Bab al-Rahma Mau Diubah Jadi Lokasi Doa Yahudi, Palestina Auto Warning!
astakom.com, Jakarta – Kegubernuran Yerusalem Timur Palestina mendadak kasih warning keras soal adanya pergerakan Israel yang diduga mau bikin kondisi keagamaan Yahudi baru di sekutar areaa Masjid Al-Aqsa. Kali ini, sorotan tertuju pada deretan ritual dan doa Yahudi yang makin intens digelar di kawasan Pemakaman Bab al-Rahma, Yerusalem Timur.
Dalam pernyataan resminya pada Senin,(14/09/2026), pihak kegubernuran mengungkapkan kalau aksi ritual dalam beberapa pekan terakhir udah bukan lagi sekadar agenda musiman saat perayaan hari raya Yahudi. Vibes-nya mulai bergeser dan diarahkan buat menjadikan area tersebut sebagai lokasi ibadah rutin bagi warga Yahudi.
“Ritual yang digelar dalam beberapa pekan terakhir melampaui ritual musiman yang terkait dengan hari raya Yahudi dan membuka jalan untuk mengubah lokasi tersebut menjadi tempat doa Yahudi yang berulang,” tegas kegubernuran, dilansir dari TRT World pada Selasa (15/09/2026).
Normalisasi ritual
Hasil pantauan pihak kegubernuran menunjukkan adanya gempuran konten promosi dari kelompok yang mengatasnamakan “Temple” di media sosial. Mereka bahkan sampai bikin grup WhatsApp khusus bernama “Gates of Mercy, open for us” demi mempopulerkan narasi keagamaan Yahudi, sekaligus menyematkan kesan sakral pada sisi timur tembok Al-Aqsa, khususnya di area Bab al-Rahma.
Kelompok “Temple” sendiri merupakan wadah bagi deretan organisasi dan gerakan Yahudi nasionalis-religius. Target utama mereka menyasar Yerusalem, terutama Masjid Al-Aqsa, dengan agenda mendesak pembangunan kembali kuil Yahudi di situs bersejarah tersebut.
“Narasi tersebut berupaya menampilkan Bab al-Rahma sebagai situs keagamaan Yahudi yang dapat dimasuki dan digunakan untuk berdoa,” jelas kegubernuran.
Mobilisasi medsos
Kampanye media sosial itu nggak berhenti di wacana online aja, tapi udah merembet ke tindakan nyata di lapangan. Muncul seruan buat menggelar agenda doa mingguan yang dikait-kaitkan dengan sosok Uri Ohayon, mantan perwira militer Israel. Pihak kegubernuran menyebutkan kalau deretan aksi itu mencakup ritual kelompok tepat di dekat area pemakaman Muslim.
“Masjid Al-Aqsa, dengan seluruh areanya seluas 144 hektare, merupakan tempat ibadah yang secara eksklusif diperuntukkan bagi umat Islam,” ucap Kegubernuran Yerusalem Timur.
Pihak kegubernuran menambahkan kalau status wakaf Al-Aqsa berlaku menyeluruh mencakup seluruh halaman, ruang salat, tembok, gerbang, hingga berbagai penanda yang ada di dalam kompleks. Bab al-Rahma sendiri merupakan salah satu gerbang utama Masjid Al-Aqsa yang membentang di sepanjang tembok bagian timur.
Klaim wakaf
Secara tegas, kegubernuran menyebut otoritas Israel sama sekali nggak punya kedaulatan atas Yerusalem Timur maupun situs-situs sucinya, sehingga nggak berhak ngotak-ngatik identitas, karakter, fungsi, atau penanda di kompleks Al-Aqsa. Kalau praktik ini terus dibiarkan sampai dianggap wajar atau sekadar ritual biasa, kelompok “Temple” diprediksi bakal makin memperlebar agenda mereka dan menguasai titik-titik baru di sekitar Al-Aqsa.
“Apa yang terjadi di Bab al-Rahma merupakan jalur yang terorganisasi untuk memaksakan realitas keagamaan Yahudi baru di sekitar Masjid Al-Aqsa, dimulai dengan normalisasi dan pengulangan ritual, kemudian mengubahnya menjadi kehadiran permanen dan praktik rutin,” ungkap kegubernuran.
Eskalasi ketegangan
Situasi makin panas setelah dilaporkan sebanyak 593 pemukim ilegal Israel masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa pada Minggu. Di saat bersamaan, otoritas Israel membatasi ketat akses jemaah Palestina selama momen Tahun Baru Yahudi.
Pembatasan ini berjalan seiringan dengan imbauan kelompok “Temple” yang mengajak pengikutnya meningkatkan aksi masuk ke Al-Aqsa selama perayaan Tahun Baru Yahudi pada 11–13 September. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Basically, isu di Bab al-Rahma ini bukan sekadar ritual keagamaan biasa, tapi ada indikasi soft-taking area Al-Aqsa lewat strategi "normalisasi" ritual mingguan dan spaming narasi di medsos. Kalau dibiarin, status quo kompleks Al-Aqsa yang secara eksklusif milik umat Islam bisa bergeser perlahan secara permanen. Stay aware!









