Siap Siaga! BNPB Terus Padamkan Karhutla hingga Hujan Turun

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 8 September 2026 | 07:08 WIB
Siap Siaga! BNPB Terus Padamkan Karhutla hingga Hujan Turun
Siap Siaga! BNPB Terus Padamkan Karhutla Hingga Hujan Turun. [Kepala BNPB Letjen Suharyanto/BNPB]

astakom.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan komitmennya buat terus menindak tegas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sampai hujan datang turun. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan diperkirakan baru bakal menyapa Indonesia pada Oktober 2026.

Siap Siaga menanti hujan

“Kami masih terus bekerja berjibaku paling tidak sampai musim hujan alami turun,” tegas Kepala BNPB Suharyanto pada sesi rapat online bersama Presiden RI Prabowo Subianto, Senin (07/09/2026).

Suharyanto menerangkan kalau tim gabungan dari Satgas Darat hingga Satgas Udara terus bahu-membahu menundukkan titik api. Di samping itu, strategi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus dimaksimalkan dengan harapan bisa mempercepat datangnya hujan di area terendam api.

“Mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca ini juga bisa segera mendatangkan hujan,” lanjutnya.

OMC dan Satgas beraksi

Kabar baiknya, sekitar 98 persen kebakaran lahan gambut di 6 provinsi prioritas sejauh ini berhasil dipadamkan. Catatan BNPB menunjukkan total lahan yang terbakar di Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi mencapai 72.009,10 hektare, dengan tersisa sekitar 939,45 hektare yang masih dalam proses pemadaman.

“Ini kami padamkan dengan operasi darat dan operasi udara. Apakah 939,45 ini setelah dipadamkan hari ini, besok berkurang? Mudah-mudahan berkurang, Bapak Presiden,” ungkap Suharyanto.

Meski begitu, dinamika di lapangan kerap kali bikin pusing karena titik api bisa muncul mendadak atau kembali menyala.

“Tapi kadang-kadang juga tidak berkurang signifikan, karena hari ini juga ditemukan titik kebakaran yang baru. Atau kebakaran yang lama yang sudah dipadamkan, yang sudah dilaporkan padam, tiba-tiba hidup kembali,” sambungnya.

Tantangan api gambut

Penanganan di tanah gambut memang tergolong rumit. Walaupun permukaan api terlihat sudah mati, asap tebal kerap terus mengepul dari dalam tanah dan bikin jarak pandang jadi terganggu.

Menghadapi tantangan ini, BNPB menurunkan total 43.481 personel gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, hingga para relawan demi menjaga wilayah tetap aman.

Puluhan ribu dikerahkan

Penyebaran puluhan ribu personel tersebut terbagi ke dalam enam wilayah prioritas:

  • Kalimantan Barat: 15.091 personel
  • Sumatera Selatan: 11.026 personel
  • Jambi: 5.984 personel
  • Kalimantan Selatan: 5.000 personel
  • Kalimantan Tengah: 4.686 personel
  • Riau: 1.694 personel. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Tim BNPB bareng puluhan ribu satgas gabungan lagi all-in banget matiin karhutla di 6 provinsi prioritas. Walau api gambut suka "nge-ghosting" alias mendadak menyala lagi di dalam tanah, 98% area terdampak udah berhasil dipadamkan. Sekarang mereka lagi nunggu bantuan hujan alami sambil terus maksimalin rekayasa cuaca!

BNPB Kepala BNPB Bantuan BNPB Karhutla

Infografis

Terkini