Bioetanol Tebu Is Coming! Pemerintah Targetin E20 Kelar dalam Dua Tahun

Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 18 September 2026 | 18:09 WIB
Bioetanol Tebu Is Coming! Pemerintah Targetin E20 Kelar dalam Dua Tahun
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan keterangan persnya usai rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (16/09/2026). [BPMI Setpres]

astakom.com, Jakarta - Pemerintah lagi ngegas banget rencana transisi energi hijau. Lewat rapat terbatas yang dipimpin langsung sama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/09/2026), pemerintah resmi menyiapkan langkah buat geber produksi bahan bakar campuran etanol 20 persen alias E20 dalam dua tahun ke depan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan ngebocorin kalau Presiden Prabowo udah ngasih instruksi langsung ke kementerian terkait buat nyiapin amunisi, mulai dari urusan lahan bahan baku sampai pabrik pengolahannya.

“Ratas dipimpin Bapak Presiden langsung, kita membahas agar dua tahun mendatang kita sudah bisa produksi paling kurang E20. Oleh karena itu, tadi Mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya,” kata Zulkifli dikutip dari laman resmi Setneg, Jumat (18/09/2026).

Usut punya usut, tebu dipilih jadi komoditas paling mantap buat dikonversi jadi etanol. Buat ngejar target ini, pemerintah siap nge-plot lahan seluas 2 juta hektare yang tersebar di Jawa, Sumatra, Kalimantan, sampai Papua. Urusan eksekusi industrinya nanti bakal dipegang sama Danantara.

“Mengonversi etanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu. Menyiapkan lahannya lebih kurang 2 juta hektare, ada yang dari luar Jawa, ada yang dari Jawa, ada dari Sumatra akan disiapkan. Kemudian Danantara yang akan membangun industrinya, dalam dua tahun kita harus bekerja keras melihat perkembangan dulu yang sekarang. Kita harus mampu untuk menghasilkan E20, kira-kira itu intinya tadi,” jelas Zulkifli.

Meskipun urusan lahan sempat jadi bottleneck, hasil kajian ngebuktiin kalau pencampuran crude oil bareng etanol 20 persen ini sangat mungkin tercapai dalam kurun waktu dua tahun.

“Setelah kita kaji dan seterusnya dimungkinkan dalam dua tahun mendatang crude oil kita sudah bisa dicampur dengan E20 itu, dalam dua tahun. Memang yang menjadi titik bottleneck adalah lahan. Tapi setelah dibahas tadi ada dari Kalimantan, ada dari Sumatra, ada dari Jawa, dan ada dari Papua,” lanjutnya.

Zulhas juga negasin kalau pasokan etanol buat E20 ini murni local product alias racikan dalam negeri. Proyek E20 ini juga baru step awal sebelum nantinya di-scale up ke level yang lebih tinggi.

“E20 dalam negeri semuanya. Bertahap kita akan menuju E50, seperti B50. Tapi yang pertama ini E20, jangka panjang akan menuju E50," tegas Menko Pangan.

Kenapa harus tebu? Soalnya, opsi komoditas lain kayak jagung sama singkong dinilai kurang match kalau mau diproduksi secara masif dan pake sistem mekanisasi.

“Lahan, lahan yang ada. Karena kan tebu itu tidak semua daerah cocok ya. Tadi sudah dihitung kalau jagung nggak mungkin, nggak masuk hitungannya. Ya kemudian singkong, singkong juga dihitung-hitung itu tidak mudah. Tidak mudah panennya dan seterusnya karena tidak bisa mekanisasi. Ketemu tebu,” tutupnya. (RaM)

Gen Z Takeaway

Biar enggak ketergantungan sama BBM fosil murni, pemerintah targetin bahan bakar E20 berbasis etanol udah bisa diproduksi penuh dalam dua tahun ke depan. Karena jagung dan singkong dinilai kurang masuk akal buat diproduksi massal, 2 juta hektare lahan tebu siap digarap di berbagai pulau, plus Danantara yang bakal turun tangan bangun pabriknya biar energi hijau Indonesia makin level up sampai target E50 nanti!

Bioetanol Zulkifli Hasan E20 Energi Hijau energi terbarukan Energi Baru Terbarukan bioetanol tebu

Infografis

Terkini