Dua WNI Korban Serangan Bandara Riyadh Selamat, Ternyata Bukan Jemaah Umrah
astakom.com, Jakarta – Dua warga negara Indonesia (WNI) yang sempat bikin cemas karena mengalami luka ringan akibat serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, dipastikan sudah ditangani medis secara maksimal dan diperbolehkan kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Kondisi korban dan identitas
Kabar mengenai kondisi kedua WNI tersebut diterima oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh secara resmi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Selasa lalu. Identitas dan lokasi penanganan medis kedua WNI tersebut meliputi:
- RM (45 tahun), mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah, Riyadh serta
- ET (32 tahun), ditangani di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi, Riyadh.
Bukan Jemaah umroh
Pihak otoritas menegaskan kalau kedua korban bukanlah rombongan peziarah ibadah dari Tanah Air, melainkan warga yang memang sudah menetap di sana.
“Kedua WNI tersebut merupakan mukimin (permanent resident) di Arab Saudi, dan bukan jemaah umrah,” tutur Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah pada pesan singkat yang diterima awak media, Rabu, (14/10/2026).
Penanganan medis berlangsung cepat sehingga kondisi kesehatan keduanya dapat kembali dipulihkan secara singkat.
“Keduanya telah diperbolehkan pulang di hari yang sama pada 11 Oktober 2026,” lanjutnya.
Peringatan dini dan siaga
Suasana keamanan di wilayah Riyadh sempat berada dalam kondisi siaga tinggi usai terdeteksinya ancaman dari udara pada awal pekan.
Sebelumnya pada Senin lalu, pada jam 21.00 waktu setempat, Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi auto nge aktifin sistem peringatan dini nasional di Riyadh menyusul datangnya peluang ancaman serangan udara.
Upaya mitigasi dan pencegahan bahaya berjalan responsif hingga kondisi ibu kota dapat dipulihkan dalam kurun waktu yang tidak lama.
Militer tangkis serangan
Tak butuh waktu lama, tepat pukul 21.10 waktu setempat, pihak berwenang langsung mengumumkan kalau situasi sudah aman dan bahaya resmi berlalu. Di saat bersamaan, Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman mengonfirmasi kalau mereka berhasil menangkis serta menghancurkan rudal balistik yang menyasar Riyadh.
Ancaman udara tak berhenti di situ, beberapa wahana nirawak terpantau berusaha mendekati wilayah udara bagian utara ibu kota sebelum akhirnya dihancurkan oleh militer.
Sementara pada 13 Oktober 2026 pukul 15.03 waktu setempat, Kantor Berita Resmi Arab Saudi (SPA) mengutip pernyataan Juru Bicara Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki bahwa tiga pesawat nirawak (UAV) telah berhasil dicegat dan dilumpuhkan di utara Riyadh.
Tak berhenti di situ, pada 13 Oktober 2026 pukul 15.03 waktu setempat, Kantor Berita Resmi Arab Saudi (SPA) mengutip keterangan Juru Bicara Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki. Ia menyampaikan kalau tiga pesawat nirawak (UAV) yang mencoba mendekat sudah berhasil dijatuhkan dan dilumpuhkan di wilayah utara Riyadh. (nAD/RaM)
Gen Z Takeaway
Sempat bikin panic attack, serangan udara di Bandara Riyadh untungnya bisa langsung diredam cepat sama militer Arab Saudi. Dua WNI yang kena dampak juga cuma luka ringan dan udah dipastikan aman and good to go alias rawat jalan. Plot twist-nya, mereka ternyata bukan jemaah umrah yang lagi ibadah, melainkan mukimin (permanent resident) yang emang tinggal di sana. So, situasi udah balik aman dan enggak perlu terdistraksi hoaks ya, guys!









