Indonesia Tuan Rumah WCCE 2026: Siapkan 'Jakarta Vision' Tebus Resolusi PBB!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 16 Oktober 2026 | 00:28 WIB
Indonesia Tuan Rumah WCCE 2026: Siapkan 'Jakarta Vision' Tebus Resolusi PBB!
Indonesia Tuan Rumah WCCE 2026: Siapkan 'Jakarta Vision' Tebus Resolusi PBB! [Menekraf Teuku Riefky Harsya/astakom-Nadiah]

astakom.com, Jakarta – Indonesia kembali bersiap mengambil alih panggung ekonomi kreatif dunia melalui penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 edisi kelima yang bakal digelar di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026.

Tidak sekadar jadi tuan rumah, Indonesia membawa misi besar menyusun dokumen Jakarta Vision on Creative Economy untuk diusulkan sebagai resolusi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna mengawal agenda pembangunan global pasca-SDGs 2030.

Langkah strategis ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pelopor dan pemimpin forum ekonomi kreatif internasional yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Misi PBB & landasan hukum

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, menegaskan kalau WCCE bukan sekadar acara internasional biasa, melainkan panggung strategis bagi kreator lokal untuk menunjukkan potensinya di kancah global. Gelaran ini juga menjadi amanah langsung dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (RINDEKRAP) serta RPJPN 2025–2029.

"Enam hari lagi kita akan menuju penyelenggaraan WCCE 2026. Indonesia siap menjadi tuan rumah dialog terkait ke masa depan ekonomi kreatif dunia. Bagi Indonesia, WCCE bukan hanya forum internasional, melainkan kesempatan strategis untuk membawa potensi kreatifitas kita ke panggung global" ungkap Teuku Riefky Harsya kepada wartawan saat konferensi pers WCCE di gedung Badan Komunikasi Pemerintah RI pada Kamis, (15/10/2026).

Mengusung tema "Inclusively Creative, Collectively Continuity", WCCE 2026 membuktikan konsistensi Indonesia sejak memprakarsai forum global ini pertama kali pada 2018 di Bali.

"WCCE sendiri merupakan inisiatif Indonesia sejak pertama kali dilaksanakan tahun 2018, yang IT-nya juga milik Indonesia," tambah Menekraf.

4 pilar Jakarta Vision

Konferensi internasional ini menargetkan luaran konkret berupa formulasi Jakarta Vision on Creative Economy.

Dokumen ini dirancang sebagai panduan bersama yang merangkum 4 pilar utama: 

  1. Transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI)
  2. Keberlanjutan ekonomi sirkular dan desain regeneratif
  3. Perlindungan kekayaan intelektual (HKI) serta hak pekerja kreatif
  4. Hingga inklusivitas ekosistem kreatif berbasis komunitas.

"Jakarta Vision on Creative Economy diharapkan menjadi landasan untuk mengusulkan resolusi tentang ekonomi kreatif di PBB (UN), sekaligus mendorong agar ekonomi kreatif menjadi bagian dari agenda pembangunan dunia pasca SDGs 2030," tutur Teuku Riefky.

Melalui pilar-pilar tersebut, isu-isu krusial seperti perlindungan karya cipta di era AI dan kesejahteraan insan kreatif bakal mendapatkan sorotan utama agar kebijakan global makin fair dan berpihak pada komunitas.

Lokasi & target pengunjung

Penyelenggaraan WCCE 2026 dikonsep dalam dua vibe acara di lokasi berbeda untuk menggaet segmen profesional maupun publik luas.

Untuk sesi konferensi utama dan dialog kebijakan tingkat tinggi, acara akan dipusatkan di Hotel Indonesia Kempinski. Sementara itu, untuk showcase dan pameran Creative Village, kawasan SCBD Jakarta dipilih sebagai pusat interaksi publik selama 5 hari penuh.

Antusiasme peserta internasional pun sudah membludak. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.500 partisipan dari 51 negara dan 7 organisasi internasional telah mengonfirmasi kehadiran mereka pada sesi konferensi.

Di sisi lain, Creative Village di kawasan SCBD diproyeksikan bakal menyedot perhatian masif masyarakat.

"Pada Creative Village dalam waktu lima hari penyelenggaraannya diperkirakan melampaui 20.000 pengunjung," ungkap Menekraf.

Dampak lokal & investasi

Tak cuma kejar gengsi di level internasional, WCCE 2026 juga dirancang untuk membawa dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi domestik. Pemerintah ingin menjadikan forum ini sebagai jembatan yang mempertemukan seluruh ekosistem ekraf nasional mulai dari akademisi, asosiasi, pebisnis, hingga lembaga keuangan dengan mitra global untuk membuka akses pasar dan peluang investasi baru.

Harapannya, perputaran ekonomi dan peluang kerja sama dari event berskala dunia ini dapat menjangkau hingga ke pelaku ekonomi kreatif di tingkat daerah.

"Tujuan yang ketiga adalah mendorong peningkatan kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan peluang investasi dan perluasan akses pasar yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan hingga ke daerah," tutup Teuku Riefky. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

WCCE 2026 bukan cuma event formalitas, tapi bukti kalau karya dan hak cipta anak muda Indonesia makin diakui di level dunia. Lewat "Jakarta Vision", isu-isu yang dekat sama Gen Z—seperti perlindungan karya di era AI, hak kekayaan intelektual (HKI), hingga ekosistem kreatif yang inklusif—bakal diangkat sampai ke PBB. Event ini jadi green light buat para kreator lokal untuk flexing karya, buka jejaring global, dan dapetin peluang karier serta investasi yang lebih luas!

WCCE 2026 World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 World Conference on Creative Economy PBB

Infografis

Terkini