Presiden Prabowo: Kekayaan Negara yang Diselamatkan untuk Rumah, Sekolah, hingga Irigasi Rakyat

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 6 Oktober 2026 | 22:45 WIB
Presiden Prabowo: Kekayaan Negara yang Diselamatkan untuk Rumah, Sekolah, hingga Irigasi Rakyat
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan denda administratif dan aset senilai Rp13,24 triliun oleh Kejaksaan Agung di Gedung Bundar, Jakarta Selatan, Selasa (06/10/2026). [Timpres]

Reporter: Usman

astakom.com, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekayaan negara yang berhasil diselamatkan dari penertiban kawasan hutan dan pertambangan ilegal harus dikembalikan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Dana tersebut, menurut Presiden, dapat digunakan untuk membangun rumah, memperbaiki sekolah dan puskesmas, membenahi irigasi, meningkatkan kesejahteraan aparatur negara hingga memperkuat penanganan kebakaran hutan.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara senilai Rp13.241.335.681.910,13 serta penguasaan kembali kawasan hutan seluas 259.230,73 hektare di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (06/10/2026). 

“Terima kasih Satgas PKH untuk kesekian kali saya sampaikan. Teruskan pekerjaan saudara, teruskan apa yang saudara kerjakan. Ingat, apa yang kau lakukan menyelamatkan anak dan cucu kita. Jutaan hektar yang kau selamatkan, tambang-tambang ilegal yang kau tutup dan kau kuasai untuk negara, itu adalah tabungan bangsa. Saudara menambah tabungan bangsa untuk masa depan anak-anak kita dan cucu-cucu kita,” kata Presiden Prabowo.

Setiap rupiah mampu biayai kebutuhan masyarakat

Presiden menekankan bahwa penyelamatan kekayaan negara bukan sekadar persoalan angka. 

Menurutnya, setiap rupiah yang berhasil dikembalikan kepada negara akan memperbesar kemampuan pemerintah membiayai kebutuhan masyarakat.

“Kita akan punya dana untuk menaikkan gaji guru, gaji semua pegawai negeri, gaji hakim, gaji jaksa, gaji polisi. Kita akan punya uang untuk membantu orang-orang yang lapar. Kita punya uang untuk bangun rumah, kita punya uang untuk memperbaiki irigasi-irigasi, kita punya uang untuk menghadapi kebakaran-kebakaran hutan,” ujarnya.

Soroti pentingnya pencegahan karhutla

Presiden juga menekankan pentingnya tindakan pencegahan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan. Upaya tersebut, kata dia, membutuhkan dukungan anggaran yang kuat.

“Jangan tunggu hutan terbakar, kita kerja sekarang untuk mencegah. Itu butuh uang semua,” jelasnya..

Ia mengingatkan bahwa upaya menyelamatkan kekayaan negara masih membutuhkan kerja panjang. Kendati demikian, Prabowo menilai hasil yang diperoleh Satgas PKH menunjukkan kemajuan nyata.

“Saudara-saudara sekalian, tugas kita masih berat, perjalanannya masih jauh, tapi kemenangan sudah kelihatan,” tegasnya.

Rp52 triliun kekayaan negara diselamatkan

Presiden Prabowo juga mengungkapkan, dalam delapan kali penyerahan selama sekitar dua tahun, nilai uang yang telah berhasil diselamatkan dan dikembalikan kepada negara mencapai kurang lebih Rp52 triliun.

“Saudara-saudara sekalian, satgas ini bekerja 2 tahun sudah menyumbang kembali ke negara 52 triliun, bukan uang sembarangan itu, 52 triliun,”ungkapnya.

“Dan saya percaya, Jaksa Agung dan semua petugas sudah bisik-bisik ke saya, ‘Pak, tunggu bulan depan, kita akan terus.’ Dan saya lihat Pak Richard senyum dengan baik, berarti dia optimis,”sambungnya.

Lebih dari 6,2 juta hektare diselamatkan

Selain penyelamatan keuangan negara, Presiden Prabowo menyoroti keberhasilan Satgas PKH menguasai kembali lebih dari 6,2 juta hektar kawasan hutan. 

Data penertiban menunjukkan kawasan yang dikuasai kembali dari sektor perkebunan telah mencapai sekitar 6,2 juta hektare, di luar kawasan dari sektor pertambangan. Prabowo memperkirakan nilai kawasan seluas itu sangat besar dan bahkan bisa mendekati Rp400 triliun.

“Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan telah menyelamatkan 6,2 juta hektar lebih. 6,2 juta hektar lebih. Kalau tidak kalian selamatkan, ini hangus, ini kekayaannya hilang,” katanya.

“6,2 juta ini hampir 400 triliun. 400 triliun kita hilangkan kemiskinan. 400 triliun,” lanjutnya.

Jadi manfaat besar untuk masyarakat

Presiden Prabowo kemudian menggambarkan besarnya manfaat yang dapat dirasakan masyarakat apabila kekayaan negara dengan nilai sebesar itu benar-benar dikelola untuk kepentingan publik.

“Berapa ribu rumah untuk rakyat? Berapa ribu sekolah bisa kita perbaiki? Tahun ini, dari tahun 25 sampai sekarang kita perbaiki sekitar 70 ribu sekolah. Anggarannya sekitar 90 triliun,” ujarnya.

Perbaikan sekolah hingga layanan kesehatan

Menurutnya, dengan nilai kekayaan sekitar Rp400 triliun, pemerintah memiliki ruang yang jauh lebih besar untuk memperbaiki fasilitas pendidikan di seluruh Indonesia.

“Berarti dengan 400 triliun, berapa? Saya kira seluruh sekolah Indonesia bisa kita perbaiki. Kita punya sekolah, 360 ribu sekolah. 400 triliun, kita bisa perbaiki semua sekolah Indonesia,” katanya.

Tidak hanya sekolah, Presiden Prabowo mengatakan kemampuan fiskal negara juga dapat diarahkan untuk memperbaiki fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat. 

“Kita bisa perbaiki semua puskesmas yang tidak pernah diperbaiki selama 20 tahun,” ujarnya.

Singgung penguasaan kembali tambang ilegal

Presiden Prabowo juga menyinggung penguasaan kembali kawasan pertambangan ilegal. Data penertiban mencatat kawasan dari sektor pertambangan yang telah dikuasai kembali mencapai lebih dari 14 ribu hektare.

“Saudara-saudara juga telah menguasai kembali tambang-tambang ilegal seluas, yang terakhir, 14 ribu. Tapi dari sekian ribu hektare itu ada ratusan tambang yang sudah kita kuasai,” kata Presiden Prabowo.

Presiden juga mengungkap penertiban pertambangan timah ilegal di Bangka. Menurut dia, langkah tersebut telah membantu mengurangi praktek penyelundupan sekaligus memperbaiki kinerja PT Timah.

“Di Pulau Bangka penyelundupan timah sudah kita mitigasi, kita kurangi. Masih ada yang lolos, tapi kita sudah tertibkan dengan keras,” ujarnya. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Penertiban hutan dan tambang ilegal bukan sekadar menyelamatkan aset negara, tapi memastikan kekayaan itu kembali untuk rakyat. Dana Rp52 triliun dan jutaan hektare kawasan yang diselamatkan bisa menopang perbaikan sekolah, puskesmas, irigasi, hingga pencegahan karhutla. Tantangannya, semua aset itu harus dikelola transparan dan tepat sasaran.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto Satgas PKH Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH)

Infografis

Terkini