Perkuat Kemitraan Pembangunan Indonesia-IsDB, Apa Saja Fokus Utamanya?

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 9 Oktober 2026 | 16:35 WIB
Perkuat Kemitraan Pembangunan Indonesia-IsDB, Apa Saja Fokus Utamanya?
Perkuat Kemitraan Pembangunan Indonesia-IsDB, Apa Saja Fokus Utamanya? [Dok. Kemenkeu]

astakom.com, Jakarta – Grup Islamic Development Bank (IsDB) baru saja bikin gebrakan serius dengan mendaratkan Member Country Partnership Strategy (MCPS) periode 2026–2030 di Jakarta.

Pertemuan puncak yang digelar pada Kamis (08/10/2026) ini mempertemukan Presiden IsDB Group, Dr. Muhammad Al Jasser, dengan Menteri Keuangan sekaligus Gubernur IsDB, Prof. Suahasil Nazara. Bisa dibilang, ini adalah next-level move buat ngebut transformasi ekonomi Indonesia yang fokus banget ke pembangunan infrastruktur tangguh serta kualitas sumber daya manusia.

Guyuran Dana Jumbo 2,56 Miliar

Nggak tanggung-tanggung, alokasi pendanaan indikatif yang disiapkan menyentuh angka sekitar 2,56 miliar dolar AS. ,Angka ini bahkan masih bisa bertambah kalau eksekusi proyek-proyek di dalam pipeline berjalan mulus tanpa hambatan berarti.

Sebelum meresmikan strategi baru ini, kedua belah pihak sempat deep talk buat ngecek ulang 6 proyek aktif yang nilainya tembus kisaran US$1,8 miliar. Tujuannya buat bikin koordinasi di lapangan makin sat-set dan nggak pake ribet. Fokus ke depannya bakal diperluas buat ngebut sektor kesehatan, konektivitas strategis, sampai penguatan keterampilan kerja.

Menkeu Suahasil Nazara secara terbuka menyambut hangat momentum ini sebagai bukti nyata kolaborasi jangka panjang yang selaras sama visi besar pembangunan nasional.

"Pada hari ini, kita juga meluncurkan Indonesia–IsDB Member Country Partnership Strategy atau MCPS untuk periode 2026 hingga 2030. Hal ini menandai komitmen baru untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia dan berkontribusi terhadap kemakmuran bersama di antara negara-negara anggota IsDB,” ungkap Menkeu Suahasil dikutip oleh astakom pada Jumat (09/10/2026).

Hubungan Erat Selama 5 Dekade

Hubungan kedekatan Indonesia dan IsDB sendiri sebenarnya udah jalan lebih dari 5 dekade dengan total persetujuan kumulatif nyaris menyentuh US$7,2 miliar dari sekitar 350 operasi lintas sektor mulai dari kesehatan, pertanian, pendidikan, sampai transportasi. Nggak heran kalau Dr. Al Jasser menyebut Indonesia sebagai salah satu VIP partner paling krusial, mengingat status kita sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar sekaligus pemegang saham terbesar kelima di bank pembangunan tersebut.

"Dengan meluncurkan MCPS, kami menegaskan kembali komitmen untuk terus melakukan lebih banyak hal. MCPS memiliki indikasi nilai pendanaan sekitar 2,56 miliar dolar AS, namun angka tersebut masih bersifat indikatif. Jika implementasi dan pelaksanaan proyek-proyek yang saat ini berada dalam pipeline berjalan dengan baik, nilai tersebut dapat ditingkatkan dan diperluas untuk mendukung lebih banyak proyek,” papar Presiden IsDB Group Dr. Muhammad Al Jasser.

Lebih dari Sekadar Pinjaman Dana

Sementara itu, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, memandang MCPS edisi keempat ini sebagai tonggak sejarah yang menjawab dinamika zaman. Menurutnya, kerja sama ini vibe-nya jauh melampaui urusan pinjaman dana semata. IsDB bawa transfer of knowledge, teknologi cangkih, jejaring global, sampai pengalaman dari negara anggota lain.

Sebaliknya, Indonesia juga punya segudang expertise yang bisa dibagikan ke negara berkembang lain lewat skema South-South Cooperation (SSC). Sebagai founding member, posisi strategis ini dimanfaatkan Indonesia buat ikut meracik institusi keuangan yang makin solid dan berdampak luas.

Game Changer Buat Masa Depan

Ke depannya, pemerintah juga ngebet pengen nambah porsi keterlibatan para profesional lokal Indonesia agar bisa berkontribusi lebih masif di kancah internasional. Menutup rangkaian pertemuan tersebut, Menkeu Suahasil berharap kolaborasi ini benar-benar bisa jadi game changer buat kesejahteraan masyarakat luas.

"Harapan kami, kemitraan ini dapat membuka lebih banyak kesempatan, meningkatkan kesejahteraan, dan membantu membangun masa depan di mana kemakmuran dapat dirasakan secara lebih luas,” tutup Menkeu. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Bukan sekadar pinjaman utang luar negeri, kolaborasi strategis Indonesia bareng IsDB senilai Rp39 triliun ini fokus banget nyiapin fasilitas kesehatan, infrastruktur, dan skill kerja kelas dunia supaya anak muda lokal makin siap bersaing secara global.

IsDB Islamic Development Bank (IsDB) Islamic develop Grup Islamic Development Bank (IsDB)

Infografis

Terkini