Kesyukuran 100 Tahun Gontor,  Presiden Prabowo Menangis Usai Peluk Dubes Palestina

Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 19 September 2026 | 14:57 WIB
Kesyukuran 100 Tahun Gontor,  Presiden Prabowo Menangis Usai Peluk Dubes Palestina
Presiden Prabowo memeluk Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari saat hadiri 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Sabtu (19/9/2026). [Timpres]

Reporter: Usman

astakom.com, Jakarta – Suasana Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9), berubah haru saat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyapa Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari.

Presiden Prabowo di hadapan ribuan santri terlihat tak kuasa menahan air mata setelah berpelukan dengan Dubes Palestina. 

Presiden bahkan sempat mengusap air matanya menggunakan handuk putih yang biasa di bawanya setiap kali pidato.

Momen tersebut terjadi ketika Presiden Prabowo menyapa satu per satu duta besar yang hadir dalam acara Kesyukuran satu abad Gontor. 

Saat tiba giliran menyebut Duta Besar Palestina, Presiden Prabowo Subianto langsung meneriakkan dukungan bagi kemerdekaan Palestina.

“Free Palestine, Free Palestine, Free Palestine,” pekik Presiden Prabowo yang disambut para alumni, santri, serta tamu undangan yang hadir.

Dubes Palestina Abdulfattah kemudian mengangkat sebuah sorban untuk diserahkan kepada Presiden. Presiden Prabowo memberi isyarat agar Dubes Palestina naik ke atas panggung.

Setelah menerima sorban tersebut, Presiden Prabowo mengenakannya di bahu. Keduanya kemudian berpelukan di hadapan para hadirin.

Usai momen itu, Presiden Prabowo kembali menuju podium untuk melanjutkan pidatonya. Namun, suaranya terdengar berubah seperti menahan tangis. Ia mengaku teringat penderitaan masyarakat Palestina yang hingga kini terus menghadapi serangan.

“Saya minta maaf. Tadi saya teringat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah kurang berdaya untuk membantu mereka,” kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto kemudian mengaitkan penderitaan rakyat Palestina dengan pentingnya membangun kekuatan bangsa. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi dorongan bagi masyarakat Indonesia, terutama para ulama, kiai, pendidik, dan generasi muda untuk belajar dan bekerja sungguh-sungguh membangun negara.

“Saya kira ini justru yang mendorong kita semua, apalagi saudara-saudara, apalagi para kiai, apalagi para ulama, apalagi para pendidik di institusi-institusi seperti Gontor ini. Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak. Kehendak untuk belajar sungguh-sungguh. Kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menegaskan kekuatan sebuah negara menjadi hal penting agar bangsa tersebut mampu berdiri tegak dan tidak mudah mendapatkan tekanan dari negara lain.

“Karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” tegas Presiden. (Usm/RaM)

Gen Z Takeaway

Suasana Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor mendadak haru waktu Presiden Prabowo Subianto emotional banget usai meluk Dubes Palestina, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, dan nerima kalungan sorban di atas panggung. Sambil ngusap air mata dan teriak “Free Palestine”, Prabowo ngaku sedih teringat penderitaan warga Palestina yang terus diserang, sekaligus ngewanti-wanti para santri dan generasi muda buat belajar sungguh-sungguh demi bikin Indonesia makin kuat—soalnya kalau bangsa kita enggak kuat, bakal gampang diinjak-injak sama negara lain!

Presiden Prabowo Subianto Syukuran Gontor 100 Tahun 100 Tahun Gontor Pondok Pesantren Gontor Ponorogo

Infografis

Terkini