APBN Agustus 2026: Pendapatan Negara Naik 25,4%, Defisit Terjaga 0,93% PDB

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 19 September 2026 | 11:07 WIB
APBN Agustus 2026: Pendapatan Negara Naik 25,4%, Defisit Terjaga 0,93% PDB
APBN Agustus 2026: Pendapatan Negara Naik 25,4%, Defisit Terjaga 0,93% PDB [Dok. Kementerian Keuangan]

astakom.com, Jakarta - Kementerian Keuangan melaporkan penerimaan negara sampe akhir Agustus 2026 mencatatkan pencapaian yang luar biasa. Diketahui, penerimaan negara sampe Agustus 2026 tembus sampai Rp2.055,6 triliun atau 65,2 persen dari target APBN 2026.

Angka ini menunjukkan realisasinya tumbuh sebesar 25,4 persen dibandingin periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Selain realisasi pertumbuhan penerimaan negara, angka belanja negara sampai Agustus mencapai Rp2.295,7 triliun. Sehingga defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun atau setara dengan 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

APBN terkendali

Menteri Keuangan Suahasil Nazara ngespill kalau kondisi APBN sampe akhir Agustus itu membuktikan kalau pengelolaan keuangan negara dilakukan dengan sangat hati-hati, terkendali dan ada di jalur yang sesuai sama target fiskal hingga akhir tahun.

“APBN sampai dengan akhir Agustus ini masih menunjukkan kinerja yang kuat. Keseimbangan primer kita masih positif dan defisit kita masih terkendali,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN, dikutip astakom.com pada Jumat (18/09/2026).

Suahasil bilang kalau pertumbuhan pendapatan negara ditopang sama sejumlah komponen penerimaan. Penerimaan perpajakan tumbuh juga sebanyak 24,1 persen secara tahunan menjadi Rp1.619,3 triliun.

PNBP melesat 41,7 persen

Selanjutnya dilakukan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) melesat 41,7 persen menjadi Rp435,1 triliun. Secara rinci, penerimaan perpajakan terdiri dari penerimaan kepabeanan dan cukai yang tercatat Rp210,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen secara tahunan. Kemudian, penerimaan pajak sebesar Rp1.409 triliun atau tumbuh 24,1 persen.

Kinerja positif penerimaan pajak, antara lain tercermin dari pertumbuhan PPh nonmigas sebesar 16,6 persen dan PPN serta PPnBM sebesar 38,9 persen. Dari sisi belanja, realisasi belanja pemerintah pusat hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp1.791,5 triliun. 

Pertahankan daya beli masyarakat

Belanja kementerian/lembaga tercatat Rp912,4 triliun, sedangkan belanja non-kementerian/lembaga mencapai Rp879,1 triliun. Suahasil bilang kalau pemerintah terus menjaga belanja negara untuk menopang aktivitas ekonomi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Pembayaran subsidi dan kompensasi ke PLN dan Pertamina sampe Agustus mencapai Rp331,4 triliun, meningkat dibandingkan dengan subsidi Rp218 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kementerian Keuangan memproyeksikan defisit fiskal sampe akhir 2026 tetap berada di sekitar target yang ditetapkan dalam APBN, yakni 2,85 persen terhadap PDB.

"Kita juga sudah memproyeksikan di Laporan Semester I bahwa defisit APBN akan menuju 2,85 persen dari PDB," katanya. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Pendapatan negara sampai Agustus 2026 tembus Rp2.055,6 triliun, naik 25,4% secara tahunan. Di saat yang sama, belanja mencapai Rp2.295,7 triliun sehingga defisit masih terjaga di 0,93% PDB. Suahasil menilai kondisi ini menunjukkan APBN masih on track, dengan penerimaan pajak dan PNBP jadi penopang utama. Pemerintah juga memproyeksikan defisit akhir 2026 tetap sekitar 2,85% PDB.

APBN KiTa APBN 2026 Defisit APBN Pendapatan Negara

Infografis

Terkini