Masjid Al-Aqsa Diserbu Ribuan Warga Israel, 114 Warga Palestina Ditangkap

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 3 September 2026 | 07:08 WIB
Masjid Al-Aqsa Diserbu Ribuan Warga Israel, 114 Warga Palestina Ditangkap
Masjid Al-Aqsa Diserbu Ribuan Warga Israel, 114 Warga Palestina Ditangkap [Ilustrasi Masjid Al-Aqsa/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta – Situasi di Yerusalem Timur lagi benar-benar memanas. Sepanjang bulan Agustus 2026 aja, tercatat ada sebanyak 5.209 warga Israel yang menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa. Data mengejutkan ini dirilis langsung oleh pihak Kegubernuran Yerusalem.

Melansir dari Anadolu pada Rabu (02/09/2026), kompleks suci Al-Aqsa terus-terusan mengalami penambahan aksi penyerbuan. Nggak cuma itu, agenda ritual keagamaan Yahudi oleh warga Israel juga makin intens dilakukan, baik di area dalam kompleks maupun di sekitar gerbangnya. Parahnya lagi, seluruh aktivitas tersebut dilaporkan berlangsung dengan pengawalan ketat dan langsung dari pihak polisi Israel.

Eskalasi di Al-Aqsa

Dari ribuan orang yang datang, salah satu angka kunjungan harian tertinggi tercatat pada tanggal 13 Agustus. Pada hari itu, total 751 warga Israel dikabarkan nekad memasuki kompleks Al-Aqsa.

Restriksi & Penangkapan

Aksi penyerbuan ini makin bikin miris karena otoritas Israel juga tercatat menerbitkan lima perintah resmi yang melarang warga Palestina untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sepanjang bulan Agustus.

Tindakan penyerbuan ini makin bikin miris karena otoritas Israel turut tercatat mempublikasikan 5 perintah resmi yang melarang warga Palestina untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa selama bulan Agustus.

Nggak berhenti di situ, pada periode yang serupa, tindakan represif pasukan Israel dilaporkan menewaskan 2 warga Palestina dan menahan 114 orang, yang di dalamnya termasuk 5 anak-anak.

Motif politik

Peningkatan yang makin red flag ini terjadi di tengah mencuatnya laporan media Israel mengenai taktik politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ia diduga sengaja meningkatkan ketegangan demi mengamankan dukungan dari partai-partai sayap kanan sebelum pemilihan umum Knesset yang di-schedule pada 27 Oktober mendatang.

Perebutan identitas

Di sisi lain, warga Palestina menduga pihak Israel makin gencar meningkatkan kebijakan yang bertujuan memperkuat sifat Yahudi di Yerusalem Timur yang diduduki, termasuk di area sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa, sekaligus menghapus identitas Arab dan agama Islam yang sudah lama melekat di wilayah tersebut.

Padahal, Palestina tetap secara konsisten mempertahankan Yerusalem Timur sebagai calon ibu kota negara Palestina yang merdeka.

Perlu dipahami kalau kompleks Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu titik paling sensitif pada pusaran konflik Israel-Palestina. Masalah status serta akses terhadap situs suci tersebut memang kerap menjadi pemantik utama munculnya ketegangan di Yerusalem.

Di sisi lain, aksi penggerebekan dan penahanan warga oleh pasukan Israel masih terus membayangi wilayah Tepi Barat yang diduduki, mulai dari kawasan permukiman, kamp pengungsian, hingga Yerusalem Timur.

Kondisi yang serba chaos ini makin diperparah oleh lonjakan serangan warga Israel terhadap warga Palestina beserta aset milik mereka, terutama sejak Israel meluncurkan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza pada Oktober 2023 lalu. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Konflik di Al-Aqsa Agustus 2026 ini fix red flag banget karena aksi penyerbuan dan pembatasan akses warga Palestina makin intens di bawah kawalan aparat, plus diduga kuat ada motif politik internal demi amankan suara pemilu sayap kanan. Paham akan isu geopolitik kayak gini krusial buat kita biar nggak gampang makan hoaks dan tetap empati sama isu kemanusiaan global yang dampaknya nyata buat warga di sana.

israel Israel Gaza Update Masjid Al Aqsa Palestine Update

Infografis

Terkini