20 Negara Ngumpul di UIN Jakarta, Bahas Masa Depan Belajar Bahasa Inggris

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 8 Oktober 2026 | 04:07 WIB
20 Negara Ngumpul di UIN Jakarta, Bahas Masa Depan Belajar Bahasa Inggris
20 Negara Ngumpul di UIN Jakarta, Bahas Masa Depan Belajar Bahasa Inggris! (Kemenag)

astakom.com, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi membuka konferensi internasional Teaching of English as a Foreign Language in Indonesia (TEFLIN) ke-72 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara yang digelar pada 7–9 Oktober 2026 ini jadi titik temu para akademisi, peneliti, pendidik, hingga praktisi pendidikan bahasa dari 20 negara.

Tema Besar Konferensi

Berlokasi di Kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, konferensi ini mengusung tema "Transforming Language Education: Innovation, Inclusion, and Connection for a Sustainable Future."

Menurut Menag, forum ini gak sekadar ajang membahas cara mengajar dan belajar bahasa. Lebih dari itu, ini adalah ruang untuk bertukar ilmu dan pengalaman, sekaligus memperkuat komitmen bersama membangun pendidikan yang inovatif dan inklusif.

"I believe that this conference is not merely an academic forum for discussing language teaching and learning. More importantly, it is a space for sharing knowledge, exchanging experiences, and strengthening our collective commitment to developing education that is innovative, inclusive, and responsive to the needs of society," tutur Menag pada pembukaan TEFLIN ke-72 di Kampus II UIN Syarif Hidayatullah, Rabu (7/10/2026).

Inggris Makin Inklusif

Dalam sambutannya, Menag menekankan kalau pembelajaran bahasa Inggris perlu dikembangkan lewat pendekatan yang efektif, inovatif, inklusif, dan berpusat pada peserta didik. Teknologi dan platform digital memang penting, tapi pemanfaatannya harus jalan bareng dengan perhatian pada beragamnya kebutuhan dan latar belakang para pelajar.

"Learning English should become more accessible and enjoyable, so that anyone who wants to master the language can have a fair opportunity to develop their competence and ultimately achieve greater success in their academic, professional, and personal lives," paparnya.

Menag berharap TEFLIN ke-72 melahirkan ide fresh, pendekatan inovatif, dan kolaborasi yang benar-benar memiliki pengaruh buat kemajuan pendidikan bahasa Inggris, baik di Indonesia maupun dunia. Forum ini juga diharapkan memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi, termasuk PTKIN.

"I therefore hope that this conference will generate new ideas, innovative approaches, and meaningful collaboration for the advancement of English language education in Indonesia and beyond. I also hope that the discussions and partnerships developed throughout this conference will contribute to strengthening the internationalization of our higher education institutions, including Islamic higher education institutions in Indonesia," jelas Menag.

AI Jadi Sorotan

Presiden TEFLIN Utami Widiati mengungkapkan kalau konferensi tahun ini mempertemukan peneliti, pendidik, dan praktisi dari 20 negara. Mereka akan membahas perubahan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam pengajaran, pembelajaran, asesmen, serta penelitian bahasa. Menurutnya, kehadiran para peserta juga jadi kesempatan emas untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi internasional

"As we welcome colleagues from different countries, 20 countries around the world are joining this conference. I hope this conference will further strengthen our connections and open new opportunities for international collaboration," papar Utami.

Line-up Pembicara

Rangkaian konferensi ini diisi sejumlah pembicara dari luar negeri, di antaranya Prof. Sue Garton, Prof. Peter I. De Costa, dan Prof. Rob Waring, plus para akademisi dari University of Melbourne, University of Leeds, Michigan State University, Aston University, dan beberapa institusi internasional lainnya.

Di acara pembukaan, hadir pula Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu, Tenaga Ahli Menag Andi Salman Maggalatung, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Asep Saepudin Jahar, serta Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Siti Nurul Azkiyah

Nggak cuma TEFLIN, konferensi ini juga dibarengi The 10th International Conference on Education in Muslim Society (ICEMS) dan The 2nd TESOL Research Colloquium. Dua acara ini bikin diskusi makin kaya, terutama soal pendidikan di masyarakat Muslim, termasuk benang merah antara agama, budaya, bahasa, tradisi lokal, dan pengetahuan global. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Intinya, belajar bahasa Inggris nggak harus bikin pusing atau eksklusif buat segelintir orang aja. Lewat TEFLIN ke-72, Menag dan para ahli dari 20 negara lagi mendorong cara belajar yang lebih gampang diakses, seru, dan nggak ninggalin siapa pun, dengan teknologi dan AI sebagai bantuannya. Buat kamu yang lagi struggle sama English, ini kabar baik: ke depannya belajar bakal makin ramah buat semua kalangan.

TEFLIN ke-72 Konferensi internasional Teaching of English as a Foreign Language in Indonesia Bahasa Inggris

Infografis

Terkini