Mensos Gus Ipul: Data BKKBN Valid, Perubahan Desil Tak Otomatis Hapus Bansos
astakom.com, Jakarta — Beredar kabar burung soal data bansos yang bikin panik? Tenang dulu! Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan kalau data dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN itu sama sekali ga ada yang salah. Data tersebut merupakan bagian dari konsolidasi nasional yang nantinya diverifikasi dan diurutkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, BPS memegang kendali penuh sebagai pengelola Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Perubahan desil gak langsung bikin bansos hangus!
Gus Ipul meluruskan salah kaprah yang beredar di publik. Kalaupun ada warga yang mendadak posisi ekonominya terdeteksi naik kelas ke desil tinggi (seperti desil 10) saat pemutakhiran data, bansosnya ga bakal langsung dicoret secara sepihak.
“Kalau ditemukan ada desil yang kurang tepat, bukan berarti kemudian bansosnya langsung dicoret. Masih ada masa sanggah dan masa pemutakhiran untuk penyaluran berikutnya,” tegas Gus Ipul (05/09/2026), dikutip dari laman Kemensos.
Masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi Cek Bansos untuk mengajukan fitur usul-sanggah secara mandiri. Kalau mau cara konvensional, tinggal datang ke kantor desa/kelurahan setempat untuk dibantu operator SIKS-NG.
Bansos makin digital, bisa usul-sanggah dari HP!
Demi bikin penyaluran bantuan makin tepat sasaran dan transparan, pemerintah tengah memperluas sistem digitalisasi bansos. Setelah sukses diuji coba di Banyuwangi, sistem ini mulai diekspansi ke 42 kabupaten/kota.
Lewat sistem digital terintegrasi ini, kelayakan penerima bansos bakal langsung dites menggunakan data lintas instansi (seperti data kendaraan hingga pertanahan ATR/BPN). Masyarakat pun diajak aktif buat saling mengawasi—bisa melaporkan warga mampu yang masih "numpang" dapat bansos, atau mendaftarkan warga kurang mampu yang belum tersentuh bantuan. (ACwan/aNs)
Gen Z Takeaway
Jangan gampang termakan hoaks! Mensos Gus Ipul meluruskan kalau perubahan desil di DTSEN ga bakal bikin bansos langsung melayang begitu saja (5/9/2026). Masih ada masa sanggah lewat aplikasi Cek Bansos atau operator desa. Pemerintah juga makin transparan lewat digitalisasi bansos di 42 daerah biar penyaluran bantuan makin valid dan tepat sasaran!









