Wajib Tahu! Ini Isi Tas Siaga Bencana yang Perlu Kamu Siapkan
astakom.com, Jakarta – Bencana bisa terjadi tanpa banyak waktu untuk bersiap. Saat kondisi darurat muncul, masyarakat mungkin harus segera meninggalkan rumah dan menuju lokasi yang lebih aman. Karena itu, kebutuhan penting sebaiknya sudah disiapkan dalam satu tas yang dapat langsung dibawa.
Melansir dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diakses Kamis (10/9/2026), Tas Siaga Bencana (TSB) merupakan tas tahan air yang dipersiapkan anggota keluarga untuk menghadapi kemungkinan bencana maupun kondisi darurat lainnya. Tas tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar ketika bantuan belum datang sekaligus memudahkan proses evakuasi.
BNPB juga kembali mengingatkan masyarakat untuk menyiapkan TSB sebagai bagian dari kesiapsiagaan. Dalam pembaruan situasi pada 19 Juli 2026, BNPB mengimbau masyarakat menghadapi potensi bencana dengan menyiapkan tas siaga serta terus memantau informasi dari sumber resmi seperti BNPB, BPBD, dan BMKG.
Kenapa tas siaga perlu disiapkan?
Tas Siaga Bencana dibuat untuk menyimpan kebutuhan yang kemungkinan diperlukan ketika seseorang harus bertahan sementara dalam situasi darurat. BNPB memberikan contoh kebutuhan dasar yang disiapkan untuk sekitar tiga hari, mulai dari air minum hingga perlengkapan komunikasi.
Artinya, tas ini bukan sekadar tempat untuk menaruh barang secara acak. Isinya perlu dipilih berdasarkan kebutuhan dasar yang dapat membantu selama kondisi darurat sekaligus mendukung proses evakuasi.
Dalam salah satu imbauannya pada April 2026, BNPB juga menyebut tas siaga sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan masyarakat. Daftar yang dicantumkan antara lain air minum, makanan ringan, pakaian ganti, obat pribadi, perlengkapan kebersihan, senter, baterai cadangan, power bank, masker dan dokumen penting yang disimpan dalam wadah kedap air.
Karena kebutuhan setiap keluarga dapat berbeda, isi tas dapat disesuaikan dengan kondisi anggota keluarga. Namun, sejumlah perlengkapan dasar yang disebut BNPB tetap perlu menjadi perhatian.
Ini isi tas siaga bencana
BNPB mencantumkan sejumlah kebutuhan dasar untuk dimasukkan ke dalam TSB. Berikut perlengkapan yang bisa disiapkan:
1. Air minum
Air menjadi salah satu kebutuhan utama. BNPB memberikan contoh persediaan air minum yang dapat mendukung kebutuhan selama kurang lebih tiga hari.
2. Makanan tahan lama
Makanan ringan yang tahan lama juga perlu disiapkan. Dalam buku saku BNPB, contohnya antara lain mi instan, biskuit, abon dan cokelat.
3. Pakaian ganti
BNPB memasukkan pakaian untuk kebutuhan tiga hari. Contohnya pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk dan jas hujan.
4. Obat dan P3K
Kotak obat-obatan atau P3K termasuk perlengkapan dasar. BNPB menyebut obat-obatan pribadi serta obat umum lainnya sebagai bagian dari kebutuhan yang dapat disiapkan.
5. Ponsel dan pengisi daya
Radio atau ponsel dapat disiapkan bersama baterai, charger atau power bank. Perangkat tersebut dapat digunakan untuk memantau informasi mengenai kondisi bencana.
6. Alat penerangan
Senter atau lampu kepala termasuk perlengkapan yang dicantumkan BNPB. Buku saku BNPB juga memasukkan korek api dan lilin dalam contoh perlengkapan penerangan.
7. Dokumen penting
Dokumen seperti surat tanah, surat kendaraan, ijazah dan akta kelahiran termasuk contoh dokumen yang disebut BNPB. Dalam imbauan April 2026, BNPB juga menekankan agar dokumen penting disimpan dalam wadah kedap air.
8. Uang tunai
BNPB turut memasukkan uang tunai sebagai bagian dari kebutuhan TSB dan menyarankan jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan perbekalan selama kurang lebih tiga hari.
9. Peluit
Peluit dapat menjadi alat bantu untuk meminta pertolongan ketika berada dalam kondisi darurat. Karena ukurannya kecil, perlengkapan ini dapat ditempatkan di bagian tas yang mudah ditemukan.
10. Masker
Masker termasuk dalam daftar BNPB dan disebut sebagai alat bantu untuk menyaring udara yang kotor atau tercemar.
11. Perlengkapan mandi
Kebutuhan kebersihan pribadi juga masuk dalam daftar TSB. Contohnya sabun, sikat gigi, pasta gigi, sisir dan cotton bud.
Cek tas sebelum kondisi darurat
Menyiapkan tas sekali saja belum cukup. Isi TSB perlu diperhatikan kembali agar perlengkapan yang tersimpan tetap sesuai dengan kebutuhan keluarga dan dapat digunakan ketika diperlukan.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan memantau perkembangan informasi dari sumber resmi dan terpercaya. Dalam menghadapi potensi bencana, masyarakat diharapkan mengikuti arahan pihak berwenang apabila kondisi darurat terjadi.
Pemeriksaan berkala juga penting untuk memastikan kebutuhan seperti makanan, obat-obatan, baterai, pakaian dan perlengkapan lainnya masih tersedia. Jika kondisi anggota keluarga berubah, isi tas pun dapat disesuaikan.
Yang tidak kalah penting, TSB perlu benar-benar siap dibawa ketika evakuasi diperlukan. BNPB menjelaskan bahwa salah satu tujuan tas tersebut adalah memudahkan masyarakat ketika harus menuju tempat aman.
Dengan begitu, persiapan menghadapi bencana tidak berhenti pada mengetahui apa saja yang harus dibawa. Perlengkapan tersebut perlu dikumpulkan sejak awal dan dijaga agar tetap siap digunakan. (deA/RaM)
Gen Z Takeaway
Tas Siaga Bencana bukan barang yang baru dicari ketika situasi sudah genting. Air, makanan tahan lama, obat, pakaian, dokumen, alat penerangan, ponsel, masker hingga peluit bisa disiapkan dari sekarang. Jadi, saat harus evakuasi, nggak perlu panik mencari barang penting satu per satu.








