Perkuat Riset Dunia: Kemenag Kolaborasi dengan Tomsk State University Rusia

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 17 September 2026 | 14:31 WIB
Perkuat Riset Dunia: Kemenag Kolaborasi dengan Tomsk State University Rusia
Perkuat Riset Dunia: Kemenag Kolaborasi dengan Tomsk State University Rusia [Kemenag]

astakom.com, Jakarta – Pintu buat kuliah dan riset di level internasional makin terbuka lebar nih buat anak-anak muda dari lembaga pendidikan keagamaan. Kementerian Agama (Kemenag) lagi gencar-gencarnya memperluas akses pendidikan global dengan menjajaki kerja sama bareng Tomsk State University (TSU), salah satu kampus riset paling top di Rusia.

Penjajakan ini dibahas langsung waktu Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar ketemu sama Wakil Rektor Bidang Hubungan Internasional TSU, Artem Yurykun, di Jakarta, Rabu (16/09/2026).

Akses beasiswa global

Dalam audiensi tersebut, Menag Nasaruddin Umar negegasin komitmen Kemenag yang nggak main-main dalam ngawal kualitas pendidikan. Kemenag siap memfasilitasi beasiswa buat mereka yang punya prestasi tinggi.

"Kemenag turut mengurus masalah pendidikan ini secara serius, termasuk memfasilitasi pembiayaan bagi mahasiswa berprestasi. Salah satunya kami wujudkan melalui program Bantuan Pendanaan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)," tutur Menag di Jakarta, dikutip oleh astakom pada Kamis (17/09/2026).

Menag juga ngejelasin kalau Kemenag mengayomi jutaan pelajar potensial.

“Potensi akademik anak-anak kita luar biasa. Kemenag sendiri menaungi basis peserta didik yang sangat besar, mulai dari jutaan siswa madrasah, santri, hingga para alumni pondok pesantren," jelas Menag.

Keunggulan riset TSU

Wakil Rektor Bidang Hubungan Internasional TSU, Artem Yurykun, memaparkan kalau TSU yang berlokasi di Kota Tomsk ini punya keunggulan internasional, terutama di lini sains dan teknologi. TSU disokong sama 12 lembaga riset independen yang udah mapan banget.

"Separuh dari lembaga tersebut berada di bawah Russian Academy of Science, dan separuhnya lagi di bawah Russian Academy of Medical Science and Social Affairs. Tujuan kami adalah menjalin kerja sama yang kuat di bidang pendidikan dan penelitian, apalagi kami memiliki Fakultas Sains dan Teknologi yang sangat komprehensif," papar Artem.

Gak cuma itu, Artem juga spill riset keren yang lagi digarap dua tahun belakangan, yaitu proyek pelapisan antibakteri (antibacterial coatings) buat konstruksi kelautan sampai kebutuhan rumah sakit dan alat medis. TSU berharap riset inovatif ini bisa dikolaborasikan bareng.

Kota ramah muslim

Buat yang khawatir masalah adaptasi, Artem ngasih jaminan kalau Kota Tomsk itu super inklusif. Secara sejarah, sekitar 15 persen warga di sana adalah Muslim Sunni dari etnis Tatar.

"Universitas kami terletak tepat di distrik Tatar, sehingga kami memiliki dua masjid yang aktif beroperasi di dekat kampus. Satu masjid hanya berjarak 15 menit berjalan kaki dari gedung utama, dan satu lagi sekitar 25 menit," ucapnya.

Kerukunan di Tomsk juga dapet dukungan. Umat Islam di sana hidup berdampingan secara damai bareng penganut Kristen dan Buddha.

"Kota ini sangat aman, ramah pelajar, dan seperti yang selalu dikatakan oleh para mahasiswa kami dari Indonesia, Tomsk ini sangat Muslim-friendly," sambungnya.

Skema pendanaan

Soal biaya, Artem ngebocorin kalau pemerintah Rusia siap nyediain kuota beasiswa buat mahasiswa Indonesia. Dari kuota awal 300 orang, Artem berencana bakal mendongkraknya jadi 350 beasiswa. Beasiswa ini bisa meraih kamu kuliah gratis (tuition fee) plus dapet uang saku bulanan sekitar 60 Dolar AS.

Biaya hidup di Tomsk juga tergolong murah banget dibanding Moskow atau St. Petersburg, cuma sekitar 200 Dolar AS per bulan. Asrama mahasiswa (sharing room isi 4 orang) cuma berkisar 15-20 Dolar AS per bulan.

Biar makin smooth, Artem ngusulin skema pendanaan bersama (co-funding).

"Akan sangat baik jika ada pendanaan bersama. Misalnya, pemerintah Rusia menanggung biaya kuliah, sementara Kemenag memberikan dukungan finansial untuk biaya hidup mahasiswa, seperti skema yang dilakukan oleh pemerintah Vietnam," ungkap Artem.

Menag menyambut gembira usulan ini dan siap gercep menindaklanjutinya.

"Kami berkomitmen untuk dapat menindaklanjuti peluang ini. Dalam waktu dekat, baik tahun ini maupun tahun depan, Kemenag siap mematangkan persiapan untuk mengirimkan mahasiswa terbaik ke TSU," jelas Menag.

Kolaborasi ini sebenarnya udah dimulai duluan sama UIN Raden Intan Lampung sejak tahun 2025 di bidang sains dan teknologi. Menag berharap langkah ini bisa ditiru kampus-kampus keagamaan negeri lainnya.

"Kami berharap kerja sama ini bisa diperluas ke Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) lainnya, tidak hanya berhenti di UIN Lampung saja," jelasnya. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Peluang kuliah luar negeri makin terbuka lebar buat anak pesantren dan mahasiswa PTKN lewat kerja sama Kemenag dan Tomsk State University (TSU) Rusia. Selain keunggulan riset sains dan teknologi yang sip, kampusnya berada di lingkungan Muslim-friendly dengan biaya hidup ramah kantong plus opsi beasiswa co-funding. Buat kalian yang mengincar pengalaman riset internasional tanpa perlu ribet urusan adaptasi dan finansial, jalur ini pas banget buat masuk list target studi lanjut kalian.

Beasiswa Rusia 2026 Kemenag kemenag update Kementerian Agama

Infografis

Terkini