Langkah Politik Luar Negeri Indonesia: Rangkul Semua, Cari Musuh Nol

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 17 September 2026 | 05:15 WIB
Langkah Politik Luar Negeri Indonesia: Rangkul Semua, Cari Musuh Nol
Langkah Politik Luar Negeri Indonesia: Rangkul Semua, Cari Musuh Nol [Dok. Bakom RI]

astakom.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menekankan kalau Indonesia tetap teguh pada pedoman politik luar negeri bebas aktif mengembangkan hubungan diplomatik dengan negara-negara di dunia. Sikap ini membuat Indonesia tidak terikat pada blok kekuatan tertentu, sekaligus membuka pintu persahabatan dan kolaborasi seluas-luasnya secara inklusif.

Prinsip tersebut disampaikan Kepala Negara dalam program Presiden Prabowo Menjawab pada Rabu (16/09/2026). Ia memaparkan kalau posisi Indonesia di kancah global sejak lama bersandar pada asas nonblok dan ikhtiar menjaga hubungan harmonis dengan seluruh pihak.

Setia Bebas Aktif

“Jadi sikap Indonesia secara tradisi, pandangan kita terhadap hubungan internasional, bahwa kita selalu ingin bebas aktif. Kita dari dulu non-aligned, kita tidak mau ikut blok-blok manapun. Jadi, dari suatu pihak, bisa dikatakan kita ingin bersahabat dengan siapa saja,” tutur Presiden Prabowo pada Rabu, (16/09/2026).

Diplomasi Global

Prabowo berpendapat kalau landasan filosofis ini pula yang menjadi alasan utamanya untuk memenuhi berbagai agenda undangan dari banyak negara. Ia mencatat telah berulang kali melakukan intensitas diplomasi ke kawasan Eropa, Asia, hingga Timur Tengah.

Ia menekankan kalau serangkaian kunjungan kenegaraan tersebut sama sekali tidak mencerminkan keberpihakan pada satu poros kekuatan politik tertentu. Sebaliknya, kedatangan Indonesia di panggung internasional merupakan langkah strategis untuk merawat ikatan baik dengan negara-negara kunci dunia, termasuk Rusia.

“Bahwa Rusia termasuk yang paling sering atau agak sering undang Presiden Indonesia, kan tidak baik kalau diundang kita tidak datang. Tapi saya juga bisa dikatakan sangat sering ke Prancis, saya sangat sering ke Inggris, saya sangat sering ke Turki, sangat sering ke negara-negara Arab, ke Mesir, ke Emirates, ke Qatar, juga ke Tiongkok, ke Jepang,” papar Presiden Prabowo.

Selama memperoleh undangan dan memiliki ruang waktu untuk hadir, Prabowo berkomitmen memenuhi agenda tersebut, terutama bila datang dari negara yang memegang pengaruh vital dalam konstelasi geopolitik global.

Saling Rangkul Mitra

Presiden Prabowo juga mengulas urgensi Indonesia dalam memelihara komunikasi intensif dengan Rusia. Menurutnya, Rusia memegang peranan pivotal sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), memiliki teritorial terluas di dunia, serta potensi sumber daya alam yang amat melimpah.

“Apalagi diundang oleh negara kunci di dunia. Bagaimanapun, Rusia itu anggota Dewan Keamanan. Rusia dari segi wilayah, itu negara yang terbesar di dunia. Dan dia punya sumber alam yang sangat besar. Dan secara tradisi hubungan kita baik sama Rusia. Jadi, saya kira itu biasa saja,” ungkap Presiden Prabowo.

Ia menuturkan, perlakuan dan pendekatan serupa juga diterapkan saat Indonesia menerima undangan resmi dari Amerika Serikat maupun negara-negara sahabat lainnya. Buat Prabowo, memenuhi gestur diplomatik negara mitra adalah bagian inti dari menjaga fondasi komunikasi dan relasi yang solid.

Tetap Independen

“Tapi kalau saya diundang, kalau ke Amerika saya diundang, saya datang. Kan begitu kan? Jadi, intinya itu,” tegasnya.

Seluruh rangkaian lawatan luar negeri tersebut mempertegas model diplomasi fleksibel Indonesia yang senantiasa terbuka kepada seluruh daya kekuatan dunia. Buat Indonesia, doktrin bebas aktif memberikan fleksibilitas untuk tetap independen menentukan posisi sekaligus proaktif membangun jembatan kerja sama lintas negara. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Intinya, Indonesia tuh vibes-nya zero enemies, real friends only! Presiden Prabowo mau buktiin kalau bebas aktif itu bukan cuma teori, tapi beneran siap stay connected sama semua big players dunia—mulai dari AS, Rusia, Tiongkok, sampai negara-negara Arab—tanpa perlu fomo masuk kubu mana pun.

Politik luar negeri politik luar negeri ri Politik Luar Negeri Bebas Aktif Prabowo Subianto Diplomasi

Infografis

Terkini