Terima Award di India, PM Anwar Ibrahim Wanti-wanti Bahaya Buta AI: Jangan Sampai Ketinggalan Zaman!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 14 September 2026 | 15:08 WIB
Terima Award di India, PM Anwar Ibrahim Wanti-wanti Bahaya Buta AI: Jangan Sampai Ketinggalan Zaman!
Anwar Ibrahim Imbau Umat Muslim Kuasai AI dan Teknologi Masa Depan Demi Hadapi Zaman! (Perdana Menteri Anwar Ibrahim Gemini)

astakom.com, Jakarta – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, baru-baru ini menyerukan pesan penting buat para ulama dan masyarakat Muslim. Ia mengajak umat untuk segera level up dan meningkatkan penguasaan terhadap kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta berbagai teknologi baru lainnya.

Anwar memperingatkan jika umat Muslim sampai ketinggalan zaman dalam urusan sains dan teknologi, posisi mereka bakal rentan dan gampang dipengaruhi oleh pihak lain.

Penguasaan Sains dan AI

“Tanpa pengetahuan, kita akan gagal. Tanpa memahami kecerdasan buatan, kita akan terjajah"tegas Anwar saat menyampaikan pidatonya di acara penghargaan di Kozhikode, Negara Bagian Kerala, India Selatan, pada Minggu, (13/09/2026).

Pernyataan tegas ini ia nyatakan seusai menerima Excellence Award penghargaan yang baru pertama kali diberikan oleh Sheikh Abubakr Foundation di Markazu Saquafathi Sunniyya, Karanthur.

Teknologi dan Nilai Etika

Dalam kesempatan tersebut, Anwar menekankan kalau para ulama zaman sekarang perlu paham betul soal “realitas dan tantangan baru pada masa kini”. Hal ini mencakup pesatnya perkembangan teknologi modern, keilmuan baru, transformasi digital, hingga ranah AI.

Walaupun begitu, ia mengingatkan agar kemajuan teknologi yang begitu pesat tidak sampai mengorbankan prinsip-prinsip agama dan etika.

“Kita membutuhkan pengetahuan. Kita membutuhkan keahlian,” ucap Anwar, dilansir dari Anadolu Agency, Senin, (14/09/2026).

Ia menegaskan pentingnya bagi masyarakat Muslim untuk menjamin kalau setiap perkembangan teknologi tetap mampu melindungi “keyakinan dan nilai-nilai moral” yang dianut.

Ancaman Pengikisan Moral Digital

Anwar juga memberikan peringatan soal potensi masuknya nilai-nilai asing melalui teknologi baru yang bisa mengikis keyakinan serta etika masyarakat, terutama jika mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk memahami sekaligus mengarahkan perkembangan teknologi tersebut.

Menurut pengamatannya, kalangan ulama dan masyarakat Muslim saat ini dinilai masih kurang aware alias belum memberikan perhatian yang memadai terhadap tantangan berat yang dibawa oleh hadirnya AI.

Padahal, kata Anwar, risiko dari pesatnya perkembangan AI sendiri sudah lama jadi bahan perdebatan sengit di kalangan tokoh-tokoh papan atas industri teknologi dunia.

Aktif dalam Ekosistem AI

Oleh karena itu, ia mengajak agar masyarakat Muslim bisa lebih aktif terlibat dalam ekosistem perkembangan AI. Bagi Anwar, kemajuan teknologi mutlak harus tetap berlandaskan pada pengetahuan, etika, dan nilai-nilai agama.

Sebagai informasi, dalam agenda tersebut Anwar menerima penghargaan langsung dari Kanthapuram A.P. Aboobacker Musliyar, sosok Grand Mufti India yang juga merupakan salah satu ulama Sunni terkemuka. Anwar sendiri menyempatkan hadir di Kerala setelah selesai menghadiri KTT ke-18 BRICS yang digelar di New Delhi.

Gen Z Takeaway

Pesan dari PM Anwar Ibrahim ini fix jadi wake-up call banget buat kita semua agar nggak sekadar jadi konsumen pasif di era kecerdasan buatan. Menguasai AI dan teknologi masa depan itu hukumnya wajib biar kita nggak gampang disetir atau kecolongan secara digital, tapi ingat—tech skill yang jago tetap harus diimbangi sama fondasi etika dan moral yang kuat biar nggak kehilangan arah!

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim Malaysia Artificial Intelligent (AI) Teknologi Masa Depan

Infografis

Terkini