Kerusakan: Kericuhan pecah di berbagai wilayah negara Prancis. Gedung Balai Kota Limoges abad ke-19 hangus dibakar massa, kantor pariwisata di pusat kota Lyon dibakar, serta ratusan toko dirusak dan dijarah. 
  3. Bentrokan Minggu (18/10/2026): Polisi menembakkan gas air mata dan granat kejut di sebuah alun-alun di Paris untuk membubarkan ratusan orang yang berkumpul via seruan media sosial. Massa membalas dengan lemparan batu dan botol, menyebabkan 42 orang ditangkap di lokasi. 
  4. Penjarahan Lanjutan: Sedikitnya lima toko di sekitar Alun-Alun Republique dijarah dan beberapa toko di pusat Paris rusak. Di Lyon, polisi bertindak menghalau sekelompok pemuda yang mencoba menjarah toko pakaian mewah. 

Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan hampir 2.400 orang ditangkap pada Sabtu, serta hampir 1.000 polisi dan anggota gendarmerie mengalami luka-luka, dengan tujuh di antaranya menderita luka parah. Insiden ini juga memakan korban warga sipil yang terluka berat, seperti remaja 17 tahun di Saint-Etienne yang kehilangan tangan kanannya akibat ledakan granat pengendali massa, serta remaja perempuan 17 tahun di Mulhouse yang kehilangan sebelah matanya.

Macron ungkap rasa malu dan marah 

Merespons gambar-gambar balai kota yang terbakar dan toko-toko yang habis dijarah, Presiden Emmanuel Macron menyampaikan pidato nasional dengan nada prihatin dan tegas.

"Malam ini, kita semua merasakan kemarahan dan rasa malu," ungkap Macron sembari mempertanyakan aksi destruktif warganya dikutip Euronews, Senin (19/10/2026).

Macron menegaskan pentingnya membedakan antara demonstran yang menyampaikan tuntutan secara sah dengan kelompok yang berniat merusak dan menjarah. Ia berjanji aparat akan bertindak tanpa kompromi terhadap penghasut dari kelompok sayap kiri ekstrem. Meski mengizinkan pemerintah daerah melarang sebagian aksi unjuk rasa, Macron memutuskan untuk belum mengumumkan status keadaan darurat maupun jam malam.

Terkait evaluasi penanganan, Macron meminta Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez untuk "mengambil semua pelajaran yang diperlukan", khususnya terkait pengumpulan informasi intelijen dan kemampuan mengantisipasi situasi. Pihak pemerintah juga berkomitmen memberikan dukungan bagi pelaku usaha terdampak serta menjamin transparansi penuh atas penanganan aparat.

Panas menjelang pilpres & reaksi keras tokoh dunia

Kerusuhan ini terjadi di tengah meningkatnya tensi politik beberapa bulan menjelang pemilihan presiden Prancis. Kandidat sayap kanan Marine Le Pen (National Rally) menilai kerusuhan ini menunjukkan pemerintahan Macron sudah kehabisan arah. Di sisi lain, pimpinan sayap kiri ekstrem Jean-Luc Melenchon (France Unbowed) memperingatkan situasi bisa makin tak terkendali.

Menanggapi gejolak politik tersebut, Macron menyatakan bahwa Prancis berhak mendapatkan proses Pilpres yang sehat lewat perdebatan, bukan lewat aksi kekerasan di jalanan.

Sementara itu dari kancah internasional, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan komentar menohok di media sosial dengan menyalahkan faktor imigrasi sebagai pemicu kekacauan tersebut. (RaM)

Gen Z Takeaway

Prancis lagi gak baik-baik saja! Akhir pekan lalu, gelombang kerusuhan parah pecah di berbagai kota Prancis gara-gara akumulasi protes biaya hidup dan masalah prospek anak muda yang berujung bentrok, pembakaran fasilitas umum, hingga penjarahan toko mewah. Menanggapi hampir 2.400 orang yang ditangkap dan ribuan aparat terluka, Presiden Emmanuel Macron langsung ngamuk, mengecam aksi anarkis kelompok ekstrem, dan janji bakal menindak tegas para pelaku penjarahan tanpa kompromi.

Prancis Aksi kerusuhan Prancis barat Emmanuel Macron Penjarahan KasusPenjarahan

Infografis

Terkini