Pajak Tumbuh 24,1%, Suahasil: Aktivitas Ekonomi Terus Meningkat

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 19 September 2026 | 16:35 WIB
Pajak Tumbuh 24,1%, Suahasil: Aktivitas Ekonomi Terus Meningkat
Pajak Tumbuh 24,1%, Suahasil: Aktivitas Ekonomi Terus Meningkat [Dok. Kementerian Keuangan]

astakom.com, Jakarta - Pemerintah terus ngegaspol jaga ketahanan fiskal lewat desain penerimaan APBN. Kementerian Keuangan mencatatkan penerimaan pajak sampe per 31 Agustus 2026 mencapai Rp1.409,9 triliun. Angka itu tumbuh 24,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau dalam year on year (yoy).

Angka ini mencerminkan adanya perbaikan dan peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu, ketika penerimaan pajak masih terkontraksi 5,1 persen. Menteri Keuangan Suahasil Nazara ngespill kalau pertumbuhan penerimaan pajak itu related sama meningkatnya aktivitas ekonomi dan perbaikan administrasi perpajakan.

Realisasi itu udah mencapai 59,8 persen dari target penerimaan pajak tahun 2026, yakni Rp2.357,7 triliun.

"Kita lihat bahwa penerimaan pajak kita itu terus tumbuh sejalan dengan aktivitas ekonomi yang terus meningkat, pertumbuhannya ada, transaksinya ada," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, dikutip astakom.com pada Jumat (18/09/2026).

Perkuat aktivitas ekonomi domestik

Dia bilang kalau penguatan aktivitas ekonomi domestik tercermin di hampir semua komponen penerimaan pajak. Salah satunya tercermin di realisasi Pajak Penghasilan (PPh) nonmigas yang bisa tembus sampai Rp722,2 triliun.

Angka ini juga mencerminkan pertumbuhan 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan menjadi kontributor terbesar buat penerimaan pajak per Agustus 2026.

Menkeu Suahasil menilai pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi, tetapi juga oleh perbaikan tingkat kepatuhan pajak berkat penerapan sistem Coretax yang mempermudah administrasi perpajakan, seperti penyampaian bukti potong.

Kontributor terbesar kedua dari PPN

Dampaknya, sejumlah jenis PPh mencatatkan pertumbuhan sampe Agustus 2026. Realisasi PPh Badan, misalnya, mencapai Rp243,7 triliun. Sementara berdasarkan PPh Pasal 21 mencapai Rp171,5 triliun atau tumbuh 12,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau secara yoy.

"PPh 21 ini cukup sehat. Gaji dan upah dan gaji PPh 21 itu moderat, sistem administrasinya bekerja, Coretax bekerja, peningkatan penghasilan karyawan terjadi, maka dia tumbuh cukup sehat,” kata Suahasil.

Dia bilang kontributor terbesar kedua berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), dengan realisasi mencapai Rp591,5 triliun hingga per Agustus 2026.

Daya beli masyarakat kuat

Menkeu Suahasil bilang kalau pertumbuhan penerimaan PPN dan PPnBM juga dipush sama meningkatnya aktivitas ekonomi lantaran kedua jenis pajak itu awalnya dari transaksi konsumsi dan perdagangan.

Kenaikan penerimaan PPN dan PPnBM menjadi salah satu indikasi menguatnya daya beli masyarakat.

"PPN dan PPnBM meningkat tinggi ditopang konsumsi dalam negeri dan daya beli yang kuat. Misalnya permintaan semen itu tumbuh, permintaan listrik itu tumbuh, permintaan mobil dan motor itu tumbuh, berarti aktivitas ekonomi itu tumbuh. Karena itu pajak juga menerima," kata dia.

Inflasi terjaga

Suahasil juga bilang kalau peningkatan aktivitas ekonomi domestik itu nggak bisa ter lepas dari upaya pemerintah menjaga ketahanan ekonomi di tengah gejolak global.

Dia bilang kalau hal itu tercermin dari sejumlah indikator makroekonomi, kayak inflasi yang ada pada kisaran 1,5 - 3,5 persen dan pertumbuhan ekonomi yang tetep ada di atas 5 persen.

"Di tengah dinamika global, pertumbuhan kita terus terjaga, permintaan domestik cukup kuat, stabilitas ekonomi kita jaga, dan sinergi kebijakan makro, yaitu kebijakan fiskal dan kebijakan moneter kita, kita jaga dengan baik," ungkap Suahasil. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Penerimaan pajak sampai Agustus 2026 ngegaspol tumbuh 24,1% jadi Rp1.409,9 triliun. Pemerintah menilai kenaikan ini jadi sinyal aktivitas ekonomi domestik makin aktif, ditambah administrasi dan kepatuhan pajak yang ikut membaik lewat Coretax. PPN, PPnBM, hingga PPh nonmigas juga tumbuh, mencerminkan konsumsi dan daya beli yang tetap terjaga di tengah gejolak ekonomi global.

Penerimaan Pajak Pertumbuhan Ekonomi APBN KiTa APBN 2026 PPN / PPH 2026 kemenkeu

Infografis

Terkini