Kemenag Borong 3 Penghargaan AHI 2026, Ini Kunci Komunikasi Publiknya
astakom.com, Jakarta – Kementerian Agama lagi unjuk gigi di bidang kehumasan. Lewat The 8th Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2026, Kemenag pulang membawa 3 penghargaan sekaligus. Bukti nyata kalau upaya memperkuat keterbukaan informasi, mendekat ke publik lewat kanal digital, dan menyajikan komunikasi yang relevan ternyata dapat apresiasi.
Tiga Piala Sekaligus
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan kalau trofi ini bukan cuma soal prestasi institusi. Buat dia, ini jadi bahan bakar agar komunikasi publik Kemenag makin nyambung dengan kebutuhan masyarakat.
“Ketiga penghargaan ini mewakili tiga hal yang terus kami perkuat, yaitu keterbukaan informasi, kedekatan melalui kanal digital, dan komunikasi publik yang membawa pesan serta nilai yang relevan bagi masyarakat,” tutur Thobib usai menerima penghargaan pada Malam Penghargaan AHI 2026 di Balai Tawangarum, Kompleks Balai Kota Surakarta, dikutip oleh astakom pada Jumat (09/10/2026).
Bukan Sekadar Trofi
Menurutnya, komunikasi publik pemerintah nggak boleh berhenti di level. ini kegiatan dan kebijakan kami dan Informasi harus benar-benar membantu warga memahami kebijakan, tahu layanan apa saja yang tersedia, dan bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan gampang dan cepat.
“Penghargaan ini tentu kami syukuri. Namun, ukuran keberhasilan komunikasi publik bukan semata penghargaan. Yang lebih penting adalah sejauh mana informasi yang kami sampaikan benar-benar bermanfaat dan memudahkan masyarakat mengakses layanan Kementerian Agama,” ungkapnya.
Ini 3 Penghargaannya
- Di malam anugerah AHI 2026, Kemenag sukses mengantongiSilver Winner, kategori PPID Terbaik (subkategori PPID Utama) lewat program "Gandeng PPID". Program ini jadi bagian dari langkah Kemenag memperkokoh jejaring sekaligus mengangkat kualitas layanan informasi publik.
- Silver Winner, kategori Kanal Digital (subkategori Media Sosial) lewat Instagram @kemenag_ri. Akun ini ditungkatkan jadi ruang yang mendekatkan informasi kebijakan, layanan, dan program Kemenag ke masyarakat, sambil membuka ruang ngobrol 2 arah dengan publik.
- Bronze Winner, kategori Program Kehumasan Pemerintah (subkategori Kementerian) lewat program Zikir dan Doa Kebangsaan. Program ini jadi bagian dari komunikasi publik Kemenag buat menghadirkan pesan keagamaan yang menguatkan kebersamaan, kepedulian, dan nilai-nilai kebangsaan.
Thobib menekankan kalau ketiganya bukan sekadar urusan kanal atau program yang keren di permukaan.
“Jadi, bagi kami ketiganya bukan hanya soal kanal atau program. Ada manfaat publik yang ingin kami hadirkan. Kami berkomitmen agar masyarakat semakin mudah memperoleh informasi, semakin dekat dengan layanan Kemenag, sekaligus mendapatkan pesan keagamaan yang menyejukkan dan menguatkan kebersamaan,” jelas Thobib.
Seleksi Ketat, Bukan Kaleng-Kaleng
AHI 2026 diramaikan ratusan entry dari puluhan korporasi, kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah. Proses penjurian digelar secara luring dan daring selama lima hari, 1-5 September 2026.
Para peserta harus melewati seleksi yang ketat, mulai dari administrasi, presentasi, sampai penilaian final oleh dewan juri. Jurinya terdiri dari ahli dan praktisi komunikasi, media, akademisi, serta pakar keterbukaan informasi publik.
Thobib berharap prestasi ini bisa jadi pemicu semangat seluruh jajaran kehumasan Kemenag untuk terus menambah kualitas komunikasi dan layanan informasi ke masyarakat.
“Apresiasi ini bukan tujuan akhir. Ini menjadi dorongan agar komunikasi publik Kemenag semakin terbuka, responsif, mudah dipahami, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya. (nAD/RaM)
Gen Z Takeaway
Intinya, Kemenag lagi nunjukin kalau komunikasi pemerintah itu nggak cukup cuma posting kegiatan, tapi harus bikin warga ngerti kebijakan, tahu layanan, dan gampang dapet info. Lewat Instagram yang bisa diajak ngobrol 2 arah, program PPID, sampai Zikir dan Doa Kebangsaan, mereka ngejar relevansi, bukan sekadar eksis. Dan menurut Thobib, piala itu bukan garis finis: ukuran sukses sebenarnya adalah seberapa kepake informasinya sama masyarakat.









