Tanaman Hias Bisa Bikin Udara Rumah Lebih Segar? Ahli Ungkap Faktanya
astakom.com, Jakarta - Punya beberapa tanaman hias di kamar atau ruang kerja memang bikin suasana terasa lebih adem dan enak dilihat. Tapi, kalau tujuannya sekaligus ingin membuat udara di dalam ruangan lebih bersih, ternyata ceritanya nggak sesimpel menaruh banyak pot di sudut rumah.
Melansir The Guardian, pada Selasa (06/10/2026), pertanyaan soal kemampuan tanaman hias dalam menyegarkan udara kembali dibahas. Tanaman memang melakukan fotosintesis dengan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, tetapi kontribusinya terhadap kualitas udara di dalam ruangan ternyata sangat terbatas.
Tanaman nggak bisa jadi “air purifier” alami
John Tregoning, profesor di Imperial College London, menjelaskan bahwa satu tanaman rumahan rata-rata hanya menghasilkan beberapa liter oksigen setiap hari.
Sementara itu, kebutuhan oksigen satu orang jauh lebih besar, yakni sekitar 500 liter per hari. Artinya, kalau berharap tanaman hias bisa memasok oksigen dalam jumlah signifikan, jumlah tanaman yang dibutuhkan bisa mencapai ratusan.
“Kalau punya cukup banyak tanaman, mereka seharusnya menghasilkan lebih banyak oksigen dibandingkan jumlah awalnya,” kata Tregoning melansir dari artikel The Guardian.
Masalahnya, bukan cuma soal berapa banyak tanaman yang harus dipajang. Fotosintesis juga membutuhkan cahaya yang cukup agar proses tersebut berjalan.
Tregoning bahkan mengingatkan bahwa meningkatkan kadar oksigen di dalam ruangan secara berlebihan juga bukan tujuan yang tepat. Menurutnya, oksigen dalam kadar tinggi justru dapat bersifat berbahaya.
Ventilasi tetap jadi kunci
Kalau udara di rumah terasa pengap, solusi utamanya ternyata bukan menambah koleksi tanaman sampai kamar berubah jadi mini jungle.
Sirkulasi udara justru menjadi hal yang lebih penting. Pergantian udara secara rutin, misalnya dengan membuka jendela, membantu mengeluarkan udara lama dari ruangan dan menggantinya dengan udara dari luar.
Tregoning mengatakan kadar karbon dioksida yang lebih tinggi dapat membuat seseorang merasa agak lemas atau groggy. Di ruangan yang dipenuhi banyak orang, ventilasi yang buruk juga bisa mempercepat penyebaran flu dan penyakit lainnya.
Jadi, tanaman hias boleh banget tetap dipelihara untuk mempercantik ruangan. Hanya saja, jangan sampai fungsi dekoratifnya dianggap sama dengan alat yang memang dirancang untuk meningkatkan kualitas udara.
Tetap punya efek positif untuk kesehatan
Meski tidak efektif menggantikan ventilasi, bukan berarti tanaman dan ruang hijau sama sekali tidak punya manfaat.
Tregoning menyinggung penelitian dari dekade 1980-an yang mengamati pasien setelah menjalani operasi. Pasien yang berada di ruang dengan pemandangan pepohonan tercatat menggunakan obat pereda nyeri lebih sedikit dan mengalami pemulihan lebih cepat dibandingkan pasien yang hanya menghadap dinding bata.
Artinya, manfaat tanaman dan unsur alam bisa saja lebih terasa dari sisi pengalaman dan kondisi psikologis, bukan sekadar menghitung seberapa banyak oksigen yang dihasilkan sebuah pot tanaman. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Jadi, kalau selama ini kamar penuh tanaman karena ingin vibes-nya lebih fresh, lanjutkan saja. Tapi kalau targetnya benar-benar mendapatkan udara yang lebih bersih, jangan cuma mengandalkan tanaman. Buka jendela, pastikan sirkulasi berjalan, dan anggap tanaman sebagai penghias sekaligus bagian dari suasana ruang yang lebih nyaman, bukan pengganti ventilasi.








