PBB Kecam Pembunuhan Warga Palestina, Tuntut Israel Tindak Tegas!
astakom.com, Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (03/09/2026) melempar kecaman keras atas gugurnya 2 warga sipil Palestina di Tepi Barat yang diduduki. PBB menyampaikan keprihatinan yang super mendalam melihat eskalasi kekerasan oleh para pemukim penjajah yang makin parah, sembari menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza yang keadaannya udah makin kritis.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menegaskan kalau terbunuhnya Omar al-Naasan berusia 19 tahun dan Khalil Shehada 16 tahun di desa Al-Mughayyir adalah peristiwa yang sangat memprihatinkan. Ia menyampaikan kalau PBB mengutuk pembunuhan warga sipil ini, warga sipil Palestina.
PBB kecam kekerasan
Secara tegas, PBB menyoroti aksi brutal para pemukim ilegal yang terkesan dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan tegas dari pihak berwenang.
"Kami menyampaikan keprihatinan mendalam kami tentang kekerasan yang terus berlanjut di tangan para pemukim yang tampaknya dapat merajalela dalam serangan mereka terhadap warga sipil Palestina, harta benda mereka, dan cara hidup mereka," ujar Dujarric di hadapan para wartawan dilansir dari Anadolu Ajansi pada Jumat (04/09/2026).
Ia menegaskan kalau otoritas Israel memiliki tanggung jawab mutlak untuk menghentikan aksi main hakim sendiri ini dan mengadili para pelakunya.
“Terserah kepada otoritas Israel untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan untuk memenuhi kewajiban mereka sendiri dalam meminta pertanggungjawaban orang-orang yang bertanggung jawab atas kekerasan ini,” sambungnya.
Krisis medis Gaza
Pindah ke situasi di Gaza, Dujarric membeberkan bahwa tim PBB di lapangan terus bergerak mengumpulkan ratusan palet bantuan kemantuan dari pintu perbatasan Kerem Shalom/Abu Salem. Bantuan tersebut mencakup popok dewasa, tas sekolah, hingga pasokan makanan bergizi untuk bayi dan anak-anak.
Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwasanya sejak Oktober 2023, PBB bersama para mitra kemanusiaan telah memfasilitasi evakuasi medis bagi lebih dari 13.000 pasien keluar dari Gaza, di mana 6.000 di antaranya adalah anak-anak. Walaupun begitu, ribuan pasien tetep butuh perawatan medis spesial yang gak tersedia di Gaza.
Melihat kondisi yang makin genting, Dujarric menyebut WHO terus mendesak agar jalur rujukan ke Tepi Barat termasuk akses ke rumah sakit di Yerusalem Timur segera dibuka kembali. Selain itu, armada ambulans serta peralatan medis penting yang hingga kini masih ditahan dan dilarang masuk oleh pihak Israel harus segera diizinkan lewat.
Persiapan musim dingin
Tidak berhenti di situ, Kepala Urusan Kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, Muhannad Hadi, menegaskan pada kunjungan kerja tiga harinya ke Gaza kalau persiapan menyambut musim hujan dan cuaca dingin ekstrem menjadi skala utama. Agenda mendesak ini memerlukan suntikan dana dari para donor serta penghapusan berbagai pembatasan impor barang teknis oleh pihak Israel.
Eskalasi ketegangan di Lebanon
Beralih ke kawasan Lebanon, Dujarric mengonfirmasi kalau Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) mencatat adanya lonjakan ketegangan sepanjang bulan Agustus. Hal ini terbukti dari adanya 84 lontaran proyektil serangan Israel pada 2 September, meningkat dari 56 proyektil pada hari sebelumnya. Di saat yang sama, pasukan penjaga perdamaian mencatat tidak ada peluncuran proyektil dari pihak Hizbullah sejak 21 Juni.
Merespons kondisi tersebut, PBB kembali menyuarakan desakan agar pasukan militer Israel segera angkat kaki dan mundur dari posisi utara Garis Biru. PBB menilai tindakan tersebut jelas-jelas melanggar Resolusi Dewan Keamanan 1701 sekaligus mencoreng kedaulatan dan integritas wilayah negara Lebanon. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Situasi di Palestina & Lebanon makin nggak okay! PBB udah lepas kesabaran dan buka suara ngecam keras aksi brutal pemukim ilegal di Tepi Barat yang bikin nyawa remaja melayang. Nggak cuma itu, PBB juga lagi struggle banget ngirim bantuan medis ke Gaza serta desak Israel stop bikin ulah di Lebanon. Basically, dunia lagi nuntut pertanggungjawaban nyata, bukan sekadar janji manis!









