Nikel RI Makin Menyala, Presiden Prabowo: Kekayaan Alam Harus Dikelola dengan Baik

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 8 Oktober 2026 | 19:16 WIB
Nikel RI Makin Menyala, Presiden Prabowo: Kekayaan Alam Harus Dikelola dengan Baik
Nikel RI Makin Menyala, Presiden Prabowo: Kekayaan Alam Harus Dikelola dengan Baik [Timpres]

astakom.com, Jakarta - Indonesia lagi-lagi bikin gebrakan yang epic di kancah global. Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai komersialisasi dan groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel dengan nilai investasi fantastis mencapai USD10,2 miliar atau setara dengan Rp180 triliun. Nggak cuma itu, momen bersejarah ini juga ditandai dengan pelepasan ekspor perdana baterai kendaraan listrik (EV).

Seluruh rangkaian acara yang epic ini berlokasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, pada Kamis (08/10/2026).

Sebelum sampai di titik utama acara, Presiden Prabowo menyempatkan diri cek ombak dengan meninjau langsung sejumlah fasilitas industri yang dilewatinya. Mulai dari industri bahan baku baterai (precursor), pusat pengolahan nikel, sampai fasilitas industri aluminium yang super megah.

Tidak berhenti di situ, Kepala Negara juga mampir ke Wisma Tsingshan untuk melihat stan informatif seputar perkembangan kawasan IWIP. Di sana, Presiden Prabowo dispill penjelasan detail soal capaian, perjalanan panjang pembangunan ekosistem industri, sampe deretan investasi yang sudah maupun sedang dikembangkan.

4 komersial dan 7 groundbreaking

Dalam laporannya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, memaparkan bahwa proyek-proyek ini melibatkan industri yang udah matang dan siap jalan, serta proyek baru yang on the way dibangun.

“Ini bergerak dari material baterai berbasis nikel, kemudian proyeksi baterai, aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik itu yang sudah selesai,” ungkap Rosan.

Ia juga merinci daftar proyek yang langsung masuk tahap groundbreaking hari ini.

“Kemudian yang akan digerakkan groundbreaking adalah material baterai berbasis nikel juga, separator baterai EV dan ini adalah yang pertama, elektronik baterai EV dan juga aluminium elektronik, aluminium elektronik ada dua, dan juga alat berat berbasis listrik yang akan dibangun untuk truk dan juga pertambangan dan juga industri, dan juga photovoltaic glass untuk solar energy industry," jelasnya.

Total 11 proyek hilirisasi

Lebih lanjut, Presiden Prabowo dalam sambutannya merinci bahwa total 11 proyek hilirisasi tersebut terbagi menjadi empat proyek yang sudah memasuki tahap komersialisasi dan tujuh proyek baru yang mulai dibangun di kawasan IWIP demi mendongkrak nilai tambah sumber daya alam domestik.

“Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi, terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru, di kawasan ini, Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park,” kata Presiden Prabowo.

Kelola kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat

Langkah strategis ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan pengelolaan kekayaan alam Indonesia secara real, tanpa setengah-setengah. Presiden menekankan bahwa potensi alam negeri ini harus diolah mandiri di dalam negeri agar memberikan impact maksimal bagi kesejahteraan masyarakat luas.

“Kita menyadari bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberi kepada kita anugerah kekayaan alam yang sangat bernilai dan sangat besar. Tapi kekayaan alam tersebut harus mampu kita kelola dengan baik sehingga dapat memberi manfaat kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa kita,” tegas Presiden Prabowo. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Nikel Indonesia makin naik level! Presiden Prabowo resmi meluncurkan ekspor perdana baterai EV sekaligus memulai komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek hilirisasi senilai USD10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun di IWIP, Maluku Utara. Empat proyek sudah masuk tahap komersialisasi, sementara tujuh lainnya mulai dibangun. Intinya, pemerintah ingin kekayaan alam nggak cuma dijual mentah, tapi diolah di dalam negeri biar nilai tambah dan manfaat ekonominya makin terasa buat masyarakat.

Baterai EV Presiden Prabowo Ekspor baterai EV IWIP Nikel Hirilisasi Nikel 11 proyek hilirisasi

Infografis

Terkini