Siap-Siap Bawa Payung! BMKG Sebut Beberapa Wilayah Indonesia Mulai Masuk Musim Hujan Oktober 2026

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 16 Oktober 2026 | 18:33 WIB
Siap-Siap Bawa Payung! BMKG Sebut Beberapa Wilayah Indonesia Mulai Masuk Musim Hujan Oktober 2026
Beberapa Wilayah di Indonesia Mulai Memasuki Musim Hujan pada Oktober 2026 [Ilustrasi/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta – Peralihan musim di Indonesia mulai terlihat pada awal Oktober 2026. Meski sejumlah wilayah mulai memasuki musim hujan, sebagian besar zona musim masih mengalami kemarau. Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan musim di Tanah Air berlangsung secara bertahap dan tidak terjadi serentak di semua daerah.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer yang dikutip hari Jumat, (16/10/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 53 dari total 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim hujan selama periode 1–10 Oktober 2026. Jumlah tersebut setara dengan 7,6 persen dari keseluruhan zona musim yang dipantau.

Sebaliknya, sebanyak 533 ZOM atau 76,25 persen masih mengalami musim kemarau. Sementara itu, 133 ZOM lainnya memiliki pola musim yang berbeda. Data tersebut memperlihatkan bahwa meski tanda-tanda musim hujan mulai muncul, kondisi musim di sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi kemarau.

Wilayah yang mulai memasuki musim hujan

BMKG mencatat awal musim hujan telah terjadi di sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Kepulauan Riau.

Namun, masuknya suatu zona musim ke periode hujan tidak berarti hujan akan turun setiap hari. Kondisi cuaca harian tetap dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer dan karakteristik wilayah masing-masing.

Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan prakiraan cuaca berdasarkan lokasi, terutama saat merencanakan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan. Dengan begitu, kegiatan sehari-hari bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca terbaru.

Curah hujan masih didominasi kategori rendah

Gambaran kondisi hujan pada awal Oktober juga terlihat dari distribusi curah hujan nasional. BMKG mencatat curah hujan kategori rendah mendominasi 83,85 persen wilayah Indonesia selama periode 1–10 Oktober 2026.

Sementara itu, curah hujan kategori menengah tercatat di 14,42 persen wilayah, sedangkan kategori tinggi mencakup 1,73 persen wilayah.

Data tersebut menunjukkan bahwa curah hujan pada periode pemantauan masih didominasi kategori rendah. Artinya, meskipun sejumlah zona musim telah memasuki musim hujan, kondisi tersebut belum menggambarkan peningkatan hujan yang merata di seluruh Indonesia.

BMKG prediksi musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat

Dalam publikasi Prediksi Musim Hujan 2026/2027 di Indonesia yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026.

Sebanyak 185 ZOM diprediksi memasuki musim hujan pada November 2026, sedangkan 266 ZOM lainnya diperkirakan menyusul pada Desember 2026. Peralihan tersebut diproyeksikan dimulai dari wilayah Sumatera bagian utara, kemudian berlanjut secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya.

BMKG juga memperkirakan awal musim hujan akan mundur dibandingkan rata-rata klimatologis pada 529 ZOM atau 61,08 persen luas daratan Indonesia. Dengan demikian, masyarakat di sejumlah daerah masih perlu mengantisipasi kondisi kering selama masa peralihan musim.

El Niño sangat kuat masih menjadi perhatian

Kondisi iklim pada Oktober 2026 turut diwarnai fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat. Dalam analisis dasarian I Oktober 2026, BMKG mencatat anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3.4 sebesar +3,33 derajat Celsius. Sementara itu, indeks ENSO tiga bulanan untuk periode Agustus–Oktober 2026 mencapai +3,08.

Fenomena El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif menjadi faktor iklim yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi distribusi curah hujan di Indonesia. Melansir dari keterangan resmi, BMKG juga menyampaikan bahwa awal musim hujan 2026/2027 diprediksi mundur di 529 ZOM atau 61,08 persen wilayah Indonesia.

Meski kondisi iklim secara umum cenderung kering, hujan tetap dapat terjadi di sejumlah daerah. Oleh sebab itu, status musim kemarau tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk memperkirakan cuaca harian.

Masyarakat perlu memantau perkembangan cuaca

Dengan kondisi musim yang berbeda-beda antardaerah, masyarakat perlu rutin memeriksa prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG. Informasi tersebut dapat membantu mengantisipasi perubahan cuaca saat bepergian, bekerja, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Musim hujan mulai masuk ke sejumlah wilayah, tetapi bukan berarti seluruh Indonesia langsung sering diguyur hujan. Pada awal Oktober 2026, sebagian besar zona musim masih mengalami kemarau, sementara BMKG memprediksi banyak wilayah baru memasuki musim hujan pada November hingga Desember. Jadi, tetap cek prakiraan cuaca sesuai lokasi sebelum beraktivitas, ya.

BMKG Update BMKG Informasi BMKG Info BMKG Musim Hujan Cuaca

Infografis

Terkini