Bukan Cuma Wacana, WCCE 2026 Bakal Jadi Jawaban Indonesia Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
astakom.com, Jakarta – Jejak diplomasi ekonomi kreatif Indonesia mencatatkan riwayat panjang di berbagai belahan dunia. Setelah sukses menyelenggarakan WCCE perdana di Bali pada 2018, gelaran berikutnya berlanjut di Dubai (2021), Bali kembali (2022), dan Tashkent, Uzbekistan (2024). Kini, WCCE kelima bersiap digelar di Jakarta sebagai wujud komitmen berkelanjutan Indonesia dalam memimpin narasi ekraf global.
Jejak Diplomasi Global
Penguatan peran ekraf di kancah internasional ini disampaikan oleh Plt Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu, Duta Besar Kama Pradita Isnomo. Ia menegaskan kalau kerja sama lintas kementerian ini sudah terjalin konsisten sejak 2018 untuk membawa isu ekonomi kreatif ke panggung diplomasi multilateral, khususnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Dalam konteks ekonomi kreatif, perlu saya sampaikan bahwa dari awal sejak tahun 2018, Kementerian Luar Negeri telah bekerja erat sekali dengan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mengglobalisasikan isu ekonomi kreatif tidak saja di tataran kawasan, regional, tapi juga di tataran global khususnya melalui diplomasi multilateral dari melalui perserikatan bangsa-bangsa yaitu United Nations" ungkap Plt Dirjen IDP Kemlu, Dubes Kama Pradita Isnomo kepada wartawan saat konferensi pers WCCE di gedung Badan Komunikasi Pemerintah RI pada Kamis, (15/10/2026).
Capaian di PBB
Kolaborasi strategis ini telah menghasilkan deretan pencapaian monumental di tingkat internasional. Pada tahun 2021, Indonesia berhasil mendorong PBB menetapkannya sebagai International Year of Creative Economy for Sustainable Development. Keberhasilan ini dilanjutkan pada tahun 2023 lewat pengajuan resolusi Majelis Umum PBB berjudul Promoting Creative Economy for Sustainable Development.
"Untuk mengedepankan salah satu solusi kita atau alternatif Indonesia untuk menyentuh pertumbuhan ekonomi secara kreatif dengan menjawab dan mengkoresponden dengan sustainable development goals" paparnya.
Langkah diplomasi tersebut dipastikan tidak berhenti di situ. Pada gelaran WCCE 2026 mendatang, Indonesia bersiap mengajukan kembali rancangan resolusi PBB terkait ekonomi kreatif. Substansi dari resolusi baru ini akan mengacu langsung pada kesepakatan dan hasil konkret dari WCCE 2026 di Jakarta, guna memastikan dampak positifnya dirasakan secara luas.
Solusi Ekonomi Dunia
Menghadapi tantangan perekonomian dunia yang fluktuatif, ekonomi kreatif hadir sebagai alternatif jawaban yang relevan dan menjawab target Sustainable Development Goals (SDGs). Pembenahan serta keselarasan isu (streamlining) ekonomi kreatif terus dilakukan agar mampu memberikan nilai tambah nyata bagi para pelaku industri kreatif di tingkat lokal, regional, maupun global.
"Khusus untuk persiapan WCCE tahun 2026 ini, Kemlu sekali lagi telah berupaya dan juga bekerja sama erat dengan Kementerian Ekonomi Kreatif guna memastikan apa yang dihasilkan dari pertemuan WCCE kali ini memiliki relevansi dan nilai tambah dari ekonomi kreatif yang cukup kuat khususnya dalam menyesuaikan dengan kondisi ekonomi global," jelas Kama Pradita Isnomo.
Outreach Negara Sahabat
Demi menjamin suksesnya penyelenggaraan WCCE 2026, Kemlu telah bergerak aktif menyebarkan informasi dan membangun jejaring komunikasi ke berbagai negara sahabat. Seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri dikerahkan sejak awal tahun untuk melakukan outreach guna mengajak partisipasi aktif dari komunitas internasional.
"sejak awal tahun Kemlu telah berkoordinasi erat dengan seluruh kementerian dan juga seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri untuk melakukan sosialisasi dan juga melakukan outreach kepada negara-negara sahabat mengenai pentingnya kehadiran dan pentingnya nilai dari apa yang dihasilkan dari WCCE yang akan diselenggarakan tahun ini," tuturnya. (nAD/RaM)
Gen Z Takeaway
Indonesia lagi-lagi cooks sesuatu yang gede di kancah internasional! WCCE 2026 bukan sekadar event kumpul-kumpul biasa, tapi langkah nyata Indonesia buat ngebawa sektor ekonomi kreatif (ekraf) jadi solusi utama nanggulangin ketidakpastian ekonomi global. Lewat kolaborasi Kemlu dan Kementerian Ekraf, diplomasi ini makin slay karena bakal nge-push resolusi baru di PBB demi ngedukung Sustainable Development Goals (SDGs) yang berdampak langsung buat para pelaku ekraf lokal maupun global.









