Situasi Riyadh Memanas Pascaserangan, Kemlu Matangkan Rencana Penyelamatan WNI

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:08 WIB
Situasi Riyadh Memanas Pascaserangan, Kemlu Matangkan Rencana Penyelamatan WNI
Situasi Riyadh Memanas Pascaserangan, Kemlu Matangkan Rencana Penyelamatan WNI! [astakom/Jessica Jowena Yiswi]

astakom.com, Jakarta – Kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah mendadak berasa makin tegang. Merespons situasi yang memanas usai munculnya insiden keamanan di sekitar Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) langsung move fast menyiapkan skenario kedaruratan demi memastikan keamanan warga negara Indonesia di sana.

Sinyal Bahaya di Riyadh

Dinamika di wilayah Riyadh memang terpantau mulai intense sejak awal pekan. Pada Senin (12/10/2026) tepat pukul 21.00 waktu setempat, Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi sempat menyalakan sinyal peringatan dini secara menyeluruh di area ibu kota setelah terdeteksi adanya indikasi ancaman udara.

Selang sepuluh menit kemudian, yakni pukul 21.10 waktu setempat, pihak berwenang langsung memperbarui laporan dan mengumumkan situasi telah kembali kondusif. Pada momentum berdekatan, Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman mengonfirmasi keberhasilan sistem pertahanan mereka dalam menjatuhkan satu tembakan rudal balistik yang diarahkan menuju kawasan Riyadh.

Drone Lumpuh, Escalation Naik

Ketegangan ternyata belum benar-benar mereda. Pada Selasa (13/10/2026) jam 15.03 waktu setempat, eskalasi kembali terdeteksi. Merujuk laporan resmi Saudi Press Agency (SPA), Juru Bicara Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menegaskan bahwa armada militer koalisi berhasil mentarget serta melumpuhkan tiga unit pesawat nirawak (drone) yang menerobos di bagian utara Riyadh.

Kemlu Prepare Rencana Darurat

Menyikapi rangkaian letupan keamanan tersebut, jaringan diplomatik Indonesia di Arab Saudi baik KBRI Riyadh maupun KJRI Jeddah langsung menyusun serta mematangkan rencana kontingensi kedaruratan agar senantiasa siap menghadapi skenario terburuk.

“Rencana ini disesuaikan secara berkesinambungan mengikuti perkembangan situasi di lapangan,” tutur Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, pada keterangan Kamis (15/10/2026).

Ibadah Umrah Tetap Aman

Walaupun sempat diwarnai dentuman insiden keamanan di wilayah udara, pihak Kementerian Luar Negeri memastikan kalau alur pelaksanaan ibadah umrah bagi seluruh jemaah asal Tanah Air sejauh ini masih berlangsung tenang dan normal. Hingga saat ini, belum ada kebijakan khusus atau instruksi penghentian sementara dari otoritas setempat.

Guna menjaga keamanan tetap terkendali, Kemlu bersama KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, serta Kementerian Haji dan Umrah terus memperketat lini koordinasi untuk memantau dari dekat seluruh pergerakan situasi serta kondisi WNI dan jemaah di Arab Saudi. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Situasi di Riyadh lagi lumayan intense gara-gara ada letupan ancaman rudal dan drone di sekitar bandara. Tapi tenang aja, Kemlu RI bareng KBRI/KJRI udah sat-set nyiapin skenario kedaruratan (contingency plan) buat melindungi WNI di sana. Buat yang punya keluarga lagi umrah juga no worries, karena aktivitas ibadah sejauh ini masih aman, kondusif, dan jalan seperti biasa!

WNI Wni Arab Saudi Riyadh Kementerian Luar Negeri Kemlu Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI

Infografis

Terkini