Bawa Ekraf ke PBB, Indonesia Siap Ajukan Resolusi Global di WCCE 2026

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 16 Oktober 2026 | 18:05 WIB
Bawa Ekraf ke PBB, Indonesia Siap Ajukan Resolusi Global di WCCE 2026
Bawa Ekraf ke PBB, Indonesia Siap Ajukan Resolusi Global di WCCE 2026 (Plt.Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Kama Pradita Isnomo / Nadiah)

astakom.com, Jakarta – Ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia makin level up di panggung internasional. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bekerja sama erat dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) siap mengusulkan kembali draft resolusi global terkait ekonomi kreatif ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang bakal digelar di Jakarta.

Langkah strategis ini ditempuh agar sektor kreatif tanah air tidak hanya hype di dalam negeri, tetapi juga menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat global.

Target Resolusi PBB

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Kama Pradita Isnomo. Ia menjelaskan kalau kolaborasi diplomasi multilateral ini sejatinya telah dirintis sejak tahun 2018 demi mengglobalisasikan isu ekonomi kreatif dan menyelaraskannya dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

"Pada tahun 2018, Kemlu bersama Kementerian Ekonomi Kreatif telah bekerja sama untuk menyelenggarakan WCCE pertama di Bali, kemudian WCCE yang kedua di Dubai tahun 2021, WCCE yang ketiga di Bali kembali tahun 2022, WCCE yang keempat di Tashkent tahun 2024, kemudian WCCE yang kelima yang akan diselenggarakan di Jakarta dalam waktu yang dekat" tutur Dubes Kama Pradita Isnomo kepada wartawan saat konferensi pers WCCE di gedung Badan Komunikasi Pemerintah RI pada Kamis, (15/10/2026).

"Ini menunjukkan betapa eratnya kerja sama Kemlu dengan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mengedepankan salah satu solusi kita atau alternatif Indonesia untuk menyentuh pertumbuhan ekonomi secara kreatif dengan menjawab dan mengkoresponden dengan sustainable development goals" lanjutnya.

Rekam Jejak Diplomasi

Langkah Indonesia membawa isu ekraf ke PBB bukanlah hal baru. Kiprah diplomasi ini telah membuahkan hasil nyata pada tahun 2021 ketika PBB menetapkan tahun tersebut sebagai International Year of Creative Economy for Sustainable Development.

"Pada tahun 2021, Indonesia melalui platform Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan tahun 2021 sebagai International Year of Creative Economy for Sustainable Development" ucapnya.

Keberhasilan tersebut berlanjut pada tahun 2023 lewat pendorongan resolusi Majelis Umum PBB bertajuk Promoting Creative Economy for Sustainable Development. Pengakuan dunia internasional ini makin mempertegas posisi Indonesia sebagai perintis dan pelopor utama (trendsetter) dalam pengarusutamaan ekonomi kreatif global.

"Dan pada tahun 2023, Indonesia atas kerja sama Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Luar Negeri telah mengajukan resolusi Majelis Umum PBB berjudul Promoting Creative Economy for Sustainable Development" jelasnya.

Pada gelaran WCCE 2026 di Jakarta mendatang, pemerintah berencana merumuskan resolusi baru PBB yang benar-benar relevan dengan tantangan zaman. Isu-isu utama serta kesepakatan yang dihasilkan dari forum WCCE 2026 nantinya akan diserap langsung sebagai substansi utama rancangan resolusi Majelis Umum PBB berikutnya.

"Pada tahun 2026 ini, insyaallah Indonesia melalui kerja sama erat lagi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dengan Kementerian Luar Negeri berencana akan mengajukan kembali rancangan resolusi PBB, Majelis Umum PBB terkait ekonomi kreatif. Adapun konten atau substansi dari rancangan resolusi ini akan sangat terkait dari hasil pertemuan WCCE tahun 2026 yang akan datang, yang akan diselenggarakan tahun ini" paparnya.

Kemlu memastikan bahwa resolusi ini bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan memiliki nilai tambah (value) nyata yang adaptif terhadap dinamika ekonomi global saat ini.

Bawa Dampak Real

Substansi WCCE 2026 dirancang agar membawa dampak langsung bagi para pelaku industri kreatif, mulai dari skala nasional, regional, hingga global. Integrasi antara inovasi kreatif dan aspek pembangunan berkelanjutan diharapkan mampu memacu daya saing serta membuka peluang pasar internasional yang lebih luas.

"Khusus untuk persiapan WCCE tahun 2026 ini, Kemlu sekali lagi telah berupaya dan juga bekerja sama erat dengan Kementerian Ekonomi Kreatif guna memastikan apa yang dihasilkan dari pertemuan WCCE kali ini memiliki relevansi dan nilai tambah dari ekonomi kreatif yang cukup kuat khususnya dalam menyesuaikan dengan kondisi ekonomi global, sehingga ekonomi kreatif akan memberikan manfaat serta nilai tambah yang luas bagi pertumbuhan ekonomi global, regional, maupun nasional dengan memperhatikan aspek pertumbuhan maupun pembangunan berkelanjutan" paparnya.

Gencar Outreach Global

Menjelang pelaksanaan forum internasional ini, pemerintah telah melakukan langkah antisipatif dan konsolidasi sejak awal tahun. Kemlu mendayagunakan seluruh jaringan perwakilan diplomatik Republik Indonesia di luar negeri untuk melakukan sosialisasi (outreach) secara gencar kepada negara-negara sahabat.

"Sebagai penutup, sejak awal tahun Kemlu telah berkoordinasi erat dengan seluruh kementerian dan juga seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri untuk melakukan sosialisasi dan juga melakukan outreach kepada negara-negara sahabat mengenai pentingnya kehadiran dan pentingnya nilai dari apa yang dihasilkan dari WCCE yang akan diselenggarakan tahun ini" jelasnya.

Upaya kolaboratif ini dilakukan demi memastikan partisipasi aktif dunia internasional serta mengokohkan relevansi hasil WCCE 2026 bagi masa depan ekonomi kreatif dunia.

"Ke depannya kita akan terus berupaya untuk berkolaborasi secara erat dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam konteks ekonomi kreatif" tutupnya. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Ekonomi kreatif lokal siap flexing di level dunia! Kolaborasi Kemlu dan Kemenekraf lewat WCCE 2026 di Jakarta nggak cuma bikin ekraf makin hype, tapi juga bawa resolusi baru ke PBB biar karya anak bangsa makin slay dan diakui secara global.

WCCE 2026 World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 World Conference on Creative Economy Kementerian Ekonomi Kreatif Kementerian Luar Negeri

Infografis

Terkini