Jangan Cuma Ikut Trend! Raffi Ahmad Ingatkan Anak Muda Buat Nggak Investasi Pakai Gaya FOMO

Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 9 Oktober 2026 | 14:04 WIB
Jangan Cuma Ikut Trend! Raffi Ahmad Ingatkan Anak Muda Buat Nggak Investasi Pakai Gaya FOMO
Raffi Ahmad jadi pembicara di Investor Daily Summit. [Dok. Shintya]

astakom.com, Jakarta — Tren anak muda yang makin melek finansial memang patut diacungi jempol. Data Bursa Efek Indonesia lewat KSEI per Januari 2026 nyatet kalau 54,35% investor pasar modal kita didominasi anak muda di bawah usia 30 tahun, plus 24,8% lainnya di rentang 31-40 tahun. Tapi di balik antusiasme yang tinggi ini, ada bahaya laten yang perlu diwaspadai: jebakan FOMO (fear of missing out).

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengingatkan anak muda agar nggak asal cemplung ke dunia investasi cuma gara-gara ikut-ikutan atau tergiur liat orang lain cuan.

"Anak-anak muda sekarang sudah mulai tertarik pada investasi. Ini merupakan hal yang positif. Tetapi kadang-kadang mereka belum bisa membedakan mana investasi yang benar-benar dipahami dan mana yang hanya dilakukan karena FOMO. Jadi, kita harus belajar lebih intens dan lebih detail," ujar Raffi saat mengisi sesi di Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (08/10/2026).

Pahami alur dan risikonya, jangan kebelet kaya

Biar nggak salah kaprah, Raffi menekankan pentingnya riset mendalam sebelum menyisihkan modal. Pemahaman soal legalitas, potensi risiko, jangka waktu, hingga mekanisme investasi adalah fondasi utama yang wajib dikuasai terlebih dahulu.

Nggak cuma itu, mindset pengin instan kaya juga harus dipinggirkan. Menurutnya, proses finansial itu butuh waktu dan tahap demi tahap. Selain ngejar materi, membangun nilai kebermanfaatan dan "kaya hati" justru jadi modal yang nggak kalah krusial.

Bedakan penghasilan vs kekayaan, kontrol gaya hidup

Poin penting lain yang disorot Raffi adalah pemahaman mendasar soal income dan kekayaan. Penghasilan—baik dari gaji maupun hasil usaha—harus dikelola secara bijak buat membentuk aset jangka panjang seperti properti atau instrumen finansial, bukan habis begitu saja buat mendongkrak gaya hidup.

Ia menyarankan agar pendapatan selalu dibagi sesuai porsi kebutuhan: biaya operasional harian, proteksi, pengembangan diri, dan portofolio investasi jangka panjang. Naik penghasilan bukan berarti lifestyle juga harus ikut melejit.

Pentingnya kredibilitas dan mindset “menjadi langit"

Menutup pesannya, Raffi mengajak generasi muda buat fokus membangun kredibilitas, karakter, dan relasi daripada sekadar mengejar status atau stardom syndrome. Ibarat analogi yang disampaikan, anak muda disarankan buat bercita-cita menjadi "langit" yang bisa menaungi banyak orang, alih-alih cuma pengin jadi satu "bintang" yang bersinar sesaat. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Investasi itu soal maraton jangka panjang, bukan ajang gaya-gayaan biar kelihatan relatable di media sosial. Sebelum naruh uang dingin kamu ke instrumen apa pun, pastikan kamu udah paham betul risikonya, nggak langsung impulsif menaikkan lifestyle pas gaji naik, dan paling penting: jauhi mindset get-rich-quick biar portofolio keuangan kamu aman serta berkelanjutan.

Raffi Ahmad Investasi FOMO kisah inspiratif

Infografis

Terkini