IHSG Lagi Turun, Danantara Justru Lihat Peluang Investasi Jangka Panjang

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:37 WIB
IHSG Lagi Turun, Danantara Justru Lihat Peluang Investasi Jangka Panjang
IHSG Lagi Turun, Danantara Justru Liat Peluang Investasi Jangka Panjang [astakom/Danantara]

astakom.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini lagi ngalamin koreksi. Tapi jangan panik dulu! Buat Danantara Indonesia, penurunan ini bukannya sepenuhnya bikin down, tapi justru jadi momentum positive alias peluang emas buat para investor termasuk Danantara sendiri buat entry ke pasar saham tanah air.

Koreksi harga ini bikin valuasi sejumlah emiten, khususnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), makin worth it dan menarik banget buat jadi investasi jangka panjang.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, bilang kalau anjloknya valuasi ini ngebuka pintu lebar buat investor yang punya visi jangka panjang dan selalu ngecek fundamental perusahaan sebelum take action.

"Ini adalah momen, karena kalau kita lihat valuasi dari perusahaan-perusahaan kita yang masih di Bursa, termasuk yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), valuasinya sangat boleh dikatakan rendah pada saat ini karena terjadinya koreksi," kata Rosan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, dikutip astakom.com pada Sabtu (17/10/2026).

Ini soal long-term mindset

Di tengah dinamika pasar yang naik-turun, Danantara negasin kalau mereka gak mau sekadar jadi pemain yang nyari untung instan dari jual-beli saham dalam waktu singkat. Bagi mereka, mindset investasi itu harus fokus pada nilai masa depan.

"Justru kami melihatnya ini adalah suatu opportunity ke depannya, karena tentunya kami sebagai Danantara selalu melihat investasi itu sebagai long term investment, bukan sebagai investor in and out," ungkapnya.

Rosan nambahin kalau fundamental emiten-emiten yang mangkal di BEI sebenarnya masih dalam performa yang solid. Contohnya di sektor perbankan, kinerjanya tergolong mantap dan tahan banting, meskipun valuasi beberapa sahamnya saat ini berada di bawah rata-rata industri.

Sektor perbankan sampai telko lagi undervalued, waktunya berburu!

Gak cuma sektor perbankan yang dilirik, Danantara juga nangkep sinyal prospektif di sektor infrastruktur dan telekomunikasi. Kedua sektor ini dinilai punya napas panjang dan potensi growth yang legit di tengah guncangan pasar saham saat ini.

"Belum lagi di sektor infrastruktur, di sektor telekomunikasi dan yang lain-lain. Justru dari sisi kami, kami selalu melihat bahwa ini adalah opportunity untuk kita sebagai long term investment di pasar modal Indonesia untuk masuk bersama-sama," katanya.

Rebound kinerja emiten didepan mata

Melihat peluang dan soal prospek ke depan, Rosan ngaku optimis banget kalau kinerja saham emiten-emiten lokal bakal segera rebound. Menurutnya, tekanan IHSG saat ini lebih banyak dipicu sama faktor teknikal dan dinamika sentimen pasar semata, bukan karena kinerja fundamental perusahaannya yang flop.

Melihat situasi ini, Danantara mantap menjadikan koreksi pasar sebagai peluang gede buat ngoleksi saham-saham Indonesia berfundamental kuat. Dengan mempertimbangkan prospek bisnis dan valuasi yang makin murah, Danantara siap gaspol memanfaatkan momentum ini demi strategi investasi jangka panjang yang makin kokoh. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

IHSG lagi terkoreksi, tapi Danantara justru melihat peluang investasi jangka panjang. CEO Danantara Rosan Roeslani menilai penurunan harga saham membuat valuasi sejumlah emiten, termasuk BUMN, makin menarik. Sektor perbankan, infrastruktur, dan telekomunikasi juga dinilai punya prospek menjanjikan. Intinya, saat pasar lagi bergejolak, investor tetap perlu melihat fundamental dan potensi bisnis ke depan, bukan sekadar ikut panik melihat pergerakan saham.

Danantara IHSG BUMN Investasi jangka panjang Rosan Perkasa Roeslani

Infografis

Terkini