Cara Aman Lindungi Anak-Anak dari Abu Vulkanik, Yuk Simak Panduannya

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 9 September 2026 | 07:08 WIB
Cara Aman Lindungi Anak-Anak dari Abu Vulkanik, Yuk Simak Panduannya
Cara Aman Lindungi Anak-anak dari Abu Vulkanik, Yuk Simak Panduannya (Ilusrasi/AI)

astakom.com, JakartaAbu vulkanik bukan sekadar debu biasa, partikel yang terbawa udara dapat mengganggu saluran pernapasan, mata, hingga kulit, sehingga perlindungan ekstra diperlukan, terutama bagi anak-anak.

Melansir dari keterangan resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Selasa, (08/09/2026)  menyebut anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan terhadap dampak paparan abu vulkanik. Imbauan ini disampaikan menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ke sejumlah wilayah akibat embusan angin.

Lantas, apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mengurangi paparan abu vulkanik pada anak?

Batasi aktivitas di luar

Langkah paling utama adalah mengurangi paparan langsung terhadap abu. Kemenkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan mengutamakan tetap berada di dalam rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.

Melansir dari keterangan tertulis Panduan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat juga menyarankan masyarakat masuk ke dalam ruangan untuk membatasi paparan abu dan menutup pintu serta jendela dari luar.

Bagi anak-anak, orang tua juga dapat menunda aktivitas bermain di luar rumah selama kondisi masih berdebu atau terdapat imbauan pembatasan aktivitas dari pemerintah.

Lindungi pernapasan dan mata

Jika anak memang harus berada di luar rumah, Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker dan kacamata.

CDC juga menyebut anak-anak dan bayi termasuk kelompok yang lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu dan gas vulkanik. Paparan tersebut dapat menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan, sementara orang dengan kondisi pernapasan tertentu dapat mengalami gejala yang lebih berat.

Untuk orang yang harus berada di luar atau membersihkan abu, CDC merekomendasikan respirator N95 yang disetujui NIOSH dan terpasang rapat di wajah untuk mengurangi kemungkinan menghirup abu.

Namun, penggunaan pelindung pernapasan pada anak tetap perlu memperhatikan ukuran dan kecocokannya. Orang tua sebaiknya mengikuti petunjuk penggunaan produk serta arahan otoritas kesehatan setempat.

Jangan kucek mata

Abu vulkanik juga dapat mengiritasi mata. Jika abu masuk ke mata anak, Kemenkes mengingatkan agar mata tidak dikucek.

Mata dapat dibersihkan menggunakan air. Kemenkes juga menyebut obat tetes mata dapat digunakan bila diperlukan dan menyarankan masyarakat mendatangi puskesmas apabila mengalami keluhan.

Setelah anak selesai beraktivitas di luar, Kemenkes juga menyarankan segera membersihkan tubuh dan pakaian. Langkah ini membantu mengurangi sisa partikel abu yang menempel pada tubuh maupun pakaian. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Kalau abu vulkanik sedang menyebar, anak nggak perlu dipaksa tetap beraktivitas di luar. Prioritaskan berada di dalam rumah, tutup akses masuknya abu, dan gunakan masker serta pelindung mata jika memang harus keluar.

Lindungi Anak Tips Keselamatan Abu Vulkanik Abu vulkanik gunung anak krakatau Antisipasi abu vulkanik

Infografis

Terkini