Indonesia Segera Gabung Bank BRICS di NDB? Ini Penjelasan Resmi Staf Khusus Menlu!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 18 September 2026 | 03:04 WIB
Indonesia Segera Gabung Bank BRICS di NDB? Ini Penjelasan Resmi Staf Khusus Menlu!
Indonesia Segera Gabung Bank BRICS di NDB? Ini Penjelasan Resmi Staf Khusus Menlu! [Dok. Kementerian Luar Negeri]

astakom.com, Jakarta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) akhirnya angkat bicara meluruskan rumor publik terkait status aksesi Indonesia ke New Development Bank (NDB) alias Bank BRICS.

Pemerintah menegaskan bahwa proses bergabungnya Indonesia ke lembaga keuangan multinasional tersebut kini terus dimatangkan antar-kementerian/lembaga pascamekanisme komunikasi resmi yang diinisiasi sejak awal 2025, guna menghadirkan alternatif pembiayaan pembangunan nasional yang lebih fleksibel, minim biaya transaksi, dan berbasis mata uang lokal tanpa skema ketat ala IMF atau Bank Dunia.

Buka-Bukaan Aksesi NDB

Menjawab rasa penasaran publik dan awak media mengenai status keanggotaan serta isu komitmen investasi senilai USD 1 miliar, Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Penguatan Kebijakan Isu-isu Multilateral, Tri Tharyat menegaskan bahwa NDB memiliki karakteristik keanggotaan yang terpisah secara prosedural dari BRICS. Lembaga ini bersifat terbuka bagi negara mana pun di luar pendiri awal.

Proses aksesi Indonesia sendiri telah bergulir secara formal sejak pertemuan bilateral Presiden RI dengan Presiden NDB, Dilma Rousseff, pada 20 Maret 2025. Menurut Kemlu, koordinasi lintas sektor di tingkat nasional saat ini sedang mengebut tahapan teknis agar proses keanggotaan Indonesia dapat terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama.

"New Development Bank betul didirikan oleh BRICS, tapi tidak semua anggota NDB adalah anggota BRICS. Sifatnya terbuka... Saat ini kementerian/lembaga terkait terus berkoordinasi untuk melakukan tahapan-tahapan awal bagaimana proses aksesi Indonesia ke NDB ini dapat terlaksana dalam waktu tidak terlalu lama" ucap Tri Tharyat pada agenda press briefing di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis (17/09/2026).

Untung Rugi Buat RI

Tri menceritakan bahwa keunggulan utama NDB terletak pada skema pembiayaan yang lebih ramah bagi negara berkembang, seperti penyaluran pinjaman menggunakan mata uang lokal guna menekan biaya transaksi perdagangan (transaction cost).

"NDB dapat dijadikan sumber alternatif pembiayaan pembangunan tanpa menerapkan hal-hal yang sangat ketat seperti yang dilakukan oleh Bank Dunia maupun IMF,Salah satunya, negara penerima akan menerima bantuan dalam mata uang setempat sehingga transaction cost bisa ditekan" sambungnya.

Saat ini, tercatat ada 10 negara yang telah resmi menjadi anggota NDB, di mana 7 di antaranya merupakan anggota BRICS, sementara 3 lainnya yakni Bangladesh, Aljazair, dan Uzbekistan bergabung dari luar blok tersebut. Selain Indonesia, terdapat beberapa negara lain yang juga sedang menempuh proses aksesi, antara lain Ethiopia, Iran, dan Arab Saudi.

"Hingga saat ini tercatat ada 10 anggota NDB, 7 diantaranya adalah anggota BRICS. Di luar anggota BRICS ada Bangladesh, Algeria, dan Uzbekistan" jelasnya.

Klarifikasi Isu Panas

Terkait isu dana investasi senilai 1 miliar dolar AS yang ramai dibicarakan, Tri meluruskan bahwa pemerintah tidak pernah mengonfirmasi angka tersebut. Pemerintah, lanjutnya, masih berfokus menyelesaikan prosedur aksesi dan syarat-syarat bergabungnya Indonesia.

“Angka tersebut belum pernah disebut secara presisi. Kementerian dan lembaga terkait masih berkoordinasi untuk menyelesaikan tahapan awal agar proses aksesi Indonesia ke NDB dapat terlaksana dalam waktu yang tidak terlalu lama,” terangnya.

Bikin Transaksi Bebas Sat-Set

Lebih lanjut, Tri menambahkan bahwa bergabungnya Indonesia ke NDB juga sejalan dengan dorongan integrasi ekonomi BRICS yang lebih luas, termasuk penguatan kerja sama Local Currency Settlement (LCS) serta interoperabilitas sistem pembayaran digital (digital payment system) antarnegara anggota.

"Yang juga kita dorong adalah mengurangi ketergantungan terhadap mata uang tertentu. Yang juga kita dorong adalah kerja sama interoperability dari digital payment system sebagai salah satu produk unggulan kita yaitu [QRIS], kita akan dorong kerja sama antar-negara," papar Tri. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Intinya, Indonesia lagi spill rencana gabung New Development Bank (NDB) alias bank milik BRICS nih, guys! Langkah ini diambil biar kita dapat suntikan pinjaman pembangunan yang lebih santai, ramah pinjaman lokal, dan bebas aturan ketat ala IMF atau Bank Dunia. Plus, transaksi antarnegara juga makin smooth tanpa ribet pakai mata uang tertentu, bahkan bisa bikin ekosistem bayar-membayar kayak QRIS makin melokal di kancah internasional!

New Development Bank NDB Bank BRICS Kementerian Luar Negeri

Infografis

Terkini