IHSG Drop Lebih dari 11%! OJK Gaspol Terus Reformasi Pasar Modal

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:06 WIB
IHSG Drop Lebih dari 11%! OJK Gaspol Terus Reformasi Pasar Modal
IHSG Drop Lebih dari 11%! OJK Gaspol Terus Reformasi Pasar Modal (astakom/kolase foto idx-ojk)

astakom.com, Jakarta - Pasar saham Indonesia lagi kena mental. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak anjlok sampai lebih dari 11 persen pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Di tengah situasi pasar modal yang bikin banyak investor panik dan overthinking ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) langsung pasang badan dan pastiin kalau agenda reformasi pasar modal Indonesia bakal tetap digaspol.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menegaskan kalau langkah pembenahan besar-besaran ini bukan cuma sekadar aksi FOMO atau bentuk panik kebijakan demi merespons tekanan dari penyedia indeks global seperti MSCI. Menurutnya, pembenahan ini memang sudah menjadi komitmen jangka panjang demi memperkuat pondasi pasar modal di dalam negeri.

"Iya kita terus melakukan reformasi. Kita kan komitmen melakukan reformasi bukan karena satu index global provider. Tapi memang komitmen kita untuk melakukan reformasi yang tadi kita sampaikan," kata Frederica dalam konferensi pers yang digelar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip astakom.com pada Jumat (16/10/2026).

Reformasi paling bersejarah di pasar modal RI

Frederica ngespill kalau OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) saat ini sedang mengeksekusi agenda perubahan yang super masif. Boleh dibilang, ini adalah aksi pembenahan paling epic dan terbesar yang pernah ada dalam sejarah perjalanan pasar saham tanah air. Langkah-langkah strategis ini pun sebenarnya sudah mulai dicicil sejak awal tahun.

"Saat ini OJK dan SRO sedang melakukan reformasi terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia. Itu sudah kita sampaikan sejak bulan Januari 2026 ini," jelasnya.

Berbagai perbaikan difokuskan untuk menjawab concern serta masukan dari para penyedia indeks global, terutama yang berkaitan erat dengan aspek transparansi dan keterbukaan informasi di pasar modal kita supaya makin clear.

Keterbukaan saham 1% sampai enforcement

Salah satu terobosan paling besar yang dilakukan OJK adalah memperketat aturan transparansi kepemilikan saham. Jika sebelumnya informasi kepemilikan baru wajib dibuka saat menyentuh angka 5 persen, kini OJK memangkas ukurannya jadi jauh lebih rinci mulai dari 1 persen saja.

"Semua concern dari global index provider telah kita patuhi dan laksanakan. Termasuk dalam unsur transparansi, kita yang pada umumnya adalah keterbukaan 5 persen, kita 1 persen kita buka," katanya.

Nggak cuma berhenti di situ, OJK juga bikin struktur pasar jadi makin transparan dengan merinci klasifikasi investor-yang tadinya cuma ada 9 jenis, kini dipecah jadi 39 jenis investor. Langkah ini diambil supaya peta investor di Indonesia makin kelihatan jelas dan detail.

Selain itu, paket reformasi ini juga mencakup penaikan porsi saham beredar di publik (free float) yang dilakukan secara bertahap, plus penegakan aturan (enforcement) yang makin diperketat agar semua pelaku pasar makin disiplin.

"Ini semua juga bisa diterima oleh komunitas global investor juga dan juga enforcement," kata Frederica.

Buy Indonesia, We Are All United!

Tekanan yang menghantam IHSG belakangan ini memang nggak lepas dari munculnya isu rencana MSCI yang sedang mempertimbangkan untuk menyeleksi ulang dan menurunkan status (downgrade) pasar saham Indonesia, dari yang sebelumnya emerging market menjadi standalone market.

Meski situasi sedang keliatan sad dan dipenuhi aura skeptis, Frederica mengajak seluruh masyarakat dan pelaku pasar untuk tidak langsung kehilangan arah. Ia menyerukan agar semua pihak tetap punya mentalitas optimistis, dan bahu-membahu mendukung pasar modal dalam negeri.

"Aku minta dukungan semua. Indonesia harus yakin, buy Indonesia, buy Indonesia, we are all united," ungkap Friderica. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

IHSG anjlok lebih dari 11% pada perdagangan Jumat (16/10/2026), tetapi OJK menegaskan reformasi pasar modal tetap jalan. Pembenahan ini bukan sekadar respons terhadap isu MSCI, melainkan komitmen jangka panjang untuk memperkuat transparansi dan kepercayaan investor. Langkahnya mencakup keterbukaan kepemilikan saham mulai 1%, perincian klasifikasi investor dari 9 menjadi 39 jenis, peningkatan free float secara bertahap, hingga penegakan aturan yang lebih ketat. Di tengah tekanan pasar, OJK mengajak seluruh pihak tetap solid dan optimistis terhadap masa depan pasar modal Indonesia.

OJK Friderica Widyasari Dewi IHSG msci

Infografis

Terkini