Trik Diplomasi Indonesia: Stafsus Menlu Ungkap Cairkan Kebuntuan Deklarasi BRICS di Menit Akhir

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 17 September 2026 | 21:34 WIB
Trik Diplomasi Indonesia: Stafsus Menlu Ungkap Cairkan Kebuntuan Deklarasi BRICS di Menit Akhir
Trik Diplomasi Indonesia: Stafsus Menlu Ungkap Cairkan Kebuntuan Deklarasi BRICS di Menit Akhir (Staf Khusus Menlu Tri Tharyat/ Nadiah)

astakom.com, Jakarta – Indonesia membuktikan perannya dalam arena diplomasi internasional setelah aksi lobi last minute delegasi Republik Indonesia berhasil memecahkan kebuntuan alot selama 10 pekan hingga membuahkan kesepakatan konsensus Deklarasi New Delhi sebanyak 140 paragraf pada KTT BRICS ke-18 di India, yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat global termasuk perlindungan hak beragama warga Palestina, kepastian pasokan pangan nasional, hingga akses transaksi keuangan digital antarnegara yang semakin inklusif.

Drama Lobi Last Minute

Proses penyusunan Deklarasi Para Pemimpin BRICS New Delhi ternyata menyimpan cerita diplomasi yang sangat intens. Persiapan dokumen tersebut memakan waktu hingga 10 pekan beruntun dengan maraton sidang yang memaksa para delegasi begadang hingga pukul 03.30 pagi.

Bahkan, hingga setengah jam sebelum KTT resmi dibuka oleh para kepala negara, dokumen deklarasi final belum juga sepenuhnya disepakati karena ketegangan antar-anggota.

Dinamika semakin ketat mengingat dari 27 pertemuan tingkat menteri, terdapat 4 pertemuan yang gagal mencapai dokumen konsensus, termasuk di tingkat Menteri Luar Negeri akibat gesekan antara Iran dan Uni Emirat Arab (UEA).

Dalam situasi panas ini, Indonesia yang diwakili oleh Staf Khusus Menlu Tri Tharyat, membawa pengalaman berharga dari Presidensi G20 Bali untuk menjembatani perbedaan pandangan tersebut hingga akhirnya seluruh pemimpin menyetujui 140 paragraf Deklarasi New Delhi.

"Dan persiapan Deklarasi Para Pemimpin BRICS New Delhi ini memakan waktu sangat lama, 10 pekan, ya. Kita bergadang-bergadang sempat sampai jam 03.30 pagi, yang hari terakhir sampai setengah tiga pagi, tapi belum disepakati semua sampai setengah jam sebelum pembukaan KTT, ya. Jadi, itu situasi yang dihadapi," ungkap Tri Tharyat pada agenda press briefing di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis (17/09/2026).

"Pengalaman Presidensi G20 kita bagikan dengan teman-teman BRICS lain, bahwa kita harus mampu menjembatani berbagai perbedaan tanpa menghalangi kesepakatan yang lebih luas," sambungnya.

Warisan Semangat Bandung

Di tengah kompleksitas negosiasi tersebut, diplomasi Indonesia mencetak capaian sejarah. Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan KTT BRICS, prinsip Bandung Spirit (Semangat Bandung) berhasil diabadikan secara resmi di dalam dokumen Deklarasi BRICS.

Kehadiran poin ini menegaskan kembali posisi Indonesia dalam mengusung solidaritas kekuatan Global South demi mendorong reformasi lembaga multilateral serta sistem keuangan internasional agar lebih adil dan multipolar.

Tak hanya isu sejarah diplomasi, Indonesia juga sukses memasukkan klausul-klausul strategis terkait pengelolaan mineral kritis, kerja sama sustainable vegetable oils (minyak nabati berkelanjutan), ketahanan energi terbarukan, serta kecaman keras atas perluasan wilayah secara ilegal di Palestina sekaligus jaminan akses penuh bagi warga Palestina dalam menjalankan kewajiban beragama.

"Ada beberapa masukan Indonesia yang direfleksikan di dalam deklarasi. Pertama, untuk pertama kali bahwa Konferensi Bandung dan Bandung Spirit tercermin di dalam Deklarasi BRICS. Lalu kita dorong kerja sama mineral kritis, sustainable vegetable oils, serta konsen yang sangat serius terhadap perluasan secara ilegal wilayah di Palestina dan akses penuh menjalankan kewajiban beragama." jelasnya.

Dorong QRIS

Di sektor ekonomi dan keuangan, keanggotaan Indonesia di BRICS membuka peluang besar bagi akselerasi transaksi digital nasional. Indonesia terus mendorong pembentukan sistem pembayaran interoperabilitas digital yang memungkinkan transaksi antarnegara berjalan lancar, aman, dan efisien. Langkah ini sejalan dengan penguatan produk unggulan nasional seperti sistem pembayaran QRIS untuk dikolaborasikan di tingkat internasional.

Selain itu, dalam kerangka kerja sama BRICS, dikembangkan pula skema penggunaan mata uang local (local currency settlement) guna mengurangi ketergantungan terhadap mata uang utama dunia tertentu. Terkait proses aksesi Indonesia ke New Development Bank (NDB), kementerian dan lembaga terkait di tingkat nasional saat ini sedang secara intensif berkoordinasi untuk mematangkan tahapan awal keanggotaan formal.

"Yang juga kita dorong adalah kerja sama interoperability dari digital payment system. Tentu sebagai salah satu produk unggulan kita yaitu QRIS, kita akan dorong kerja sama antar-negara. Selain itu, kita dorong pengurangan ketergantungan terhadap mata uang tertentu melalui local currency settlement," ungkapnya.

Menghadapi tantangan rantai pasok dunia, Indonesia memanfaatkan momentum KTT ini untuk memperkuat keterlibatan dalam BRICS Grain Initiative guna mengamankan pasokan pangan nasional seperti gandum dan komoditas utama lainnya dari ancaman krisis geopolitik.

Di samping itu, usulan Indonesia mengenai mekanisme pasar karbon dan komitmen transisi energi hijau yang digagas sejak KTT terus ditindaklanjuti secara konkret melalui 45 jalur kerja (workstreams) BRICS.

Eksekusi Timnas BRICS

Guna memastikan seluruh poin kesepakatan tingkat Kepala Negara ini berjalan efektif di dalam negeri, Kementerian Luar Negeri bersama kementerian/lembaga terkait bergerak cepat melalui mekanisme koordinasi lintas sektor yang disebut "Timnas BRICS".

Tim khusus ini akan mengeksekusi komitmen-komitmen teknis mulai dari kerja sama sektor energi, lingkungan hidup, hingga partisipasi dunia usaha melalui BRICS Business Council.

"Di tingkat nasional kita akan segera ngebut. Dalam konteks BRICS, kita menyebutnya 'Timnas BRICS' ya nama populernya. Timnas ini akan terus kita dorong untuk melaksanakan berbagai komitmen yang disepakati pada tingkat Kepala Negara, termasuk BRICS Grain Initiative dan pasar karbon," ucapnya. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Diplomasi Indonesia terbukti nggak cuma jago wacana, tapi bisa clutch di menit-menit akhir buat cairin tensi panas antarnegara di KTT BRICS sampai bikin kesepakatan 140 paragraf! Efek positifnya berasa banget buat kita, mulai dari akselerasi belanja cashless pakai QRIS di luar negeri, pasokan bahan pangan nasional yang makin aman dari krisis global, sampai perjuangan hak beragama warga Palestina dan isu lingkungan hidup.

KTT BRICS KTT BRICS 2026 kemlu ri Kementerian Luar Negeri

Infografis

Terkini